Religi  

Ribuan Jemaah Larut Dalam Kekhusyukan Pembacaan Manaqib Abah Guru Sekumpul di Mahligai Pancasila

Para alim ulama, habaib, ribuan jemaah menghadiri undangan Pembacaan Manaqib Abah Guru Sekumpul yang digelar Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kota Banjarmasin dan sekitarnya menghadiri pembacaan manaqib atau riwayat hidup ulama kharismatik kebanggaan masyarakat banua, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (13/12/2023) malam.

Ribuan jemaah, para alim ulama, habaib, pejabat, dan tokoh masyarakat tampak khusyuk menyimak pembacaan manaqib Abah Guru Sekumpul yang dibawakan oleh Tuan Guru Haji (TGH) Sa’duddin Salman, selepas Salat Isya berjamaah.

Imam Musala Ar Raudah Sekumpul Martapura ini mengawali pembacaan manaqib, dengan menceritakan akhlak Abah Guru Sekumpul.

Abah Guru Sekumpul, sebutnya, adalah sosok pemurah atau suka menolong orang lain dan berbakti dengan orang tua serta guru-gurunya.

“Mudahan kita bisa meniru akhlak beliau, tidak bisa banyak, sedikit yang bisa diikuti,” ujarnya.

Disebutkan, Abah Guru Sekumpul merupakan zuriat ke-8 dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan) yang lahir pada malam Rabu tanggal 27 Muharram 1361 H atau 11 Februari 1942 M di Desa Tunggul Irang Seberang, Martapura, Kabupaten Banjar.

Ayah Abah Guru Sekumpul bernama Abdul Ghani dan ibunya Masliah. Beberapa referensi tentang Abah Guru Sekumpul menerangkan ketika lahir, diberi nama Qusyairi. Namun karena sering sakit, kemudian namanya diganti menjadi Muhammad.

Abah Guru Sekumpul semasa muda mendapat pendidikan yang baik dari ayahnya dan neneknya yang bernama Salabiah. Selain itu, di lingkungan keluarga, Abah Guru Sekumpul mendapat didikan yang ketat dan disiplin serta pengawasan dari pamannya, Syekh Semman Mulya.

Pada usia 5 tahun, Abah Guru Sekumpul belajar al-Qur`an dengan Guru Hasan Pesayangan dan pada usia 6 tahun, menempuh pendidikan di Madrasah Kampung Keraton.

Baca Juga Paman Birin Undang Masyarakat Hadiri Pembacaan Manaqib Guru Sekumpul di Mahligai Pancasila

Baca Juga Puluhan Pick up Kayu Bakar Siap Tunjang Haul ke-19 Guru Sekumpul

Kemudian, pada usia 7 tahun, Abah Guru Sekumpul masuk ke Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Abah Guru Sekumpul juga termasuk zurriyatul Rasulullah. Jalurnya nasabnya terhubung dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Berikut jalur nasab melalui Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Bin Abdullah Bin Abu Bakar Bin Sultan Abdurrasyid Mindanao Bin Abdullah Mindanao Bin Zainal Abidin Abu Bakar Al Hindi Bin Ahmad Ash Shalaibiyyah Bin Husein Bin Abdullah bin Syaikh Bin Abdullah Al Idrus Al Akbar Bin Abu Bakar As Sakran Bin Abdurrahman As Saqaf Bin Muhammad Maula Dawilah Bin Imam Ahmad Al Muhajir Bin Imam Isa Ar Rumi Bin Al-Imam Muhammad An Naqib Bin Al-Imam Ali Uraidhy Bin Al-Imam Ja’far As Shadiq Bin Al-Imam Muhammad Al Baqir Bin Al Imam Ali Zainal Abidin Bin Al Imam Sayyidina Husein Bin Sayyidah Fatimah Az Zahra Binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun guru-guru dari Abah Guru Sekumpul yakni Syekh Seman Mulia dan Syekh Salman Jalil. Kemudian Syekh Syarwani Abdan Bangil dan Al-Alim Al-Allamah Al-Syaikh Al-Sayyid Muhammad Amin Kutbi. Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus atau Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah).

Selanjutnya, Abah Guru Sekumpul juga menimba ilmu dari para alim ulama lainnya yaitu Kyai Falak (Bogor), Syaikh Yasin bin Isa Padang (Mekah), Syaikh Hasan Masyath (Mekah), Syaikh Ismail al-Yamani (Mekah), Syaikh Abdul Kadir al-Bar (Mekah).

Perjalanan Tarekat Sebelum Abah Guru Sekumpul berangkat ke Makkah terlebih dahulu menemui Kyai Falak Bogor dan di sana Abah Guru Sekumpul memperoleh ijazah dan sanad suluk dan thariqah.

Sambil menunaikan ibadah haji, Abah Guru Sekumpul mendapat bimbingan langsung dari Sayyid Muhammad Amin Kutbi dan dihadiahi sejumlah kitab tasawuf.

Dengan demikian, Guru Sekumpul telah belajar secara khusus tentang Tasawuf dan Suluk kepada tiga ulama, yaitu Syekh Syarwani Abdan di Bangil, Falak di Bogor dan Sayyid Muhammad Amin Qutbiy di Mekah.

Selain itu, rantai keilmuannya tersambung dengan sejumlah ulama besar di Mekah. Hal ini terlihat dari beberapa sanad bidang keilmuan dan thariqah yang diambilnya dari beberapa ulama di antaranya, Sayyid Muhammad Amin Qutbiy, Sayyid ‘Abd al-Qadir al-Bar, Sayyid Muhammad bin ‘Alwiy al-Malikiy, Syekh Hasan Masysyath, Syekh Muhammad Yasin al-Fadani, Kyai Falak Bogor dan Syekh Isma’il al-Yamani.

Kegemaran Abah Guru menuntut ilmu dan bersilaturrahmi ke sejumlah ulama membuatnya memiliki banyak guru baik di Kalimantan, Jawa dan Madura maupun di Timur Tengah (Mekah). Ada yang menyebutkan bahwa gurunya berjumlah sekitar 179 hingga mendekati 200 orang.

Sementara itu, pembacaan Manaqib Abah Guru Sekumpul diakhiri dengan pembacaan wirid dan doa yang dipimpin KH Wildan Salman. Doa bersama ini membuat ribuan jemaah larut dalam kekhusyukan berharap keberkahan bagi Bumi Lambung Mangkurat, Kalsel dan NKRI.

Selaku pengundang, Gubernur Kalsel Sahbirin mengungkapkan rasa syukur, kecintaan masyarakat kepada Abah Guru Sekumpul tak lekang oleh waktu. Dia berharap, kegiatan keagamaan ini mempererat ukhuwah islamiah dan membawa manfaat bagi masyarakat

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, mengatakan, masyarakat Kalsel sejatinya bersyukur karena memiliki dua ulama besar yakni Datu Kelampayan dan Abah Guru Sekumpul yang memberikan cahaya untuk Banua tercinta ini.

“Terima kasih atas kehadiran semuanya dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan kami,” ujarnya.

Tak lupa Paman Birin mengajak jemaah membacakan Al-Fatihah untuk rakyat Palestina yang masih dalam situasi perang agresi militer Israel. (rizqon)

Editor: Abadi