Proyek Irigasi Satu Milyar Lebih di Desa Baru Gelang Dikeluhkan Petani

Anggota Komisi III, DPRD Tanah Bumbu, Fawahisa Mahabatan, saat meninjau proyek irigasi yang dikeluhkan petani sawah di desa Baru Gelang, kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu.(foto : thahir/klikkalsel)

BATULICIN, Klikkalsel- Proyek saluran irigasi di kawasan Desa Baru Gelang, RT 01, Kecamatan, Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu dikeluhkan warga yang mayoritas petani.

Bahkan, pembangunan saluran irigasi yang menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 senilai satu miliar lebih tersebut dikeluhkan petani sawah, karena dinilai terlalu dangkal, dan tidak mampu menampung air untuk pengairan persawahan, terlebih saat memasuki musim kemarau.

Salah satu petani, di RT 01, H Sayuti, mengatakan, keberadaan bangunan Irigasi tersebut tidak bisa maksimal dimanfaatkan para petani, karena kondisi kedalaman irigasi masih terlalu dangkal dibandingkan sebelum di bangun Irigasi.

“Irigasi ini kering, dan tidak bisa menampung air ketika musim kemarau. Bahkan, sebelumnya kami sempat mengalami gagal tanam karena kekeringan,” ujar Sayuti Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, sebelum dibangun irigasi, warga petani setempat masih bisa memanfaatkan air meskipun harus menggali, dan airnya dialirkan ke sawah menggunakan mesin pompa.

“Dulu meski kemarau kami bisa saja makai air di sini. Kami gali dulu, dan airnya dipompa ke sawah.

Tapi, sekarang tidak bisa, karena ada irigasi yang kedalamannya sudah dicor. Jadi kami tidak bisa lagi berbuat apa-apa,” ujarnya, sembari menunjukkan, Irigasi yang kering saat kemarau.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala Desa Baru Gelang, Abdul Amis, bahwa kondisi kedalaman Irigasi tersebut nampaknya terlalu dangkal. Sehingga tidak mampu menampung air yang diperlukan petani khususnya saat kemarau.

“Intinya, warga kami ingin Irigasi itu dibenahi khususnya kedalamannya. Sesuai hasil kesepakatan rapat yang pernah dilaksanakan bersama pihak kontraktor, dan dinas PUPR. Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,” ujar Kades, didampingi Sekdesnya, Apraha Suci fitriana.

Sementara, keluhan warga petani sawah tersebut spontan mendapatkan respon dari salah satu anggota DPRD Tanah Bumbu, Fawahisa Mahabatan, sekaligus Komisi III yang membidangi infrastruktur.

Selain melakukan peninjauan ke lokasi proyek Irigasi, Fawahisa, meminta agar pihak terkait bisa meninjau ulang perencanaan pembangunan Irigasi yang menelan dana satu miliar lebi tersebut.

“Kalau petani sudah mengeluhkannya, tentu saya sebagai anggota DPRD meminta agar pihak terkait turun tangan untuk bisa mengecek Irigasi itu,” ujarnya tegas.

Seharusnya, menurut dia, perencanaan, dan rancangan pembangunan Irigasi disiapkan secara matang sebelumnya. Sehingga, masyarakat petani dapat benar-benar mendapat manfaat proyek tersebut.

“Memang semestinya, sebelum dibangun dirancanglah dengan baik. Jadi, persoalan air masyarakat petani sawah saat kemarau dapat teratasi dengan adanya Irigasi itu,” ujarnya menutup.

Sementara terpisah, Kepala Seksi, Irigasi Rawa, pada Dinas PUPR Tanah Bumbu, Riyan Tirta nugraha, pihaknya mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat petani sawah di desa Baru Gelang, Kecamatan Kusan Hilir.

“Kita memang sudah merencanakan, dan akan melakukan pembenahan Irigasi itu. Tahapnya juga sudah koordinasi. Jadi, tinggal menunggu jadwal untuk ke lapangan saja,” tuturnya, saat dijumpai di ruang kerjanya Selasa.(thahir)

Editor : Alfarabi