Proses Belajar Mengajar SMPN 2 Upau Gunakan Ruangan Seadanya

Kondisi SMP Negeri 2 Upau Pasca Kebakaran, Sabtu (13/4/2019) lalu. (Foto : Arif/Klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel – Seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Upau, Kabupaten Tabalong terpaksa menggunakan ruangan seadanya untuk menjalani kegiatan belajar mengajar.

Hal itu menjadi kebijakan pihak sekolah setelah kebakaran hebat yang melahap hampir seluruh bangunan yang ada di sekolah tersebut pada Jumat (12/4/2019) lalu.

“Untuk menanggulangi kekurangan kelas yang ada kita menggunakan aula dan laboratorium, untuk aula harus kita sekat karna agak luas bisa dijadikan dua ruang kelas,” ungkap Suyono Kepala Sekolah SMPN Negeri 2 Upau, Selasa (23/4/2019).

Menurut Suyono, ketersedian ruang kelas sementara hanya cukup sampai sebelum tahun ajaran baru. Oleh sebab itu saat penerimaan siswa baru nanti ia berencana akan memanfaatkan sebagian ruangan yang sudah terbakar tetapi masih layak difungsikan.

“Kalau memang yang terbakar tidak bisa dipakai kita gunakan ruang mushola,” terangnya.

Kemudian Suyono juga menyampaikan apresiasinya atas tindakan yang sangat responsif dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tabalong yang dengan langsung mengunjungi SMP Negeri 2 Upau sesaat satu hari setelah musibah kebakaran, Sabtu (13/4/2019) lalu.

“Kejadian inikan malam sabtu, beliau sabtu pagi langsung ke sini, padahal pada waktu itu beliau kelihatan kurang sehat, tapi karna antusias beliau ingin mengetahui kondisi sekolah kami beliau datang ke sini,” ungkap Suyono.

Ia mengatakan saat kunjungan Kadisdik Tabalong, ada beberapa hal yang disampaikan Kadisdik kepadanya yang salah satunya adalah memastikan jadi atau tidaknya bantuan dari Kementrian PUPR untuk perbaikan sekolah.

“Kalau itu jadi dipastikan dulu bulan berapa, andaikata bulannya itu setelah tahun ajaran baru maka kita harus mengadakan runah kelas darurat, tetapi kalau misalnya bisa maju sebelum ajaran baru maka kita tidak perlu menyiapkan kelas darurat, kata beliau seperti itu,” ucapnya.

Suyono menambahkan dari informasi yang ia dapatkan seandainya dana dari Kementrian PUPR tidak dapat dipastikan kapan turunnya maka Kadisdik akan mengupayakan meminta dana darutan kepada Pemerintah Kabupaten Tabalong dan upaya tersebut sudah mendapat tanggapan dari Bupati Tabalong.

“Kita menunggu bantuan dari Bupati cuma mungkin beliau belum ke sini, belum bisa ke sekolah kita. Mudah – mudahan harapan kami secepatnya dana bisa diturunkan sehingga kita bisa mempersiapkan untuk tahun ajaran baru,” pungkasnya.(arif)

Editor : Amran