Penderita Defteri di RSUD Ulin Mulai Membaik

dr. edy hartoyo Sp.A

BANJARMASIN, klikkalsel– Sejumlah pasien yang diduga menderita penyakit Defteri dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, dua diantaranya dinyatakan positif menderita virus yang bernama Corynebacterium diphtheria.

Namun pihak rumah sakit menyatakan satu diantara pasien tersebut kondisinya mulai membaik. Kendati demikian, pasien tersebut masih ditempatkan di ruang isolasi guna mencegah penyebaran virus deferi.

dr. edy hartoyo Sp.A

dr. edy hartoyo Sp.A  Ulin Banjarmasin mengatakan, dari 14 pasien penderita, dua diantaranya dinyatakan positif, satu pasiennya dari Banjarbaru, namun kondisinya sudah membaik.

“Tapi masih kita tempatkan di ruang isolasi agar tidak terjadi penuralan,”  ucap Edy Hartoyo kepada klikkalsel, Selasa (2/1/2018).

Menurutnya, Virus yang bernama  Corynebacterium diphtheriae menyebar dengan mudah, terutama bagi anak-anak atau orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri.

Apalagi, sejak wabah defteri meluas dan menyebar di Indonesia, hingga pemerintah pun telah menyebut wabah ini menjadi Kejadian Biasa (KLB), penyebarannya di 142 kabupaten/kota di 28 Provinsi.

Penularannya bisa melalui  hal yang tanpa kita sadari terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk bisa juga barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri.

Contohnyam, mainan atau Handuk dan bisa pula sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri pada kulit penderita.

kalau ada keluhan anak seperti demam tinggi , sakit menelan , batuk pilek dan terlihat bentuk lapisan berwarna abu-abu yang disebut pseudomembran pada tenggorokan dan amandel dan benar menunjukan terserang defteri.

“Jika gejalanya seperti tersbut kita akan segera tangani apakah menderita defteri dan kita cek juga apakah sudah mendapat imunisasi vaksin difteri,” jelasnya.

Ditambahkannya pula, pihaknya sudah memiliki protokol pada bagian anak dimana memastikan apakah anak yang mengalami gegala tersbut benar-benar terserang defteri  sehingga bisa ditangani lebih lanjut dan diantisifasi misal lingkungannya atau pasien diisolasi sehingga biar jerjaga dan tak meluar.(azka)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.