BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin terus mendorong penguatan kerukunan antarumat beragama melalui program Kampung Toleransi. Salah satu upayanya diwujudkan melalui kegiatan Rembuk Warga Membangun Kampung Toleransi yang digelar di Vihara Dhammasoka
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat dalam Kehidupan Beragama.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan regulasi yang telah diterbitkan pemerintah daerah, tetapi juga membangun ruang dialog dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Menurutnya, toleransi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi yang harmonis antarwarga, tanpa membedakan latar belakang agama, suku maupun budaya.
“Selain sosialisasi perda, kami juga melaksanakan rembuk warga sebagai upaya mengimplementasikan aturan tersebut di tengah masyarakat. Saat ini juga sudah ada penetapan Kelurahan Gedang sebagai kelurahan toleransi berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota,” bebernya.
Ia menjelaskan, penetapan Kelurahan Gedang sebagai Kelurahan Toleransi merupakan langkah awal untuk menghadirkan contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun, inklusif, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Melalui program tersebut, Pemko Banjarmasin berharap nilai-nilai toleransi tidak hanya dipahami sebagai aturan tertulis, tetapi juga menjadi budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.
“Kelurahan Gedang diharapkan menjadi contoh yang dapat diterapkan di kelurahan-kelurahan lain di Kota Banjarmasin. Dengan begitu, semangat toleransi tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar hidup dalam aktivitas masyarakat sehari-hari,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemko Banjarmasin Kaji Pendidikan Disiplin Ala Militer Bagi Remaja “Nakal”
Baca Juga : Krisis Pengawasan Pelajar, Pemko Banjarmasin Pertimbangkan Barak Pembinaan
Muzaiyin menambahkan, keberhasilan program Kampung Toleransi tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, tetapi keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, paguyuban suku, hingga berbagai komunitas yang ada di Kota Banjarmasin.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkuat identitas Banjarmasin sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan persatuan.
Selain itu, program Kampung Toleransi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan Indeks Kota Toleran yang menjadi salah satu indikator kerukunan sosial di daerah.
“Mudah-mudahan ke depan, khususnya pada tahun 2026 ini, capaian indeks toleransi Kota Banjarmasin bisa lebih baik dibandingkan tahun 2025. Ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Banjarmasin, Maskur, menjelaskan bahwa penetapan Kelurahan Gedang sebagai Kampung Toleransi bukan tanpa alasan.
Menurutnya, wilayah tersebut selama ini menunjukkan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial.
Ia menilai budaya saling menghormati dan menjaga kebersamaan telah tumbuh secara alami di lingkungan masyarakat setempat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan FKUB untuk mengusulkan Kelurahan Gedang sebagai kawasan percontohan toleransi di Kota Banjarmasin.
“Kami melihat di sini warga sangat rukun dan saling menghargai, tentu ini tidak lepas dari peran Ibu Lurah yang selama ini menjaga dan merawat kampung ini. Untuk itu Kami berkeyakinan dan mengusulkan dicanangkannya Kampung Toleransi di sini,” ucapnya.
Maskur pun berharap, keberadaan Kampung Toleransi tidak hanya menjadi simbol kerukunan, tetapi juga mampu menginspirasi wilayah lain untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya semangat toleransi yang terjaga dengan baik akan menjadi modal penting bagi Kota Banjarmasin untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warga.
“Harapan besar saya, Banjarmasin bisa masuk peringkat 10 besar nasional sebagai kota yang paling aman dan harmonis,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





