Pelestarian Egrang Melalui Olahraga

Permainan egrang rupanya bukan hanya diminati warga Indonesia, namun juga warga asing.(foto : net)

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketertarikan bangsa lain terhadap keragaman budaya di Indonesia rupanya menjalar hingga ke beberapa permainan tradisional daerah, salah satunya egrang yang cukup dikenal dibeberapa negara.

Egrang merupakan permainan tradisional yang kini sudah masuk dalam Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI), dimana permainan ini kini dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (PORNAS).

Di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (FORMI) egrang kini semakin mendunia, dan hebatnya lagi, Belanda sempat menjadi juara untuk Kejuaraan Egrang yang dilaksanakan di Jakarta 2016 silam.

Masuk di bawah binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), enggrang mulai diminati di Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak beberapa tahun terakhir, karena permainan satu ini rupanya sudah memiliki wadah untuk dikembangkan dan merupakan akar hudaya daerah.

“Bahkan di Kejurnas KOTI, tim egran kita asal Kotabaru berhasil meraih medali emas untuk kelas estapet, jadi olahraga satu ini bisa dikembangkan,” Sekretaris FORMI Kota Banjarmasin, Yenny Frida Luntungan.

Sementara untuk minat dunia terhadap egrang, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, M Nasir mengatakan bahwa egrang merupakan olahraga yang sulit, bahkan jauh lebih sulit dari atletik, kendati sistem pertandingannya hampir sama.

“Menggunakan dua tongkat yang dinaiki dan dibawa berlari, kita rasa ini benar-benar olahraga atletik yang sangat sulit, jadi tak semua orang bisa melakukannya,” katanya.

Namun, dari keunikannya itulah, egrang memiliki daya tarik tersendiri bagi warga asing, dan negara Belanda rupanya juga cukup menyukai permainan satu ini.

“Egrang sebenarnya tak hanya permainan tradisional yang berasal dari negara kita, tapi Asia. Karena, China pun juga memiliki egrang tersendiri, makanya kalau dibilang olahraga, egrang bisa dikatakan sudah mendunia sejak dahulu,” katanya.

Namun, sayangnya minat anak-anak muda saat ini terhadap egrang sudah sangat berkurang, karena ini permainan gerak yang juga memerlukan keahlian dalam menaikinya, karena disana menuntut keseimbangan yang baik.

“Tapi kita bersukur karena Pemprov sudah membentuk sebuah taman permainan di setiap kabupaten kota, dimana disana dimainkan permeinan tradisional seperti balogo, gasing serta egrang,” ujarnya.(iyan)

Editor : Amran