PAM Bandarmasih Telusuri Isu Rekening Air Gratis dan Keluhan Distribusi

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi dan Direktur Operasional PAM Bandarmasih Irwan Firmana, saat bertemu dengan warga Kelurahan Kuripan RT 6
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi dan Direktur Operasional PAM Bandarmasih Irwan Firmana, saat bertemu dengan warga Kelurahan Kuripan RT 6

BANJARMASIN, klikkalsel.com – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih menggali informasi yang membuat warga mendapatkan harapan tak palsu terkait pembebasan rekening air bagi warga yang berbagi air kepada tetangganya di RT 6, kawasan Kuripan.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, turun langsung menemui Ketua RT 6, Wiwi, dan Asti Astuti, warga yang diketahui membagikan air kepada tetangga di tengah distribusi air bersih yang belum merata.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi informasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menelusuri kondisi pelayanan air bersih di lingkungan setempat.

Dari hasil penelusuran itu, Zulbadi menjelaskan bahwa harapan warga agar rekening air Asti dibebaskan bukan berasal dari janji perusahaan. Ia memastikan PAM Bandarmasih tidak pernah menjanjikan penggratisan rekening air kepada warga tersebut.

“Artinya, kami PT Air Minum Bandarmasih tidak pernah menjanjikan untuk menggratiskan kepada salah satu warga RT 6 di Kuripan yang membagikan airnya kepada tetangga terdekatnya,” tegas Zulbadi, Selasa (28/10/2026).

Ia menerangkan, keinginan agar Asti mendapat pembebasan rekening air muncul dari sejumlah warga yang mengapresiasi kepeduliannya membantu tetangga yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Namun, yang ada adalah mereka berharap PDAM bisa menggratiskan. Mereka berharap, bukan janji dari PT Air Minum Bandarmasih,” ujarnya.

Asti diketahui secara sukarela membagikan air kepada warga di sekitar rumahnya. Hal itu dilakukan karena aliran air di rumahnya relatif lebih lancar dibandingkan sejumlah pelanggan lain di RT 6.

Baca Juga : Bonus Atlet Banjarmasin Bertambah di APBD Perubahan 2026: Emas Naik Rp5 Juta

Baca Juga : Lebih 9.000 Pekerja Terdampak PHK di Kalsel, Kapolda Dorong Pemprov Cari Solusi

Kondisi tersebut membuat rumah Asti menjadi salah satu tempat warga sekitar mendapatkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Beliau membagikan air kepada tetangga kiri kanan depan belakang karena kebetulan beliau alirannya paling lancar di daerah RT 6 tersebut,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Zulbadi juga menyampaikan bahwa Asti membantu tetangganya tanpa meminta imbalan. Bantuan itu diberikan atas dasar kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Beliau secara ikhlas berbagi kepada warga dan tetangganya, tidak ada maksud untuk imbalan atau ganti rugi apa pun,” tuturnya.

Selain mengklarifikasi informasi mengenai rekening air gratis, peninjauan ke RT 6 juga menjadi kesempatan bagi PAM Bandarmasih untuk melihat langsung persoalan distribusi yang dialami pelanggan.

Berdasarkan hasil pengecekan, sejumlah pelanggan mengalami aliran air kurang lancar karena berada di ujung jaringan distribusi yang mendapat pasokan dari wilayah Kilometer 6.

Kondisi tersebut memerlukan penanganan teknis agar distribusi air dapat menjangkau pelanggan secara lebih merata. PAM Bandarmasih pun menyiapkan perbaikan dan penyesuaian sistem jaringan di kawasan tersebut.

“Karena kurang lancar, secara teknis hari ini di bawah Direktur Operasional itu akan melakukan perbaikan atau penyesuaian, menormalkan sistem jaringan distribusi di daerah sana,” terangnya.

Zulbadi berharap langkah tersebut dapat memperlancar aliran air yang diterima warga. Penanganan direncanakan berlangsung pada hari wawancara, dengan harapan hasilnya mulai dirasakan pelanggan pada sore hari.

Pemeriksaan distribusi juga dilakukan secara bertahap terhadap pelanggan di sejumlah titik. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi wilayah yang aliran airnya belum optimal sekaligus menentukan bagian jaringan yang perlu diperbaiki.

“Kami juga mengecek satu-persatu distribusi air di masing-masing pelanggan untuk memastikan mana saja yang kurang lancar dan mana yang mesti harus kita perbaiki,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran