Religi  

Lawan Hasad adalah Ghibthah, Begini Penjelasannya

Ustadz Mohammad Mobarak

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dalam ajaran Islam, sifat hasad (iri hati yang berujung pada keinginan agar orang lain kehilangan nikmat) merupakan perilaku tercela yang dilarang keras. Namun, Islam juga mengenalkan konsep ghibthah, yang sering disebut sebagai lawan hasad.

Meski sama-sama berkaitan dengan perasaan terhadap nikmat yang dimiliki orang lain, ghibthah dinilai sebagai sikap positif yang justru dianjurkan.

Ustadz H Mohammad Mobarak menjelaskan bahwa perbedaan antara keduanya sangat mendasar.

“Hasad adalah ketika seseorang tidak senang melihat nikmat orang lain, bahkan berharap nikmat itu hilang. Sedangkan ghibthah adalah merasa ingin mendapatkan kebaikan yang sama tanpa menginginkan hilangnya nikmat dari saudaranya,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar menjauhi hasad. Sikap ini disebut dapat menghapus kebaikan seperti api membakar kayu.

“Hasad menjadi pintu munculnya permusuhan, fitnah, dan rasa tidak puas yang berkepanjangan,” jelasnya.

Baca Juga : Ustadz H Mohammad Mobarak Jelaskan Bahaya Hasad yang Bisa Hanguskan Amal

Baca Juga : Ustadz H Adi Rahman: Waspada Bisikan Hawa Nafsu

“Hasad berbahaya karena membuat seseorang tidak pernah merasa cukup. Ia tidak fokus memperbaiki diri, tetapi malah sibuk berharap orang lain gagal,” tambahnya.

Berbeda dengan hasad, ghibthah dianggap sebagai motivasi diri menuju kebaikan. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW menyebut bahwa ghibthah hanya diperbolehkan dalam dua hal.

“Pertama, pada orang yang diberi Allah ilmu dan mengamalkannya, kedua pada orang yang diberi harta dan menginfakkannya di jalan kebaikan,” tuturnya.

Ghibthah mendorong seseorang berlomba dalam kebaikan tanpa menaruh kebencian kepada yang lain.

“Jika melihat orang yang rajin sedekah atau ahli ibadah, lalu kita tergerak ingin seperti mereka, inilah ghibthah,” imbuhnya.

Menurut para ulama, membiasakan ghibthah dapat menjaga hati tetap bersih dan memupuk kecintaan terhadap kebaikan.

Sikap ini sesuai dengan nilai Islam yang mendorong umatnya untuk berkompetisi dalam amal saleh dan saling menguatkan satu sama lain.

“Umat Islam diimbau untuk menghindari segala bentuk hasad. Ghibthah adalah jalan yang dibenarkan untuk membangun semangat tanpa merusak hubungan antarsesama,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi