Lanjut Pimpin IPSI Kalsel, Paman Birin Target Pecah Rekor Muri 2020

Gelar Musprov 2020, IPSI Kalsel kembali dipimpin Sahbirin Noor. Gubern7r Kalsel ini targetkan pecahkan rekor muri di tahun ini.(foto : iyan/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel.com- Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor kembali terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Kalsel melalui musyawarah provinsi yang dilakukan di gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (25/01/2020).

Dengan target terbaru, Paman Birin ditargetkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan bakal pecahkan rekor Muri Indonesia pada 2020 ini.

Usai di tahun 2019 lalu, Kalimantan Selatan berhasil catatkan rekor Muri dengan rekor 5.500 karateka. Di tahun 2020 ini atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menginginkan kembali adanya pemecahan rekor Muri dengan melibatkan 7.000 pesilat di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Hermansyah dalam Musyawarah Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan tahun 2020 di Gedung Mahligai Pancasila.

“Kedepan akan diadakan pemecahan rekor Muri untuk pencak silat dengan mengajak 7.000 pesilat, bahkan bisa lebih,” kata Hermansyah.

Ia menuturkan, untuk melakukan pemecahan rekor tentu memiliki persiapan yang matang. Selain itu, pemecahan rekor ini juga untuk membuktikan bahwa animo masyarakat terhadap pencak silat juga sangat tinggi di Kalimantan Selatan.

“Waktu masih disesuaikan dan kita terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pengurus IPSI Kalsel yang baru,” ucapnya.

Selain itu, menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 pada Oktober mendatang, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel, jelas Hermansyah, tiga pesilat Kalsel untuk PON dan itu suatu prestasi yang mana di tahun ini dari Kalimantan hanya Kalsel dan Kaltim yang berpartisipasi di PON XX.

“Target kami satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Semoga bisa dipenuhi,” katanya.

Sementaraitu, Dalam sambutannya Paman Birin mengungkapkan jika pendekar banua jangan hanya jago kandang. Namun, prestasi yang dihasilkan juga harus mencapai hingga tingkat internasional.

“Kita ingin olahraga berprestasi dan kita tidak ingin olahraga tak mengalami peningkatan prestasi, salah satunya silat, kita tidak ingin silat sebatas banua Kalsel saja,” ucapnya.

Dalam menghadapi PON Papua nanti, paman juga mengungkapkan atlet Kalsel harus menjalani persiapan matang, bahkan salah satunya dengan melakukan uji coba ke luar negeri.(iyan)

Editor : Amran