Ketua PWI Kalsel Minta Media Jangan Menjadi Sumber Kegaduhan Usai Pemilu

Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie. (Foto:rizqon/dok.klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Zainal Helmie minta media menjadi salah satu sumber pemersatu masyarakat setelah pelaksanaan pemilu. Meksi, saat ini tahapan pemilu masih bergulir pada rekapitulasi perhitungan suara di tingkat kecamatan hingga 4 Mei 2019 nanti.

Ia meyakini melalui pemberitaan yang komprehensif seputar politik dapat meciptakan suasana nyaman di tengah masyarakat. Baginya, media tidak pantas ikut memanas-manasi suasana yang membuat gaduh. Sehingga timbul keresahan di masyarakat terkait hasil pemilu yang kini masih berjalan di Komisi Pemilihan Umum (KPU)

“Media harus berpegang pada KPU, jangan justru memprovokasi dengan mengangkat berita yang belum jelas kebenarannya,” ucapnya.

Menurut dia, wartawan harus kembali ke khitah atau haluan dasarnya untuk memberikan informasi yang benar sesuai kaidah jurnalistik. Ditegaskannya, media massa ataupun media sosial yang saat ini kebanyakan menggiring opini publik, sehingga menimbulkan gesekan di tengah masyarakat

“Kita berikan rasa aman dan rasa damai di tengah masyarakat melalui berita-berita yang benar dan menyejukkan di saat masih hangatnya suhu politik setelah pencoblosan surat suara” sebutnya.

Jadi, Zainal Helmie mewanti-wanti awak media tak sembarang mengutip suatu informasi hingga dijadikan bahan berita. seperti informasi yang bertebaran di media sosial baik dalam bentuk teks, foto maupun video.

Dia juga meminta masyarakat agar cerdas dalam menyerap informasi yang begitu mudah beredar. Agar tidak mudah terhasut isu yang diduga dibuat sengaja oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Berdasarkan pengamatan saya pribadi, terkadang suatu informasi di media sosial itu sengaja disebar agar viral untuk membentuk opini dan mempengaruhi masyarakat dengan tujuan tertentu. Di sinilah naluri wartawan untuk mengambil peran meluruskannya agar masyarakat tidak menelan mentah informasi yang beredar,” tegasnnya.

Kendati demikian, menurutnya bukan wartawan Indonesia jika misalnya hanya mengambil kutipan di media sosial atau berbagai sumber lainnnya tanpa mengecek kebenaran data atau informasi yang beredar. Oleh sebab itu, ditegaskanya kaidah jurnalistik atau kode etik jurnalis harus dilaksanakan awak media dalam bertugas.

“Harus dicek dan pastinya wajib berimbang dalam pemberitaan. Kalau memang tidak bisa dipertanggungjawabkan lebih baik tidak usah diangkat di media daripada bikin resah masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengajak media massa di Kalsel untuk tetus mengawal segala sisi pelaksanaan Pemilu 2019 hingga tahapan akhir oleh KPU. Salah satunya proses perhitungan suara yang saat ini ditunggu seluruh elemen masyarakat.

Zainal Helmie yang juga pimpinan redaksi media ini, berharap penuh pelaksanaan pesta demokrasi 2019 dapat berlangsung aman dan damai.

Menurutnya, siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI, serta wakil rakyat di seluruh tingkatan, harus didukung masyarakat dalam melaksanakan roda pemerintahan. Sebagai wujud dalam memaknai hasil dari pesta demokrasi yang melahirkan pemimpin Republik Indonesia.(rizqon)

Editor : Farid