Kemacetan Mengular di Arah Banjarmasin ke Batola dan Sebaliknya

Suasana padat merayap kemacetan lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan kawasan Terminal Handi Bakti, Batola. (Foto : Syarifwamen/Klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel- Penutupan Jembatan Sungai Alalak I selama 2 tahun yang mengakibatkan kemacetan panjang, dan ditanggapi para pengguna jalan dengan beragam komentar.

“Ya, mau tidak mau harus diterima,” ungkap Ahmad salah seorang warga yang tinggal di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (1/4/2019).

Ahmad mendukung pengerjaan jembatan baru model Cable Stayed yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Batola, meskipun terbebani dengan kemacetan panjanh selama 2 tahun.

Selain Ahmad, Charles warga Banjarmasin yang berprofesi sebagai guru di Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala, juga berkeluh kesah dan mengatakan akan mencoba jalur arternatif kapal feri penyeberangan sungai di Alalak Utara menuju Berangas.

Menurutnya, agar mempersingkat waktu. Guna menghindari kemacetan saat mengikuti jalur pengalihan arus ke arah Jembatan Sungai Alalak II Handil Bakti.

“Memang itu cukup membatu. Ada penambahan lah, yang di dekat sini. Kan, yang sudah ada itu kecil. Cuman kalau bisa feri yang agak besar diletakan di dekat jembatan,” tuturnya di RSUD Ansari Saleh saat hari pertama penutupan jembatan dan pengalihan arus, Senin (1/4/2019).

Ada pula komentar pengguna jalan lainnya, Fahmi mengatakan kemacetan pasti tak bisa terhindarkan. Sebab, menurutnya jam pulang kerja, rata-rata tepat pukul 17.00 Wita.

“Dari Banjar, mas. Tujuan pulangnya ke Handil Bakti, cukup padat. Kalau pulang kerja rata-rata jam 5 sore kan, pasti macet. Kalau pagi bisa aja turunnya, lebih pagi,” terang Fahmi saat terjebak kemacetan di Jalan Perumnas tembus menuju Handil Bakti.

Sementara itu, dalam pengalihan arus terpantau kemacetan lalu lintas roda dua dan empat yang padat mengular sepanjang 1 kilomter lebih, di Jalan Perumnas Banjarmasin dan Jalan Trans Kalimantan Kawasan Terminal Handil Bakti, Batola. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan pun berbejaga mencoba mengurai kemacetan.(rizqon)

Editor : Alfarabi