BANJARMASIN,klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin bersama Kementrian Agama melaksanakan shalat hajat sekaligus melepas jemaah haji embarkasi Banjarmasin untuk Tahun 2024, di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Kegiatan itu dibuka dan dilepas oleh Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor, turut hadir Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Kepala Kantor Kemenag Banjarmasin, Matnor, beserta jajaran terkait.
Arifin Noor bersyukur, Banjarmasin pada tahun 2024 ini kembali dapat berpartipasi pada pelaksanaan ibadah haji. Ia mengungkapkan, pada tahun 2024 jumlah jemaah calon haji Banjarmasin ada 574 jemaah yang dibagi menjadi 6 kloter.
Lanjut ujarnya, keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tersebut dari Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, dimulai pada 12-18 Mei 2024.
“Dan yang tertua berumur 90 tahun, kemudian yang termuda 18 tahun,” ucapnya.
Arifin pun berpesan kepada jamaah calon haji asal Banjarmasin ini agar selalu menjaga kesehatan fisik dan daya tahan tubuh, agar dapat menunaikan ibadah haji dengan sebaik-baiknya agar kembali ke tanah air dengan keadaan seperti semula.
“Teriring doa dan harapan, mudah-mudahan pelaksanaan ibadah haji bapak/ibu, mulai dari berangkat ketanah suci hingga kembali ke tanah air dapat berjalan dengan lancar serta menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.(adv/fachrul)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebagai umat muslim menunjukan rasa syukur karena telah mendapat keturunan dianjurkan untuk melakukan aqiqah. Yaitu dengan melakukan prosesi penyembelihan hewan ternak untuk dibagikan kepada keluarga maupun orang yang membutuhkan.
Kebanyakan, aqiqah dilakukan dengan pemotongan hewan ternak berupa kambing ataupun domba. Bagi anak laki-laki untuk melakukan aqiqah wajib memotong dua ekor kambing dan perempuan hanya seekor.
Lantas, bagaimana hukum Islam dalam melaksanakan aqiqah?
Dijelaskan Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani, Pelaksanaan aqiqah anak adalah ajaran atau anjuran dari Rasulullah SAW.
“Jika dilihat dari sisi hukumnya, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan,” ujarnya, Sabtu (4/2/2024).
Artinya, apabila seorang muslim mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi.
Selain hewan ternak kambing atau domba, kata Ustadz, aqiqah juga masih bisa dilakukan dan diperbolehkan dengan menggantinya menggunakan unta maupun sapi.
“Akan tetapi, unta maupun sapi bisa digunakan nilainya untuk tujuh orang anak yang beraqiqah,” jelasnya.
Menurut ustadz, aqiqah harus dilakukan karena diyakini agar menghilangkan sifat kebinatangan dalam diri manusia. Serta menjauhkan dari perbuatan perbuatan jahat dan keburukan.
Kemudian, jika benar benar tidak mampu dan anak laki laki hanya bisa beraqiqah dengan seekor kambing maka ada beberapa ulama yang berpendapat hal tersebut masih diperbolehkan.
“Catatan benar benar tidak mampu. Tapi jika mampu dan dilakukan dicicil dengan seekor dulu lalu seekornya nanti itu tidak diperbolehkan,” jelasnya.
“Apa lagi diganti dengan hewan ternak ayam, itu tidak bisa karena tidak ada anjuran dari nabi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ustadz juga menjelaskan, bahwa banyak hikmah yang didapat dan dipetik dari proses pelaksanaan aqiqah.
Diantaranya, selain membantu dalam mewujudkan syukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya berupa diberikan keturunan atau anak.
“Juga sebagai bentuk harapan bahwa si anak bisa menjadi penerus yang Soleh untuk keluarganya,” jelasnya.
Kemudian, Melaksanakan aqiqah berarti meneladani dan mengikuti sunnah dari Rasulullah SAW.
Adapun waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah menurut Islam, yaitu sesuai dengan hadist Rasulullah SAW.
“Para ulama menyepakati bahwa waktu pelaksanaan aqiqah yang paling baik adalah pada hari ke-7 semenjak hari kelahiran. Namun jika berhalangan karena sesuatu dan lain hal, aqiqah dapat dilaksanakan pada hari ke-14 atau hari ke-21,” ungkapnya.
Namun, jika seseorang tersebut berada dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka kewajiban melaksanakan aqiqah pun gugur.
“Atau bisa dilakukan ketika sudah dalam keadaan ekonomi yang mampu,” pungkasnya. (airlangga)
Kabupaten Banjar Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi, 32 Peserta Terbaik Mendapat Hadiah Umroh dari Paman Birin
RANTAU, klikkalsel.com – Kabupaten Banjar lolos sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-35 Tingkat Provinsi Kalsel yang digelar di Rantau, Kabupaten Tapin. Keberhasilan Kabupaten Banjar itu ditandai dengan penyerahan piala bergilir juara umum oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kepada Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Kamis (2/5/2024) malam.
Kabupaten Banjar berhasil mempertahankan posisi sebagai juara bertahan MTQN Tingkat Provinsi. Tahun lalu, juara bertahan juga diperoleh kabupaten yang beribukota Martapura dengan julukan Kota Serambi Madinah itu. Sementara, juara kedua MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalsel tahun ini diraih Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru di posisi ketiga.
Paman Birin, sapaan akrab gubernur, mengucapkan selamat kepada para juara setiap cabang lomba MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalsel. Paman Birin berharap, prestasi yang diraih para juara tersebut dapat menjadi motivasi untuk meraih prestasi di MTQ Tingkat Nasional yang akan digelar di Kalimantan Timur dan IKN mendatang.
“Kepada para juara MTQ Ke-35 ini, khususnya kafilah yang meraih juara umum, saya ucapkan selamat dan sukses. Semoga prestasi yang diraih di MTQ Tingkat Provinsi ini, akan mengantarkan Provinsi Kalimantan Selatan meraih prestasi yang membanggakan di MTQ Tingkat Nasional nanti,” tuturnya.
Paman Birin bersyukur, penyelenggaraan MTQ ke-35 di Kabupaten Tapin dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Menurutnya, kesuksesan tersebut bukan hanya milik Kabupaten Tapin, bukan pula hanya milik para juara, tetapi melainkan kesuksesan bersama dalam upaya membumikan Al-Qur’an di Kalsel.
“MTQ adalah sarana untuk memperkenalkan kemerduan dan keindahan dalam membaca ayat-ayat suci Al-Quran, menguji hafalan Al-Quran, dan sekaligus arena mensyiarkan islam,” ucapnya.
Paman berharap, setelah pelaksanaan MTQ ini, kiranya tumbuh dalam diri masing-masing, bergema dalam lingkungan dan keluarga, serta mewarnai kehidupan masyarakat dengan akhlak Al-Quran.
“Mari kita hidupkan kembali kebiasaan membaca Al-Quran sehabis sholat magrib, seperti di masa lalu,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin memberikan hadiah paket umrah kepada 32 peserta terbaik satu di setiap cabang lomba.
“Alhamdulillah, ini ada peningkatan, jika pada MTQN ke-34 di Kota Banjarbaru kita memberikan hadiah umrah kepada 14 orang yang berhasil meraih prestasi, maka MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin kita berikan hadiah umrah sebanyak 32 orang,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj. Bupati Tapin Syarifuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Paman Birin atas perhatian maupun dukungan secara langsung yang diberikan selama pelaksanaan MTQ, sehingga MTQ ke-35 di Kabupaten Tapin dapat melahirkan Qori-qoriah, Hafiz-Hafizah dan cabang-cabang lomba lainnya yang nantinya akan menjadi perwakilan Kalsel di MTQ Nasional.
“Saya ucapkan terima kasih atas atensinya yang luar biasa dari Gubernur kita Paman Birin bersama Acil Odah, semoga segala hajat beliau dikabulkan oleh Allah, dan beliau sekeluarga diberikan kesehatan, amin ya rabbal Alamin,” tandasnya. (rizqon)
BANAJRMASIN, klikkalsel.com – Pengunjung wisata religi kubah Basirih atau makam Habib Hamid bin Abbas Bahasyim di Jalan Keramat Basirih mengalami peningkatan.
Salah satu faktor terjadinya peningkatan jumlah pengunjung tersebut yakni, Shalter Sungai yang baru saja selesai dibangun yang menjadi daya tarik tersendiri.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kubah Basirih, Husin Lutfie. “Rata-rata penziarah yang berkunjung itu pasti berfoto ria di shelter kita yang memang bagus ada lampu warna warninya,” ucapnya, Rabu (1/5/2024).
Ia juga mengatakan bahwa dengan adanya Shalter Sungai tersebut, secara tidak langsung menarik perhatian para wisatawan yang merasa penasaran ingin berkunjung.
Bahkan saat ini, objek wisata religi ini menjadi salah satu pilihan berkunjungnya bagi para wisatawan terutama manca negara melalui jalur sungai.
“Alhamdulillah ada saja wisatawan luar negeri yang berkunjung,” tuturnya.
Pihaknya pun berencana akan melakukan peninggian jalan di kawasan Kubah Basirih. Mengingat saat dilanda banjir Rob ketinggian banjir cukup tinggi.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana akan menambah fasilitas mushola baru karena mushola yang ada tidak cukup menampung penziarah saat menjalankan salat.
“Penambahan fasilitas di mesjid sedang kita ajukan ke Pemko Banjarmasin. Mudah-mudahan bisa disetujui,” tandasnya.(fachrul)
BALANGAN, klikkalsel.com – Perhelatan ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXV tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Taman Siring Rantau Baru, Kabupaten Tapin resmi dibuka, Sabtu (27/4/2024).
Pembukaan dilakukan oleh Plt. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK beserta jajaran Forkopimda Kalsel.
Plt. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, menyampaikan, MTQ mempunyai makna dan momentum luar biasa.
“Bukan hanya sekadar beradu suara, namun dari sinilah kafilah dapat mengaplikasikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk masyarakat yang Islami,” ucapnya.
Pada perhelatan ini, juga nampak hadir Bupati Balangan, Abdul Hadi bersama sejumlah kepala daerah lainnya dari kabupaten/kota di Kalsel.
Abdul Hadi mengatakan, kehadirannya pada MTQ Nasional tingkat Provinsi Kalsel, adalah untuk memberikan dukungan kepada semua Kafilah Balangan dalam mengikuti lomba di ajang tersebut.
Lebih lanjut, Abdul Hadi berpesan, kepada para kafilah, agar bisa menampilkan performa terbaiknya pada MTQ tingkat Provinsi Kalsel dan mampu mengharumkan nama daerah.
Adapun untuk gelaran MTQ dimulai dari 25 April sampai dengan 2 Mei 2024 serta diikuti oleh 1.327 kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel. (rfk/klik)
MARTAPURA, klikkalsel.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura merupakan salah satu tempat menimba ilmu agama tertua di Kalimantan Selatan yang telah mencetak ribuan ulama besar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dijelaskan oleh Ketua Yayasan Ponpes Darussalam, Guru Muhammad Husin, jika tempat menimba ilmu ini berdiri sejak 14 Juli 1914, dengan umur satu abad lebih sepuluh tahun.
“Pondok ini sudah satu abad lebih berdiri, dengan aliran Ahli Sunnah Wal Jamaah. Dan untuk secara global di Kalimantan memang Darussalam merupakan yang tertua,” ujarnya saat ditemui klikkalsel.com di kediamannya.
Guru Husin mengatakan, proses berdirinya Ponpes Darussalam tersebut sangat panjang, bahkan saat zaman penjajahan Belanda, pertama kali didirikan oleh beberapa tokoh ulama terkemuka, seperti KH Jamaluddin, KH Muhammad Hasan.
“Kemudian dilanjutkan oleh KH.
Muhammad Kasyful Anwar yang akan kita peringati haulnya nanti, kebetulan beliau adalah salah satu tokoh Mujaddid Darussalam,” ungkapnya.
Pria yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar ini mengatakan, Darussalam pertama kali didirikan oleh KH. Jamaluddin dan KH. Muhammad Hasan dengan sistem Halaqah (tidak memakai tingkatan, seperti pengajian pada umumnya, red).
Namun ketika Syekh Muhammad Kasyful Anwar datang dari menimba ilmu di tanah suci Makkah, membuat pembaharuan kurikulum berjenjang.
“Untuk tingkatan seperti Awaliyah, Wustho dan Ulya ini ketika KH Kasyful Anwar datang. Dari sejak beliau diadakan sistem memakai kursi, merubah sistem Halaqah, makanya beliau disebut salah satu Mujaddid di Darussalam,” bebernya.
Guru Husin mengatakan pembaharuan tersebut dilakukan oleh KH Kasyful Anwar pada tahun 1914, namun sebelum itu Darussalam sudah ada, didirikan oleh KH. Jamaluddin dan KH. Muhammad Hasan.
“Dahulu namanya adalah Madrasah Diniyah Darussalam, dan berganti sekarang jadi Pondok Pesantren Darussalam sesuai dengan peraturan Mentri Agama dibawah Yayasan Pondok Pesantren Darussalam,” ucapnya.
Ditanya tentang jumlah santri pada zaman awal berdiri, Guru Husin tidak bisa memastikan, namun ia mengungkapkan jika para santri Darussalam pada masa KH Kasyful Anwar banyak dari luar daerah, seperti kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur bahkan luar Kalimantan.
Ketua Yayasan Darussalam Martapura, KH. Muhammad Husin saat ditemui klikkalsel.com di kediamannya. (Mada)
“Namun dulu kan tidak sistem mondok seperti pada Ponpes satu atap seperti di Jawa, melainkan tinggal diluar Ponpes, dan ketika masuk waktu belajar datang, ini berlangsung hingga saat ini,” bebernya.
Untuk diketahui, Pimpinan Darussalam saat ini sudah memasuki generasi ke-10, diantaranya:
– KH. Jamaluddin (1914-1919)
– KH. Hasan Ahmad (1919-1922)
– KH. Muhammad Kasyful Anwar (1922-1940)
KH. Abdul Qodir Hasan (1940-1959)
– KH. Anang Sya’rani Arif (1959-1969)
– KH. Mumahhad Salim Ma’ruf (1969-1976)
– KH. Badruddin (1976-1992)
– KH. Abdus Syukur (1992-2007)
– KH. Khalilurrahman (2008-2019)
– KH. Hasanuddin (2019-sekarang
Darussalam juga telah berkembang pesat dari masa ke masa dan menjadi pionir pendidikan agama di Kalimantan Selatan, dengan berdirinya SMK Darussalam, Institut Agama Islam Darussalam, serta telah merambah hingga ke Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Kalsel, dan juga Kabupaten Kota lain.
“Di Banjarbaru kita juga ada membangun Ponpes Darussalam di sana, dengan sistem ada asrama layaknya pesantren lain,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Darussalam juga meraih berbagai penghargaan, salah satunya dari Nahdlatul Ulama (NU) pada saat perayaan satu abad NU.
“Pada saat peringatan satu abad NU kemarin, kita satu-satunya di Kalimantan yang diundang untuk menerima penghargaan,” ungkapnya. (Mada Al Madani)
BANJARMASIN,klikkalsel.com – Kantor Wilayah Kemenag Kalsel telah resmi merilis jadwal keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 1445 H / 2024 M.
Berdasarkan jadwal tersebut Embarkasi Banjarmasin asal Kalsel dan Kalteng masuk pada 11 Mei 2024 dan berangkat Kloter pertama pada 12 Mei 2024.
“Tanggal 11 Mei jemaah masuk Asrama dan besoknya melakukan keberangkatan ke Mekah,” kata Kepala Kemenag Kalsel H Muhammad Tambrin, Kamis (25/4/2024).
Ia juga mengatakan, jadwal keberangkatan jemaah haji Kalsel dan Kalteng yang telah dirilis tersebut, bisa saja mengalami perubahan, karena menyesuaikan dengan kesiapan maskapai penerbangan.
Sementara Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalsel H Eddy Khairani mengatakan, jemaah haji Kalsel 2024 sudah siap berangkat dengan kondisi sehat dan baik, karena untuk 2024, syarat untuk melakukan pelunasan kalau sudah dinyatakan sehat oleh Petugas Kesehatan.
“Kita terus mempersiapkan untuk pemberangkatan jamaah haji, saat ini kita masih melakukan bimbingan manasik haji di Kabupaten/kota se Kalsel dan hari ini sudah ada sebagian yang menyelesaikan,” katanya
Ia juga menambahkan, tahun ini ada kebijakan pemerintah membuka pendamping Lansia sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
“Insya Allah tahun ini lancar dengan Isthithaah yang ketat dan adanya pendamping lansia dari pihak keluarga dan petugas kita juga sudah siap melayani,” ujarnya.
Sesuai dengan tagline haji ramah lansia sambung Eddy, untuk teknis pelayanan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam satu kloter ada 5 petugas yang akan mendampingi jemaah nantinya, yaitu ketua kloter, pembimbing ibadah dan dokter, ditambah dengan 2 perawat.
“Selain 5 petugas kloter pendamping jamaah haji nantinya tambah Eddy, juga ada Petugas Haji Daerah (PHD). Insya Allah ini akan cukup membantu,” pungkasnya. (azka)
MARTAPURA, klikkalsel.com – Persiapan haul ke-86 KH. Kasyful Anwar Al Banjari, di Kampung Melayu Ilir sudah 70 persen, Kamis (25/04/2024) siang.
Dijelaskan Pembakal Melayu Ilir, Murjani, pihaknya telah melakukan persiapan sejak Senin kemarin, dengan presentasi mencapai 70 persen.
“Persiapan dari parkir sampai pengecoran jalan-jalan yang berlubang dan perlu ditambal, hingga dekorasi,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan lahan parkir untuk jemaah dan 4 VIP untuk Bupati Banjar, Guru Muas, Guru Hasanuddin dan Guru Masdar.
Tidak hanya itu, persiapan konsumsi untuk jemaah yang hadir juga mulai dipersiapkan oleh pihaknya, dari 2000 liter lebih beras untuk nasi samin, dan 5000 nasi bungkus.
“Kalo samin, kita seperti tahun sebelumnya memakai piring,” jelasnya.
Lebih lanjut, Murjani mengatakan, acara Haul KH. Kasyful Anwar berlangsung 3 malam, terhitung sejak Jumat Malam (25/04/2024) untuk masyarakat Kampung Melayu, Sabtu Malam untuk rombongan Maulid Sekumpul di makam dan Minggu Malam acara puncak di Musholla Raudatul Anwar.
“Untuk acara ada 3 kali, malam ini, sampai malam Minggu nanti puncaknya,” terangnya.
Selain itu, Murjani mengungkapkan, kubah KH. Kasyful Anwar akan ditutup sementara untuk para peziarah sesuai permintaan pihak keluarga dari Jumat nanti hingga Minggu.
“Jumat kubah kami tutup untuk ziarah sementara, dan setelah haul kita buka lagi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, KH. Kasyful Anwar lahir di Desa Melayu pada tahun 28 Maret 1880 dan merupakan salah satu pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam yang merupakan Ponpes tertua di Kalimantan yang berdiri sejak 14 Juli 1914. (Mada Al Madani)
MARTAPURA,klikkalsel.com – Mengais rezeki dari hasil bertani padi di Desa Akar Bagantung, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Yurni seorang pria lanjut usia (Lansia) akhirnya berangkat ke tanah suci bersama istri.
Yurni (87) yang merupakan seorang petani asal Akar Bagantung mengaku, akhirnya tahun ini bisa ke tanah suci setelah menabung selama kurun waktu 3 tahun.
“Namanya sebagai petani ini ada naik turunnya, tapi kalo saat naik bisa saja sekali stor,” ucapnya saat ditemui klikkalsel.com waktu manasik haji di Masjid Ar Riyad, Martapura Timur, Selasa (23/04/2024).
Selain itu, ia juga mengaku berangkat ke tanah suci pada 2024 ini bersama sang istri yang sudah berumur 75 tahun menggunakan dana dari hasil panen padi di sawah seluas 4 hektar miliknya.
Kakek Yurni mengakui, ia termotivasi untuk mengumpulkan uang guna menunaikan ibadah haji tersebut karena menjalankan perintah Allah SWT, serta untuk mengerjakan rukun Islam yang kelima.
“Selain karena perintah Allah, ini juga merupakan rukun Islam, dan Alhamdulillah dikabulkan oleh tuhan. Saya sangat bahagia bisa menginjakkan kaki ke tanah suci,” ungkapnya.
Ia mengakui di usia yang sudah memasuki Lansia ini masih terasa sehat, namun kadang-kadang mengalami tekanan darah tinggi.
“Kalo kesehatan kadang turun, darah juga kadang tinggi kadang rendah,” ujarnya.
Melihat kondisi Yurni dan Istri yang sudah memasuki usia senja, Ketua Kelompok Terbang (Kloter) kabupaten Banjar, Akhmad Nisfuwani mengatakan, jika sesuai dengan program Mentri Agama dengan tagline Ramah Lansia yang sudah dua tahun terakhir berlangsung.
“Jadi tentunya akan menjadi skala prioritas tersendiri, seperti pendampingan kesehatan baik dari keluarga Lansia diikutkan, selain itu juga mereka diprioritaskan dalam segi pelayanan,” jelasnya.
Namun jika Lansia yang akan berangkat haji tidak memiliki keluarga untuk menjadi pendamping, maka setiap kloter sudah dilengkapi dengan 5 orang petugas haji, seperti ketua kloter, pembimbing ibadah, 2 orang Dokter dan 2 orang perawat.
“Jadi setiap petugas haji ini dilengkapi oleh petugas kesehatan, alim ulama untuk membimbing ibadah haji agar sesuai dengan aturan agama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kabupaten Banjar pada 2024 ini mendapatkan kuota untuk Calon Jemaah Haji (CJH) sebanyak 455 orang yang dibagi menjadi 4 kloter, dan akan masuk ke Asrama haji pada 11 Mei mendatang, dan akan berangkat ke tanah suci pada 12 Mei nanti.
Selain itu, meminjam data dari Kemenag RI, jumlah daftar tunggu di Kabupaten Banjar mencapai 16.431 orang, dengan jumlah se Kalimantan Selatan mencapai 133.465 orang. (Mada Al Madani)
MARTAPURA,klikkalsel.com – Jelang keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) dari Kabupaten Banjar, Bupati Banjar meminta para petugas haji untuk memberikan pelayanan ekstra untuk para lansia yang memiliki riwayat penyakit, Senin (22/04/2024).
Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur meminta melakukan pertemuan dengan para petugas haji Kabupaten Banjar di Mahligai Sultan Adam, dalam pertemuan tersebut ia meminta agar para petugas untuk banyak melakukan komunikasi dengan para jemaah, serta melakukan pendampingan dan memberikan edukasi kepada CJH, guna memberikan kenyamanan serta melancarkan ibadahnya di tanah suci.
“Tahun ini banyak jemaah lansia, saya minta layanan terbaik dan harus ekstra pendampingannya,” ungkapnya.
Permintaannya tersebut dikarenakan perkiraan cuaca di Makkah pada saat ini cukup panas, maka dari itu ia meminta bimbingan kesehatan dari pihak medis Kabupaten agar para CJH yang berangkat dapat beribadah dengan khusyuk.
Selain itu, Ketua Kloter Kabupaten Banjar, Ahmad Nisfuani mengatakan, pertemuan yang dilakukan oleh pihaknya tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan pimpinan daerah, serta memperkenalkan para petugas haji yang berasal dari berbagai unsur.
“Kita memperkenalkan para petugas kita, karena petugas kita ini dari berbagai unsur, seperti Kementerian Agama (Kemanag), Kementerian Kesehatan dan pemerintah sendiri. Selain itu, kami juga mengabarkan kondisi jemaah haji terkini kepada pimpinan daerah,” ungkapnya.
Fuani mengungkapkan, CJH Kabupaten Banjar pada 2024 ini sebanyak 455 orang, yang akan berangkat serta terdiri dari 2 gelombang dan dipecah menjadi 4 kloter.
“Untuk kloter pertama kita berangkatkan 315 orang, sisanya akan bergabung dengan kloter kabupaten lain,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, CJH kloter pertama akan masuk Asrama Haji Banjarbaru pada 11 Mei mendatang, kemudian pada 12 Mei akan dilakukan pemberangkatan. (Mada Al Madani)