Kategori: Religi

  • KBIHU Darussalam Pertanyakan Keseriusan DPR RI, Kenapa Pansus Haji Tak Panggil Banyak Pihak Kunci?

    KBIHU Darussalam Pertanyakan Keseriusan DPR RI, Kenapa Pansus Haji Tak Panggil Banyak Pihak Kunci?

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Kejanggalan dalam Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji yang dilakukan DPR RI menjadi sorotan publik. Salah satunya dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Darussalam Martapura.

    H Ubaidillah dari KBIHU Darussalam Martapura mengatakan, banyak pihak menilai bahwa Pansus ini belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.

    “Salah satu yang paling mencolok adalah absennya sejumlah pihak kunci yang seharusnya dimintai keterangan terkait berbagai permasalahan yang terjadi selama penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya kepada klikkalsel.com, Jumat (20/09/2024).

    Ia juga mempertanyakan terkait dengan pihak Garuda Indonesia yang tidak dipanggil. Hal ini menurutnya merupakan salah satu persoalan krusial yang seringkali menjadi sorotan adalah keterlambatan penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia.

    “Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para jemaah haji. Pertanyaannya, mengapa Pansus Haji enggan memanggil pihak Garuda Indonesia untuk dimintai pertanggungjawaban atas permasalahan tersebut?” ucapnya mempertanyakan.

    Selain Garuda, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN selaku pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kinerja BUMN juga menurutnya harus turut dipanggil.

    Bahkan visa ziarah untuk berhaji juga tidak luput dari sorotannya. Karena peran Kemenlu dan Kemenkumham ada di sana.

    Ubaidillah mengatakan, maraknya kasus penggunaan visa ziarah untuk menunaikan ibadah haji menjadi persoalan serius yang perlu diusut tuntas. Dalam konteks ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memiliki peran yang sangat penting.

    “Kemlu bertanggung jawab atas hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, termasuk Arab Saudi, sedangkan Kemenkumham bertanggung jawab atas pengelolaan keimigrasian. Lantas, mengapa kedua kementerian ini tidak dipanggil oleh Pansus Haji untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan tersebut?” ujarnya.

    Baca Juga : Rangking Capain Medali PON Kalsel Meningkat, Dewan Upayakan Kesejahteraan Atlet

    Baca Juga : Dugaan Kampanye Terselubung Dibalut Pertemuan Kades, Bawaslu Kalsel Mewanti Pidana Pelanggaran UU Pilkada

    Bahkan dari segi kesehatan para jemaah haji yang diawaki oleh Kemenkes juga tidak luput disorotinya, karena masalah kesehatan jemaah haji menjadi perhatian serius, meningkat angka kematian jemaah haji setiap tahunnya menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kesehatan yang diterapkan selama penyelenggaraan ibadah haji.

    Menurutnya Kemenkes sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat seharusnya dimintai pertanggungjawaban terkait penilaian kesehatan jemaah haji (istitha’ah) dan penyebab kematian jemaah.

    Lebih lanjut, ia mengatakan adanya dugaan pemalsuan data kependudukan, yang diperani oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Pasalnya dugaan kasus pemalsuan data kependudukan jemaah haji juga menjadi sorotan.

    “Kemendagri sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan data kependudukan seharusnya turut dilibatkan dalam proses penyelidikan. Pasalnya, Kemendagri memiliki data yang sangat penting untuk mengungkap kasus pemalsuan data,” bebernya.

    Tidak hanya itu pengadaan makanan untuk jemaah yang diawaki oleh Kementrian Perdagangan, peran organisasi masyarakat islam dari Fatwa Keagamaan, juga tidak luput dikritisi olehnya.

    “Kualitas makanan yang disediakan bagi jemaah sering menjadi keluhan. Untuk Ormas-ormas Islam ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait pelaksanaan haji, sehingga fatwa yang mereka keluarkan sangat berpengaruh terhadap pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, Pansus Haji seharusnya melibatkan ormas-ormas Islam untuk memberikan masukan terkait berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji,” paparnya.

    Lebih jauh Ubaidillah mengatakan, dengan absensinya sejumlah pihak kunci dalam Pansus Haji menimbulkan pertanyaan besar tentang keseriusan DPR dalam mengungkap berbagai permasalahan yang terjadi selama penyelenggaraan ibadah haji.

    “Pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait sangat penting untuk mendapatkan informasi yang komprehensif dan akurat, sehingga dapat diambil langkah-langkah perbaikan yang efektif,” ucapnya.

    Ia mengatakan, tindakan yang perlu dilakukan oleh DPR RI, adalah harus sesegera mungkin memanggil semua pihak kunci ini untuk memberikan keterangan.

    “Jadi dari pemerintah juga harus meningkatkan koordinasi antar kementerian atau lembaga terkait dalam penyelenggaraan ibadah haji.
    Untuk Ormas Islam juga harus lebih aktif memberikan masukan dan solusi untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji,” pintanya.

    “Selain itu, untuk masyarakat juga harus mengingatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan menyampaikan aspirasi kepada pihak berwenang. Dengan adanya kerja sama yang baik antara semua pihak, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan lebih memberikan manfaat bagi para jemaah haji,” tandasnya. (Mada)

    Editor: Abadi

  • Momen Maulid Nabi Menjadi Wadah Sosialisasi: KPU Banjarmasin Bidik 90 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024

    Momen Maulid Nabi Menjadi Wadah Sosialisasi: KPU Banjarmasin Bidik 90 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin manfaatkan momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan partisipasi pemilih menjelang Pilkada 2024.

    Dengan acara bertajuk ‘KPU Kota Banjarmasin Bersholawat’, KPU berharap dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemilihan yang akan datang.

    Acara KPU Bersholawat ini menggabungkan perayaan Maulid Nabi dengan sosialisasi tahapan Pilkada. Komisioner KPU Banjarmasin, Subhani menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih.

    “Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam, dan kami memanfaatkannya untuk menyebarluaskan informasi tentang Pilkada 2024,” ucap Subhani.

    Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan Kegiatan Baayun Maulid

    Baca Juga : KPU Kalsel Cari 51.667 Orang KPPS Untuk Pilkada 2024, Pendaftaran dari 17 – 28 September 2024


    Berkaca pada partisipasi pemilih pemilu legislatif dan presiden yang mencapai 78 persen. Subhani mematok target agar partisipasi dalam Pilkada 2024 bisa mencapai 90 persen.

    “Dengan sosialisasi yang intensif, kami berharap masyarakat lebih memahami hak pilih mereka dan lebih banyak yang akan menggunakan haknya pada hari pemilihan nanti,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, KPU Banjarmasin juga melibatkan berbagai organisasi masyarakat dan mengadakan kunjungan langsung untuk menjelaskan proses pemilihan.

    “Kami ingin memastikan setiap warga paham jadwal dan mekanisme pemilihan. Partisipasi aktif sangat penting untuk kualitas demokrasi kita,” tambahnya.

    Dengan strategi ini, KPU Banjarmasin berharap dapat memanfaatkan semangat Maulid Nabi untuk mencapai target partisipasi yang ambisius dan memastikan Pilkada 2024 berjalan dengan sukses.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Ratusan Warga Ramaikan Kegiatan Baayun Maulid

    Ratusan Warga Ramaikan Kegiatan Baayun Maulid

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Semarak menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tradisi Baayun Maulid kembali dilaksanakan. Yang mana kegiatan ini juga sekaligus memeriahkan Hari Jadi (Harjad) ke 498 Kota Banjarmasin.

    Kegiatan baayun maulid yang merupakan salah satu rangkaian Harjad ke 498 Kota Banjarmasin ini turut diramaikan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor dan Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin yang juga merupakan Plt Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ikhsan Budiman.

    Di sela meninjau semarak Baayun Maulid, Ibnu Sina dan jajaran juga mengundi sejumlah doorprize yang telah disiapkan bagi para peserta.

    “Alhamdulillah hari ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kota Banjarmasin, kita laksanakan tradisi positif yang sudah berusia ratusan tahun yakni Baayun Maulid,” ujar Ibnu Sina.

    Baca Juga : Ingin Ambil Keberkahan Nenek Berusia 74 Tahun Ikuti Baayun Maulid

    Baca Juga : Tim Sepakbola PON Kalsel Siap Hadapi Jawa Barat di Babak Semifinal

    Diungkapkan Ibnu Sina, peserta Baayun Maulid tahun ini diikuti oleh ratusan peserta baik dari dalam maupun luar kota Banjarmasin, termasuk masyarakat sekitar Kuin.

    “Ada sekitar 344 peserta, tadi ulun masuk ke dalam Alhamdulillah meriah sekali. Yang paling muda ada usia baru 7 hari dan yang paling tua usia 74 tahun,” ucapnya.

    Ia menuturkan, bahwa tradisi Baayun Maulid merupakan simbol untuk memuliakan bulan Maulid sekaligus sebagai salah satu bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.

    Untuk itu, menurutnya leluhur, guru-guru di Banjarmasin mengajarkan setiap peringatan Maulid itu agar anak anak di ‘Ayun’. Sehingga mereka sedikit banyaknya paham akan sejarah dari kehidupan nabi.

    “Ini juga menegaskan bahwa sesuai tuntunan syariat Islam, anak-anak itu nanti akan mengikuti berbagai macam prosesi setelahnya, seperti sunat kah misalnya, atau ada yang belum di Tasmiyah, diberi nama dulu,” terangnya.

    “Sehingga ini penting untuk mendekatkan anak-anak kita kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW. Mudah mudahan setiap tahun Baayun Maulid ini bisa kita laksanakan dan terima kasih kepada semua yang sudah ikut berpartisipasi meramaikan,” tandasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Ingin Ambil Keberkahan Nenek Berusia 74 Tahun Ikuti Baayun Maulid

    Ingin Ambil Keberkahan Nenek Berusia 74 Tahun Ikuti Baayun Maulid

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi baayun maulid kembali dilaksanakan di Masjid Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin Utara.

    Menariknya dalam kegiatan baayun maulid ini, terdapat seorang nenek-nenek yang sudah berusia 74 tahun yang mengikuti kegiatan tersebut.

    Nenek berusia 74 tahun yang bernama Nurhani tersebut rupanya bukanlah warga Banjarmasin, melainkan warga dari Kabupaten Tanah Bumbu.

    Ia bersama cucunya sengaja jauh-jauh ke Banjarmasin hanya untuk mengikuti kegiatan baayun maulid ini. Terlebih kegiatan yang dilaksanakan, Senin (16/9/2024) ini bertepatan dengan hari lahirnya.

    Saat lantunan Sholawat Ya Nabi Salam ‘Alaika (Mahallul Qiyam), nenek Nurhani langsung berayun bergantian degan sang cucu, sembari ditampung tawar oleh panitia pelaksana.

    “Ini baru pertama kali saya ikut Baayun Maulid,” ujarnya.

    Baca Juga ; PTAM Intan Banjar Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hadirkan Habib Ahmad Bin Novel Bin Jindan

    Baca Juga : Tim Sepakbola PON Kalsel Siap Hadapi Jawa Barat di Babak Semifinal

    Ia pun berharap diberkahi dan diberikan umur yang panjang, dari kegiatan baayun ini. Dengan mengikuti kegiatan baayun maulid ini ia ingin dapat mengambil berkah di bulan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

    “Semoga panjang umur dan sehat. Untuk anak dan cucu saya semoga murah rezeki dan panjang umur,” pungkasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • H Yuni Sekeluarga Peringati Maulid Nabi dan Tasyakuran Rumah

    H Yuni Sekeluarga Peringati Maulid Nabi dan Tasyakuran Rumah

    JAKARTA, klikkalsel.com – H Yuni Abdi Nur Sulaiman dan isteri, Aulia Yuni Abdi beserta keluarga menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H sekaligus tasyakuran rumah yang akan ditempatinya, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2024).

    Acara diawali dengan pembacaan syair-syair maulid oleh Grup Habsyi Sabill Muhtadin pimpinan Ustadz HM Madirini dari Pisangan Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Guru Mahmud Al Banjari dari Balikpapan. Selanjutnya, penyerahan tali asih kepada 45 anak yatim piatu.

    Sementara, tausyiah agama disampaikan oleh KH Ahmad Sanusi (Guru Jaro) dari Tanjung, Kalimantan Selatan, Habib RIfky Alaydrus dari Kuningan Jawa Barat. Sedangkan doa dipimipin Habib Fahmi Al-Muhdor dari Probolinggo, Jawa Timur.

    Hadir dalam acara tersebut keluarga besar mendiang HA Sulaiman HB dan Hj Nurhayati, keluarga besar Hasnur Group, para habaib dan alim ulama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, Kerukunan Keluarga Bakumpai, YNS Center, serta para tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, H Yuni menyampaikan terima kasih atas kedatangan para tamu undangan yang telah berkenan meluangkan waktu untuk berhadir.

    Baca Juga H Yuni Terima SK Dukungan Golkar, SK Arifin Dianulir?

    Baca Juga Serius Maju sebagai Walikota Banjarmasin, H Yuni Hadiri Pengarahan Airlangga Hartarto

    “Alhamdulillah, atas ridho dan berkat rahmat Allah SWT kita semua dapat berkumpul dan bersilaturahmi. Dan kita bersama-sama mengadakan acara Maulid Nabi sekaligus syukuran rumah baru kami,” ungkap putra keenam tokoh banua dan founder Hasnur Group, almarhum HA Sulaiman HB dan Hj Nurhayati.

    “Di bulan maulid ini, Alhamdulillah kami bisa menempati rumah baru, yang mana Allah meridhoi memberikan rezeki. Dan InsyaAllah akan kami tempati mulai hari ini. Semoga rumah baru ini menjadi berkah bagi kami dan keturunan kami di masa depan,” ucap H Yuni.

    Tak lupa H Yuni mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan karunia kesehatan kepada dirinya beserta keluarga. Mengingat H Yuni baru saja berobat ke Singapura, dan dokter mengizinkannya untuk tidak di opname, hanya rawat jalan saja.

    Pada kesempatan penuh rasa kebersamaan itu, H Yuni juga mengucapkan selamat kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin Fraksi Partai Golkar yang baru saja dilantik.

    “Selamat kepada saudara-saudariku yang kemarin baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Kota Banjarmasin. Dan Alhamdulillah, posisi Ketua DPRD Banjarmasin juga dari Partai Golkar, yaitu Rudy Hariadi,” sebutnya

    Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin itu juga berpesan agar seluruh anggota DPRD Fraksi Golkar dapat menjaga dan menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat.

    “Khususnya masyarakat Kota Banjarmasin. Karena saat ini kalian adalah sebagai wakil rakyat,” pesan H Yuni mengakhiri.(restu)

    Editor : Amran

  • Lomba Gelar Iman dan Takwa Kalsel, Pemkab Banjar Kirim 6 Pelajar Pilihan

    Lomba Gelar Iman dan Takwa Kalsel, Pemkab Banjar Kirim 6 Pelajar Pilihan

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Menjelang lomba Gelar Iman dan Takwa tingkat Provinsi Kalsel, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akan mengirim 6 orang pelajar pilihan melalui seleksi, Senin (09/09/2024).

    Keenam pelajar yang akan diberangkatkan ini telah melalui seleksi ketat, yang diikuti 146 pelajar SMA beberapa waktu lalu.

    Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan, Disporabudpar Banjar, Muhari menjelaskan, jika para pelajar pilihan ini akan bertarung selama 3 hari di Hotel Roditha Banjarbaru dalam 5 cabang lomba.

    Lima cabang lomba yang akan dipertandingkan tersebut, di antaranya lomba Adzan Subuh, Juz Amma, Ceramah Agama Islam, Syahril Quran hingga Fahmil Quran.

    “Kami sangat optimis bisa menang, karena kita sudah maksimal melakukan pembinaan selama 2 pekan terakhir,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Gus Muha (sapaan akrab) menjelaskan, peluang terbesar peserta gemblengan Pemkab Banjar adalah cabang Syahril Quran.

    “Kita tidak menyepelekan cabang lainnya, kita juga berharap bisa mendapatkan gelar,” ucapnya.

    Baca Juga : Mahasiswa Kecewa, 2 Jam Menunggu DPRD Kalsel Baru Dilantik Tak Kunjung Menemui

    Baca Juga : Geopark Meratus Kantongi Tiga Penilaian UNESCO Hasil Pertemuan di Vietnam

    Lebih lanjut, Gus Muha mengaku jika kegiatan ini sangat memiliki nilai positif, serta mengembangkan nilai moral dengan pembentukan aspek keimanan dan takwa.

    “Dalam setiap dimensi kehidupan pemuda, kegiatan ini dapat meningkatkan iman dan takwa, hingga mental spiritual serta kesadaran hukum. Semoga kegiatan ini menciptakan insan muda yang berwawasan islam, serta ber-budipekerti islam yang kreatif,” harapnya. (Mada)

    Editor: Abadi

  • Hasnuryadi Sulaiman Minta Restu dan Doa kepada Gusti Rusdi Effendi

    Hasnuryadi Sulaiman Minta Restu dan Doa kepada Gusti Rusdi Effendi

    BANJARMASIN, Klikkalsel.com – Hasnuryadi Sulaiman mendatangi kediaman Pimpinan Umum Banjarmasin Post Group yakni H Gusti Pangeran (P) Rusdi Effendi AR, Rabu (28/8/2024) sore.

    Tokoh muda di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini mendatangi kediaman HG (P) Rusdi Effendi AR tidak lain untuk bersilaturahmi dan meminta doa.

    Kedatangan pria yang akrab disapa Bang Hasnur ini pun disambut hangat oleh keluarga besar HG (P) Rusdi Effendi AR beserta keluarga.

    Baca Juga : Muhidin-Hasnur Deklarasi Maju Sebagai Bacalon Gubernur dan Bacalon Wakil Gubernur Kalsel, Diusung 10 Partai

    Baca Juga : Bang Hasnur Minta Pelatih Lakukan Evaluasi dan Perbaikan di Libur Kompetisi

    Bang Hasnur pun menjelasakan, sowan ke keluarga Gusti Rusdi ini merupakan hal yang selalu dilakukan, mengingat semasa almarhum abah masih hidup, mereka berdua selalu bersama.

    “Ya pertama sebagai keluarga abah selalu mengajarkan bahwa beliau adalah saudara abah dan beliau juga sebagai ketua umum Barito Putera abadi, jadi sampai kapanpun tidak boleh diganti ujar abah” ucapnya.

    “Sehingga itu menjadi amanah kita semua, dan menganggap beliau seperti abah kami sendiri,” lanjutnya.

    Dirinya juga menyebutkan silaturahmi kepada keluarga besar HG (P) Rusdi Effendi AR ini mewakili dari keluarga besar Alm H Abdussamad Sulaiman HB dan almh Hj Nurhayati, keluarga besar Hasnur Group dan Barito Putera untuk terus terjalin.

    “kami berharap kekeluargaan kami selalu terjaga dan berharap mendoakan om Gusti Rusdi dan tante sekeluarga tetap sehat dan panjang umur, selamat, bahagia dan terkabul semua hajat, aamiin allahumaa aamiin” pungkasnya.(restu)

    Editor : Amran

  • Tertunda Pulang Karena Sakit, Jemaah Haji Tanbu Hembuskan Napas Terakhir di Tanah Suci

    Tertunda Pulang Karena Sakit, Jemaah Haji Tanbu Hembuskan Napas Terakhir di Tanah Suci

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Seorang jemaah haji Debarkasi Banjarmasin, Sasi Umrah Atar (66) asal Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang tertunda pulang karena sakit, dikabarkan menghembuskan napas terakhir atau meninggal dunia.

    Sasi wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jerman di Makkah, Arab Saudi, Senin (12/8/2024).

    Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin membenarkan kabar duka tersebut.

    Dia menjelaskan, almarhum Sasi merupakan kloter 15 Debarkasi Banjarmasin.

    “Kami turut berduka serta mendokan jemaah haji yang wafat tersebut semoga diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah,” tuturnya, Selasa (13/8/2024).

    Pada Juli lalu, almarhum Sasi dinyatakan tidak layak terbang pada musim pemulangan jemaah haji, karena sakit dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Makkah.

    Baca Juga Dua Jemaah Haji Lansia Embarkasi Banjarmasin Belum Bisa Pulang dari Tanah Suci

    Baca Juga Kloter Haji Penutup Diperkirakan Senin Dini Hari Nanti Tiba di Banjarmasin

    Waktu itu Sasi tidak ikut pemulangan ke tanah air bersama dengan seorang jemaah haji dari Kalsel lainnya yang juga dirawat di tempat yang sama yakni atas nama Muhammad Darap (64).

    “Untuk jemaah haji Muhammad Darap sebelumnya telah dinyatakan sehat oleh pihak Rumah Sakit Jerman dan dinyatakan layak untuk dipulangkan
    Oleh karenanya Muhammad Darap telah dipulangkan ke Tanah Air pada 7 Agustus kemarin dari Jedah dan tiba di tanah air pada 7 Agustus pukul 21.30 Wita Dengan Garuda Indonesia GA 981,” sebutnya.

    Sementara itu, PPIH Kalsel mencatat sebanyak 5.843 jemaah asal Kalsel dan Kalteng yang pulang ke kampung halaman masing-masing.

    Sedangkan, jumlah jemaah yang berangkat sebelumnya ada 5.853 orang. Di antara jumlah itu, ada 10 jemaah haji Kalsel dan Kalteng yang wafat di Tanah Suci. (rizqon)

    Editor : Akhmad

  • Problem Habib Palsu! Dari Cari Cuan Hingga Perempuan, Ini Solusi dari Rabithah Alawiyah

    Problem Habib Palsu! Dari Cari Cuan Hingga Perempuan, Ini Solusi dari Rabithah Alawiyah

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Belakangan ini marak kasus habib palsu yang meresahkan di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Banjar, dengan modus untuk mendapatkan uang, atau menikahi wanita.

    Kasus habib palsu ini bukan barang baru di Indonesia, bahkan saat ini cara melakukan pemalsuan nasab tersebut sudah terbilang modern, dengan membuat sertifikat sendiri yang mengatas nama-kan Rabithah Alawiyah (pencatat nasab habaib).

    Sebagai contoh kasus, yang berhasil diungkap polisi, di daerah Kalideres, Jakarta Barat, pada 5 Maret lalu. Pelaku telah mengeluarkan sertifikat palsu sebanyak 33 habib palsu. Yang lebih mencengangkan 13 diantaranya berasal dari Kalimantan Selatan.

    Meminimalisir terjadinya penyalahgunaan nasab tersebut, Humas Rabirthah Alawiyah Banjarbaru Martapura, Habib Umar Al Habsyie menerangkan, cara mengecek kebenaran seseorang yang mengaku sebagai habib, namun terdapat kejanggalan, bisa langsung melaporkan ke sekretariat pihaknya.

    “Untuk menghadapi perkara ini tidak ada cara lain, selain mendatangi Sekretariat Rabithah Alawiyah. Ketiak dia mendatangi kami, dia bisa menanyakan kebenaran nasab orang yang dimaksud,” jelasnya kepada klikkalsel.com, Sabtu (11/08/2024).

    Mengungkap habib palsu, dijelaskan Habib Umar jika pihaknya melakukan sebuah metode. Dengan menanyakan nasab tersebut, serta mencocokkan dengan nasab yang telah tercatat sebelumnya.

    “Kita tanya, dia ayahnya siapa, kakeknya siapa, berapa bersaudara, ketika bukan dari golongan habib, maka akan ada kekeliruan di sana (yang diucapkan habib palsu, red),” bebernya.

    Baca Juga : Kado Istimewa Hari Jadi Kalsel, Jalan Banjarbaru Tembus Batulicin Akan Diresmikan

    Baca Juga : Pers Kalsel Berduka, Paman Birin Kenang Selalu Ketauladanan Haji Taufik: Tokoh Panutan Yang Luar Biasa

    Bahkan Habib Umar mengakui, jika ada lembaga lain yang membuat orang menjadi habib, dengan membayar atau melihat sosok orang tersebut berpotensi menaikkan lembaganya agar terlihat benar di mata orang awam.

    “Ada organisasi yang mengeluarkan nasab juga. Mereka juga memiliki paspor (sebutan sertifikat yang dikeluarkan Rabithah Alawiya, red). Dan kami tidak bisa mengurusi mereka, karena mereka memiliki legal hukum. Jadi terserah masyarakat saja, mau percaya ke sana atau ke Rabithah,” bebernya.

    Humas Rabithah Alawiyah Banjarbaru Martapura, Habib Umar Al Habsyie saat dikonfirmasi klikkalsel.com. (Mada)

    Ditanya terkait penanganan habib palsu yang meresahkan di Kalsel, dalam setahun Habib Umar mengakui jika pihaknya selalu ada menerima laporan dari masyarakat, serta dilakukan penanganan.

    “Tiap tahun pasti ada, ana (saya, red) lupa berapa totalnya. Namun beberapa tahun belakangan kasus habib palsu ini menurun di daerah kita, setelah kita tangani,” ucapnya.

    Dalam kasus yang ditangani pihaknya tersebut, ia mengatakan target dari para pelaku habib palsu kebanyakan berada di daerah pedesaan, hingga pelosok yang jauh.

    “Modusnya kalo tidak harim (wanita, red) ya duit, atau sekadar minta dihormati, tapi ujung-ujungnya pasti dua itu,” ucapnya.

    Ia juga mengatakan, penanganan habib palsu ini tidak dilakukan pihaknya sendiri, namun juga melibatkan aparat berwajib.

    Seperti kasus yang terjadi di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu, pihaknya dibantu oleh Polsek setempat untuk menyelesaikan perkara.

    “Kami selalu dibantu dengan kepolisian, dan kami selalu berkomunikasi jika ada laporan ke kami,” tandasnya. (Mada)

    Editor: Abadi

  • PCNU Banjar Menggelar PD-PKPNU Untuk Membentuk Kader Berkualitas Membangun Daerah

    PCNU Banjar Menggelar PD-PKPNU Untuk Membentuk Kader Berkualitas Membangun Daerah

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Membentuk kader yang pemuda yang berkualitas, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar membuka Pendidikan Dasar – Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD- PKPNU) angkatan kedua, Jumat (09/08/2024).

    Pembukaan PD-PKPNU ini berlangsung di Asrama Haji, Banjarbaru, yang diharapkan dapat berperan penting dalam mendukung kemajuan daerah.

    Bupati Banjar, H Saidi Mansyur saat membuka kegiatan mengatakan, jika pemerintah daerah selalu mendukung seluruh organisasi masyarakat, termasuk NU untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah.

    Selain itu, ia mengatakan, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang keagamaan adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

    “Pendidikan dasar seperti ini (yang digelar PCNU, red) harus dimanfaatkan sebagi-baiknya, guna meningkatkan kualitas diri dan organisasi sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya selepas membuka acara.

    Baca Juga : Meriahkan Harjad Ke-74 Kabupaten Banjar, PBSI Gelar Turnamen Bupati CUP

    Baca Juga : Gelapkan Duit Perusahaan, Warga Banjarmasin Ini Dipolisikan

    Dengan adanya kegiatan ini, orang nomor 1 di Kabupaten Banjar ini berharap, agar terjalin sinergitas dan kolaborasi yang erat dengan Pemkab Banjar.

    “Saya yakin semangat yang kuat dan komitmen yang tinggi, dapat menjadikan kita semua berkontribusi secara nyata dalam membangun Kabupaten Banjar yang lebih baik,” ungkapnya.

    Sementara itu, ketua Pelaksana PD-PKPNU, Ustadz Muhammad HR menjelaskan, kegiatan ii diikuti 125 peserta, yang terdiri dari 20 persen kader wanita. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Agustus mendatang.

    “Kita selektif dalan tidak bisa semua orang yang masuk dan ada peserta prioritas kita masukkan,” ucapnya. (Mada)

    Editor: Abadi