Kategori: Advertorial

  • Tanbu Perlu Pemimpin Muda, Burhansyah : Cuncung-Alpiya Punya Peluang Besar

    Tanbu Perlu Pemimpin Muda, Burhansyah : Cuncung-Alpiya Punya Peluang Besar

    BATULICIN, klikkalsel.com – Tanah Bumbu (Tanbu) bisa terus berkembang dari berbagai aspek, sehingga diperlukan pemimpin yang mampu melayani secara maksimal.

    “Bicara soal kemampuan melayani masyarakat, saya yakin pemimpin-pemimpin muda akan lebih maksimal untuk melakukan hal ini. Mereka lebih gesit untuk bisa hadir dan mendengar kebutuhan masyarakat yang akan dilayani. Pemimpin muda pasti bisa melayani,” kata Tokoh senior Tanbu Burhansyah HS, Senin (21/9/2020).

    Menurutnya, Tanbu punya pengalaman yang manis dengan pemimpin muda. Masa kepemimpinan Mardani H Maming, Bupati Tanbu periode 2010-2018, pada masa-masa itu pembangunan Tanbu yang paling masif.

    “Di masa Mardani, infrastruktur Tanbu dibangun pesat. Kesehatan dan pendidikan gratis dirasakan merata sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Ini jadi bukti bahwa pemimpin muda memang dibutuhkan di Tanbu ini,” kata sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Penuntut terbentuknya Tanbu itu.

    Burhansyah juga melihat peluang besar tokoh muda seperti pasangan Syafruddin H Maming – M Alpiya Rakhman bisa melanjutkan kualitas layanan dan pembangunan di Tanbu.

    “Kalau kita bicara usia, Syafruddin baru 43 tahun, Alpiya masih 34 tahun. Keduanya masih muda tapi pengalamannya sudah matang. Keduanya punya peluang membawa Tanbu ini lebih maju ke depannya,” kata dia.

    Menurutnya, kontestasi Pilkada Tanbu ini juga harus dijadikan sebagai momentum melanjutkan pembangunan daerah yang sempat terhambat sejak Bupati Mardani mengundurkan diri.

    “Apa yang sudah kita miliki sekarang, harus dilanjutkan. Kita tidak perlu melihat ke belakang lagi menarik jauh ke masa Tanah Bumbu baru berdiri. Kita harus menatap ke depan, pembangunan yang ada harus dilanjutkan. Pelayanan masyarakat harus diteruskan oleh tokoh-tokoh muda,” kata Burhansyah. (rils)

    Editor : Akhmad

  • Bersaing dengan Tiga Kontestan Laki – Laki, Pengamat Politik Sebut Peluang Calon Perempuan Cukup Besar

    Bersaing dengan Tiga Kontestan Laki – Laki, Pengamat Politik Sebut Peluang Calon Perempuan Cukup Besar

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 di Kota Banjarmasin diprediksi akan lebih menarik dibanding Pilkada sebelumnya.

    Dari empat bakal calon kepala daerah yang telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) awal September lalu, ada satu sosok wanita yang mewakili kaum millenial diantara calon lainnya yang diprediksi oleh sejumlah pengamat politik, mampu bersaing ketat dengan tiga bakal calon laki – laki lainnya.

    Tentu hal ini menjadi sangat menarik, mengingat dalam beberapa kontestasi Pilkada Banjarmasin, baru Pilkada 2020 diikuti kontestan wanita dengan umur yang jauh lebih muda dibanding pasangan lainnya.

    Pengamat Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Enly Hadiannor mengatakan, dalam ilmu politik, baik laki – laki dan wanita, memiliki peluang yang sama besar, tergantung kapabilitas atau kemampuan yang dimiliki calon baik laki-laki maupun wanita.

    Begitu juga dengan usia calon, dalam ilmu politik sama sekali tidak memiliki pengaruh besar dalam mendongkrak popularitas calon.

    “Yang dilihat masyarakat adalah kemampuan calon dalam memimpin. Usia dan gender sangat relatif. Tidak bisa juga dikatakan yang muda tidak punya pengalaman. Sebaliknya yang tua juga tidak bisa dikatakan punya banyak pengalaman,” ungkap Enly sapaan akrabnya.

    Baca Juga : Komitmen Mushaffa Zakir Perjuangkan Kesejahteraan Buruh di Banjarmasin

    Dirinya mengaku kurang sependapat jika wanita disebut punya peluang lebih kecil dibanding laki – laki dalam sebuah kontestasi Pilkada. Karena realitanya kini sudah mulai banyak pemimpin wanita yang sukses merebut hati masyarakat dalam berbagai even Pilkada di Indonesia.

    Karena itulah yang paling terpenting bagi keempat calon kepala daerah menurutnya adalah kapabilitas atau kemampuan menjalankan good governace, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat 9 Desember mendatang.

    “Kapabilitas itu bisa dilihat dan pasti menjadi penilaian oleh masyarakat. Laki – laki bisa jadi pemimpin, begitu pula dengan perempuan. Di Kalsel sudah ada pemimpin perempuan yakni Bupati Batola, jadi bukan hal yang tidak mungkin wanita menjadi pemimpin di Kota Banjarmasin,” kata Dosen senior mata kuliah Pengantar dan Sistem Ilmu Politik FISIP ULM Banjarmasin itu.

    Dalam ilmu politik tidak bisa menjustifikasi laki – laki lebih berpeluang dari Perempuan. Namun sambungnya perempuan juga harus berjuang dalam kontestasi politik. Jangan apa adanya begitu saja.

    “Laki – laki dan perempuan punya hak yang sama dalam menduduki jabatan politik. Apalagi jumlah pemilih Kota Banjarmasin lebih banyak perempuan dibanding laki – laki. Jika mereka bersatu bisa saja Hj Ananda bisa mendapat suara besar dan memenangkan pertarungan,” tutupnya.(ganang)

    Editor : Amran

  • Lagi, Bupati Ansharuddin Serahkan 100 Rumah Hasil Bedah Rumah

    Lagi, Bupati Ansharuddin Serahkan 100 Rumah Hasil Bedah Rumah

    PARINGIN, klikkalsel.com – Sebanyak 100 unit rumah milik warga didua desa, Desa Banua Hanyar dan Kasai kecamatan Batumandi, diserahkan setelah dilakukan bedah rumah melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan dana pusat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) oleh Bupati Balangan H Ansharuddin, Senin (21/9/2020).

    “Hari ini kembali diserahkan 100 unit rumah warga Desa Banua Hanyar dan Desa Kasai yang mendapatkan program bedah rumah,” ujar Bupati H Ansharuddin.

    Menurut dia, dana yang diberikan kepada warga untuk membedah rumah tersebut masing-masing sekitar Rp17,5 juta.

    “Ini merupakan bentuk kerjaaama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemkab Balangan. Kami akan terus berkoordinasi, sehingga lebih banyak lagi yang bisa dibantu terutama masyarakat kurang mampu dapat memperoleh kesempatan memiliki rumah lebih layak,” terangnya.

    Disampaikannya, pada 2020 ini ada sebanyak 250 unit rumah yang dibedah (direhap, red) ditambah dana dari APBD Balangan sebanyak 50 unit rumah se kabupaten Balangan.

    “Jadi tahun ini kabupaten Balangan mendapatkan jatah bedah rumah sebanyak 250 unit dari dana pusat ditambah dari dana APBD sebanyak 50 unit jadi keseluruhannya ada 300 unit rumah warga yang mendapatkan program bedah rumah,” imbuhnya.

    Dia berharap, setelah dibedah, rumah warga tersebut dapat dihuni dengan nyaman oleh keluarga yang menerima.

    Sementara, Kepala Dinas Perkim Balangan, Akhriani bersyukur, tahun ini kecamatan Batumandi mendapatkan koata 250 unit rumah yang kurang layak huni untuk dibedah (diperbaiki, red) melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan dana pusat dari Kementerian PUPR RI.

    “Hari ini 100 unit rumah yang sudah diperbaiki kita serahkan, 75 unit di Desa Banua Hanyar dan 25 unit di Desa Kasai, ” ujarnya.

    Salah satu warga, Abdul Kasah pun bersyukur rumahnya dapat diperbaiki dan berharap agar program ini terus berlanjut.

    “Terima kasih sudah membantu memperbaiki rumah saya, harapan saya program seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

    Penyerahan 100 buah rumah hasil bedah rumah tersebut oleh Bupati Balangan, H Ansharuddin dihidiri Kepala Dinas Perkim, Akhriani, Camat Batumandi, perwakilan Danramil Batandi dan kepala Desa Banua Hanyar serta Kades Kasai. (adv/fitri)

    Editor : Akhmad

  • Cuncung Dido’akan Warga Desa Pulau Burung Memimpin Tanbu

    Cuncung Dido’akan Warga Desa Pulau Burung Memimpin Tanbu

    BATULICIN, klikkalsel.com – Rupanya sikap merakyat dan peduli ke sesama sudah tertanam dalam diri Syafruddin H Maming (SHM) atau Cuncung. Buktinya, ia merelakan gajinya untuk warga kala menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Desa Pulau Burung, pada 2012 silam.

    Karuan saja, saat ia mencalonkan sebagai bupati Tanah Bumbu (Tanbu), warga Desa Pulau Burung merespon positif.

    Bahkan dari kalangan guru, perawat hingga warga kurang mampu sangat merasakan kehadiran Cuncung yang dinilainya layak untuk memimpin Tanbu.

    Setidaknya ini seperti yang dirasakan Hermawati, warga Desa Pulau Burung, saat ditemui, Minggu (19/9/2020).

    Menurutnya, Cuncung dalam kesehariannya waktu menjabat Kades, sangat dekat dengan warga. Bahkan gajinya diberikan untuk warga dan guru serta perawat di yang ada di Desa Pulau Burung ini.

    Hermawati menyebut penerangan atau listrik yang ada di Desa Pulau Burung juga tak lepas dari jasanya. Untuk anggaran listrik bertenaga jenset biayanya Rp1,3 miliar.

    “Bantuan Cuncung itu tidak bisa dihitung, artinya sudah terlalu banyak yang bisa dirasakan warga Desa Pulau Burung di sini,” tuturnya.

    Setahun menjabat Kepala Desa Pulau Burung sekitar 2013, Cuncung mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga terpilih untuk periode 2014-2019.

    “Cuncung dan Mardani (saudara Cuncung, red), dua orang tu sudah tidak bisa dihitung jasa mereka di sini,” imbuhnya.

    Sekarang pun, lanjutnya, Cuncung masih memperhatikan warga Desa Pulau Burung. Bahkan bibit tanaman Mangrove milik warga juga dibeli oleh SHM. Tentunya ini sangat membantu perekonomian warga desa.

    “Saya berharap semoga apa yang menjadi cita-citanya Cuncung bisa dikabulkan Allah, karena dia pasti bisa menyejahterakan masyarakat Tanbu,” harapnya.

    Cuncung kini maju dalam pencalonan bupati berpasangan dengan M Alpiya Rakhman di Bumi Bersujud. (rils)

    Editor : Akhmad

  • Tertutup Baliho Paslon Lain, Warga Sukarela Pindahkan Baliho Cuncung – Alpiya

    Tertutup Baliho Paslon Lain, Warga Sukarela Pindahkan Baliho Cuncung – Alpiya

    BATULICIN, klikkalsel.com – Warga di Desa Sari Gadung, Kecamatan Simpang Empat secara sukarela bergotong-royong memindahkan baliho pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Syafruddin H Maming (SHM) atau Cuncung – Muhammad Alpiya Rakhman, Minggu (20/9/2020) siang.

    Warga terpaksa memindahkan baliho itu lantaran tertutup oleh baliho kandidat lain yang ukurannya lebih besar.

    Baliho dipindahkan dengan perlengkapan seadanya. Dibopong oleh sedikitnya 3-4 orang, kemudian baliho tersebut dipasang kembali dan tak mengganggu baliho yang lain.

    “Padahal baliho milik SHM-Alpi sudah lebih dulu ada di sini,” jelas salah seorang relawan.

    Mereka menyayangkan aksi penutupan baliho tersebut. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk kampanye yang tidak sehat.

    Namun terlepas dari itu semua, diharapkan tahapan Pilkada di Tanbu 2020 dapat berjalan kondusif.

    “Walau berbeda pilihan, tahap kampanye nanti semoga bisa berjalan damai, dan tetap saling menghormati,” jelasnya.

    Terpisah, Syafruddin H Maming meminta para pendukungnya menyikapi masalah itu dengan kepala dingin.

    “Kita sikapi saja dengan santun. Saya berterima kasih dengan teman-teman relawan yang sukarela membantu memindahkan,” ujar kata Cuncung.

    Sebelumnya, Baliho pasangan Cuncung-Alpiya yang dipasang di kawasan Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, jadi korban pengrusakan.

    “Baliho yang dirobek dipasang di posisi yang sama sekali tak mengganggu aktivitas warga. Terlebih sudah minta izin dengan pihak KPUD dan Bawaslu,” ujar anggota Tim Cuncung-Alpiya, H Hawajah.

    Ya, suksesi di pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu sudah di depan mata. Di Pilbup Tanbu 2020, Cuncung bakal tampil bersama Alpiya Rakhman. Keduanya mengusung jargon: Bersama Rakyat Kita Menang.

    Selain duet milenial yang diusung PDIP, Gerindra dan PPP itu, kontestan lainnya ialah Zairullah Azhar-M Rusli. Keduanya diusung oleh sejumlah parpol, seperti PKB, Golkar, PKS, PAN dan NasDem.

    Kemudian masih ada nama Mila Karmila. Pengusaha muda satu ini mencoba peruntungannya dengan Zainal Arifin via jalur non-partai politik. (rils)

    Editor : Akhmad

  • Merasa Diabaikan, Kaum Disabilitas Ingin Perubahan dan Pemimpin Baru di Kota Banjarmasin

    Merasa Diabaikan, Kaum Disabilitas Ingin Perubahan dan Pemimpin Baru di Kota Banjarmasin

    BANJARMASIN, klokkalsel.com – Dukungan untuk Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir Lc terus berdatangan.

    Kali ini, puluhan perwakilan kaum disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Banjarmasin, menginginkan perubahan dan pemimpin baru yang lebih peka terhadap persoalan yang mereka hadapi.

    Menyambangi Markas Pemenangan Berbenah Bersama, Minggu (20/9/2020) di Jalan Adhiyaksa, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Ketua PPDI Banjarmasin Slamet Riyadi dan kawan – kawan menyampaikan persoalan yang dihadapi kaum difabel di Kota Seribu Sungai, salah satunya sulitnya mendapat pekerjaan.

    Secara fisik lanjutnya, kaum difabel memang tidak sesempurna yang lain, namun mereka sebenarnya punya keahlian yang jarang dimiliki orang banyak, namun kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

    “Memiliki kekurangan dan keterbatasan fisik, kami tidak ingin dikasihani, cuma minta diberdayakan,” ucap Slamet mewakili ratusan kaum disabilitas di Kota Banjarmasin.

    Kehadiran Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir LC dalam kontestasi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 di Kota Banjarmasin, menjadi harapan besar bagi kaum disabilitas akan sebuah perubahan nasib, lebih dihargai, dan diberdayakan seperti manusia biasa.

    “Kami sepakat ingin pemimpin baru yang mampu membawa perubahan dan memperhatikan nasib kami. Kami sepakat mendukung Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir Lc,” tegasnya.

    Sementara itu, Hj Ananda yang berkesempatan bertatap muka dengan kaum disabilitas mengatakan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi perhatian besarnya jika dipercaya menjadi pemimpin Kota Banjarmasin.

    “Kami akan data dulu berapa persis jumlah disabilitas di Kota Banjarmasin. Nanti kita sesuaikan minat dan bakat masing – masing. Jika ada yang memiliki keterampilan menjahit, kita beri pelatihan dengan mendatangkan desainer yang ternama. Tak hanya itu kami juga akan bantu sampai agar mereka bisa mengembangkan usahanya agar mampu merekrut warga sekitar untuk bekerja,” ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin itu.

    Terkait pekerjaan dan tempat tinggal, dirinya juga berjanji akan membuat sebuah regulasi yang lebih berpihak kepada kaum disabilitas. Selama ini karena keterbatasan fisik, hampir semua perusahaan enggan mempekerjakan kaum disabilitas dan ini tentunya salah besar.

    “Meski punya keterbatasan, mereka punya kemampuan yang bahkan tidak dimiliki kita yang sempurna ini. Mereka harus diberi peran dan diberdayakan sesuai minat dan bakat masing – masing. Kami akan perjuangkan regulasi yang berpihak untuk kaum disabilitas,” pungkasnya.(ganang)

    Editor : Amran

  • Cuncung-Alpiya Punya Kriteria Memimpin Tanah Bumbu

    Cuncung-Alpiya Punya Kriteria Memimpin Tanah Bumbu

    BATULICIN, klikkalsel.com – Pilkada Tanah Bumbu (Tanbu) makin dekat. Sejumlah pihak mulai menyuarakan aspirasinya agar ke depan Kabupaten Tanbu benar-benar dipimpin oleh orang yang tepat.

    Anggota DPRD Kalsel, Fahrani, yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu periode 2010-2011, menjelaskan, sejumlah kriteria yang cocok untuk memimpin Bumi Bersujud.

    “Tanah Bumbu memerlukan sosok muda visioner, berpikiran maju, fisik yang sehat, dan pengalaman yang cukup,” kata Fahrani.

    Dia menilai pasangan Syafruddin H Maming dan Alpiya Rakhman memenuhi kriteria tersebut.

    Sebab, keduanya masih relatif muda dan energik. Fahrani juga melihat komitmen membangun daerah ada pada pasangan tersebut.

    “Kalau melihat banyaknya kemajuan di Tanah Bumbu sekarang ini, ada peran besar sosok muda bernama Mardani H Maming. Beliau membawa Tanah Bumbu berprestasi di tingkat daerah dan nasional. Saya pikir Tanah Bumbu masih memerlukan sosok muda seperti beliau. Dan itu ada pada pasangan Cuncung-Alpiya,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

    Fahrani menilai Cuncung-Alpiya bisa melanjutkan kesuksesan Mardani H Maming yang pada masa kepemimpinannya banyak mengukir prestasi gemilang.

    “Pak Mardani itu saat satu tahun memimpin langsung membangun asrama mahasiswa di Banjarmasin, Banjarbaru, Jogjakarta, Malang, dan Makassar. Beliau sangat berkomitmen soal kebijakan,” kata salah satu pendiri IKMA Tanbu ini.

    Kemudian pada tahun ketiga, Mardani H Maming menganggarkan Rp4 miliar untuk 400 mahasiswa Tanbu.

    Ketua HIPMI itu, kata dia, juga tak pernah absen menghadiri setiap undangan dari mahasiswa saat menjabat sebagai bupati Tanbu.

    “Saya kira ini juga ada pada pasangan Cuncung-Alpiya. Harapannya ke depan Tanah Bumbu bisa dipimpin anak muda lagi. Harus ada regenerasi,” tandasnya. (rils)

    Editor : Akhmad

  • Cuncung Siap Bantu Beli Hasil Panen Raya Padi di Desa Sari Gadung

    Cuncung Siap Bantu Beli Hasil Panen Raya Padi di Desa Sari Gadung

    BATULICIN, klikkalsel.com – Yayasan Haji Maming siap membeli hasil pertanian padi di Desa Sari Gadung, Kecamatan Simpang, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

    Hal itu disampaikan langsung Ketua Yayasan Haji Maming, Syafruddin H Maming (SHM). Pria yang akrab disapa Cuncung ini, saat menghadiri syukuran panen raya padi Kelompok Tani Bina Makmur dan Bina Sejahtera, Sabtu (19/9/2020).

    “Kalau masyarakat sulit untuk memasarkan atau menjualnya, kami Yayasan Haji Maming siap membantu untuk membelinya,” ungkap cuncung, anggota DPR RI ini.

    Tak pusing ke mana lagi menyetorkan hasil panennya, masyarakat merasa bersyukur atas apa yang telah diupayakan Yayasan Haji Maming.

    “Bapak SHM melalui Yayasan Haji Maming siap membeli semua hasil pertanian kami, dan ini Alhamdulillah, sehingga kami tidak bingung untuk menjual hasil tani,” ungkap Pelaksana Kegiatan Panen Raya Padi, Serma Indro Turseno, dalam sambutannya.

    Serma Indro juga mengapresiasi, aksi pemerintah daerah dan anggota dewan yang memfasilitasi pembangunan serta fasilitas pertanian di daerahnya.

    “Terima kasih sudah sangat peduli, memang ini yang kami harapkan sebagai petani, sehingga bisa maksimal untuk mendapatkan hasil tani. Kami bangga dengan mereka,” pungkasnya.

    Selain Cuncung, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Muhammad Alpiya Rakhman dan Sekretaris Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Said Ismail Khollil Al-Idrus dalam syukuran panen raya siang tadi.

    Mereka berdua turut mengapreasi kinerja para petani di Desa Sari Gadung, Kecamatan Simpang Empat.

    “Kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan petani kita yang sudah panen raya walaupun di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Alpiya Rakhman.

    Keberhasilan para petani patut disyukuri bersama mengingat mereka telah bekerja bersama dalam pemenuhan kebutuhan dan ketahanan pangan di Bumi Bersujud.

    “Hasil panen ini jelas dapat memenuhi kebutuhan lokal, khususnya di Desa Sari Gadung sendiri,” ujarnya. (rils)

    Editor : Akhmad

  • Soal PJU-TS di Tanbu, Cuncung Punya Peran dalam Memperjuangkan

    Soal PJU-TS di Tanbu, Cuncung Punya Peran dalam Memperjuangkan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Klaim anggota DPR RI Syafruddin H Maming (SHM) bersama pemerintah berhasil membangun 200 Penerapan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Kabupaten Tanah Bumbu bukan sekadar pepesan kosong.

    “Mengingat, anggota DPR RI mempunyai kewajiban untuk memastikan program itu tepat sasaran,” ucap Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM, Arif Rahman Hakim (ARH).

    Mantan wartawan ini menegaskan, DPR RI memiliki kewajiban untuk memperjuangkan daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk memeroleh pelayanan maksimal dari pemerintah.

    Begitu pula yang dilakukan anggota Komisi VII DPR RI Syafruddin H Maming atau biasa disapa Cuncung kepada masyarakat di Tanbu.

    “Terlebih Bang Cuncung merupakan putra daerah dari Bumi Bersujud,” bebernya.

    Meskipun program PJU-TS ini sudah berjalan sejak 2018 silam, sambung dia, maka anggota DPR RI bersangkutan tetap memiliki peran dalam memperjuangkan titik-titik atau lokasi pemasangan.

    “Karena itulah etika anggota DPR RI memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah tersebut,” pungkas Dosen Muda Banua ini.

    Bahkan, kata dia, Cuncung sudah membuktikan kerja konkret selama menjabat sebagai anggota DPR RI dari Dapil Kalsel II.

    Dan pada DPR RI periode 2019-2024, Cuncung ini, duduk di Komisi VII DPR RI bersama dengan 3 anggota DPR RI lain dari dapil yang sama, di antaranya Sulaiman Umar, Zairullah Azhar, dan Hasnuryadi Sulaiman HB.

    Komisi VII DPR RI dengan ruang lingkup tugas di bidang energi dan riset teknologi, bersama sejumlah mitra kerja terkait telah bersinergi dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

    Salah satunya program ‘Indonesia Terang’ dengan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS).

    PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya, sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN.

    Program Pemerintah terkait PJU-TS ini menjadi terobosan dalam menciptakan ramah lingkungan, dan upaya dalam pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.

    Sebagai wujud nyata agar program ini dapat dirasakan masyarakat Kalsel, SHM telah mengajukan pemasangan PJU-TS kepada Kementerian ESDM melalui Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di Jakarta.

    Dengan alokasi pengerjaan PJU-TS Wilayah Tengah I Khususnya Kalsel sebanyak 900 titik.

    Cuncung telah mengusulkan sebanyak 300 titik pemasangan bagi wilayah yang belum terjangkau penerangan listrik, dengan penunjukan lokasi meliputi Banjarmasin 50 titik, Tanah Laut 50 titik dan Tanah Bumbu 200 titik.

    Tenaga Ahli di Komisi VII DPR RI, Rizki Eri Munadi mengatakan, Cuncung dan 2 anggota Komisi VII dari Dapil Kalsel II bersama Kementerian ESDM sebagai mitra kerja telah berkoordinasi dalam pelaksanaan program PJU-TS atau infrastruktur lainnya dalam mendukung penerangan dan penyediaan energi di Banua.

    Disampaikannya, hanya 3 anggota DPR RI dari Kalsel II yang duduk di Komisi VII mengusulkan titik pemasangan lampu PJU-TS.

    “Dari data resume pekerjaan PJU-TS Wilayah Tengah I, Kalsel diberi alokasi 900 titik. Sekira Februari Pak Cuncung inisiasi usulan 300 titik pemasangan yang dibagi ke beberapa wilayah seperti Tanah Bumbu 200 titik, Banjarmasin 50 titik, dan Tanah Laut 50 titik. Penunjukan titik pemasangan ini hanya diinisiasi oleh Pak Cuncung, dr. Sulaiman Umar dan Bang Hasnuryadi Sulaiman,” ujarnya.

    Disinggung mengenai kritikan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), M Akram Sadli yang membantah klaim Syafruddin H Maming sebagai pengusul 200 titik PJU-TS di Tanah Bumbu, Rizki menanggapinya dengan santai.

    Ia mengatakan, Akram Sadli perlu piknik apalagi saat jelang Pilkada 2020.

    “Setiap orang punya hak untuk mengkritik, namun Bang Akram Sadli ini sepertinya perlu piknik menjelang Pilkada 2020. PJU-TS ini memang program pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat, implementasinya Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Komisi VII. Saat pengajuan pun saya juga telah koordinasi dengan Pemkab Tanah Bumbu mengenai lokasi dan perlu digaris bawahi, bahwa tanpa inisiasi dan usulan Pak Cuncung sebagai anggota Komisi VII DPR RI, 200 titik PJU-TS di Tanah Bumbu tidak akan masuk dalam proyek pemasangan. Terkait usulan ini semua sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2018,” bebernya.

    “Untuk PJU-TS di Tanah Bumbu usulan Pak Cuncung lebih banyak ketimbang anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalsel II yang lain. Anggota Komisi VII dari Tanbu ini kan ada 3 orang, yang mengusulkan untuk daerahnya hanya Pak Cuncung dan dr. Sulaiman Umar sebanyak 70 titik, minus dr. Zairullah Azhar yang tidak mengajukan,” tambahnya.

    Sebelumnya beredar pernyataan yang dilontarkan Ketua Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tanah Bumbu, M Akram Sadli.

    Dia meluruskan terkait pernyataan anggota Komisi VII DPR RI, Syafruddin H Maming yang menyatakan Program 200 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya (TS) adalah hasil perjuangan dari politisi PDIP itu.

    Menurut Arkam, PJU-TS merupakan Program Prioritas Nasional dari Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu pemasangan lampu PJU-TS lebih dari 45.000 titik baru di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

    “Termasuk di beberapa kabupaten-kota di Kalsel. Seperti 200 titik PJU-TS di Kabupaten Tanah Bumbu, serta Banjarmasin dan Tanah Laut ada 50 titik yang dikerjakan pada 2020 ini,” jelas Akram di Batulicin, Kamis (17/9/2020). (rils)

    Editor : Akhmad

  • Komitmen Mushaffa Zakir Perjuangkan Kesejahteraan Buruh di Banjarmasin

    Komitmen Mushaffa Zakir Perjuangkan Kesejahteraan Buruh di Banjarmasin

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Bakal Calon Wakil Walikota Banjarmasin H Mushaffa Zakir Lc berkomitmen untuk mendorong sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mengupayakan kesejahteraan buruh yang ada di Kota Banjarmasin.

    Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Deklarasi Relawan Buruh Kalsel untuk mendukung pasangan H Sahbirin Noor dan H Muhidin yang maju sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, Sabtu (19/9/2020) di Cafe Taher Square Banjarmasin.

    “Memang berbagai kebijakan terkait masalah kesejahteraan buruh hampir seluruhnya ada di Pemerintah Pusat. Namun masih ada berbagai kebijakan yang bisa Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin ambil untuk dapat ikut memastikan kesejahteraan buruh yang ada di Kota Banjarmasin,” tegas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Banjarmasin tiga periode itu.

    Misalnya memastikan pelaku usaha melalui Dinas Tenaga Kerja untuk dapat betul-betul memberikan upah dan jaminan sosial yang layak kepada buruhnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

    “Nantinya kita juga akan gandeng pelaku usaha agar tercipta win-win solusion yang baik antara kedua belah pihak demi kebaikan bersama,” tambah lulusan sarjana di Universitas Al Azhar Kairo Mesir tersebut.

    Baginya kesejahteraan buruh memang merupakan hal yang patut untuk diperjuangkan. Karena dengan semakin baiknya kesejahteraan buruh maka tentu kualitas hidup masyarakat di Kota Banjarmasin dapat semakin meningkat, baik di bidang kesehatan, pendidikan hingga sosial.

    Baca Juga : Perempuan PKS Siap Menangkan Hj Ananda – H Mushaffa Zakir di Pilkada Kota Banjarmasin

    “Karena itulah masalah kesejahteraan buruh akan menjadi salah satu priotas dari gerakan berbenah bersama yang kami usung di Kota Banjarmasin jika terpilih kelak,” jelas lelaki yang rutin menjadi penceramah agama di masjid-mesjid ini.

    Sementara itu, Ketua Relawan Buruh Kalsel Sumarlan SH menambahkan, akan segera melakukan silaturahmi sekaligus konsolidasi dengan pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir Lc.

    Jika nantinya dalam silaturahmi dan konsolidasi yang dilakukan didapatkan komitmen yang kuat dari pasangan ini untuk dapat memperjuangkan kesejahteraan buruh di Kota Banjarmasin, bukan tidak mungkin arah dukungan para buruh juga akan diarahkan untuk satu paket memilih pasangan AnandaMu dan PamanBirinMu di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020.

    “Untuk di Kalsel saja jumlah buruh yang terdaftar asosiasi buruh mencapai 50.000 Orang, sedangkan untuk di Kota Banjarmasin kurang lebih sebanyak 16.000 orang. Kami tentunya siap mengarahkan dukungan jika memang ada pasangan calon kepala daerah yang peduli terhadap kesejahteraan para buruh, khususnya di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.(ganang)

    Editor : Amran