Religi

Ini Dua Petuah Mendiang Guru Zuhdi yang Selalu Hasnur Amalkan

BANJARMASIN, klikkkalsel.com – Haul pertama KH Ahmad Zuhdiannor berlangsung khidmat di kubah atau makam ulama kharismatik banua itu di Jalan Antasan Kecil, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (20/4/2021) malam. Berhadir di tengah haul, Hasnuryadi Sulaiman mengungkapkan dua hal petuah sang guru yang selalu akan ia amalkan hingga saat ini.

Haul perdana ini tidak digelar secara akbar dan hanya diikuti pihak keluarga, kerabat dan habaib Guru Zuhdi lantaran masih di tengah masa pandemi Covid-19. Walaupun demikian, tak mengurangi esensi pelaksanaan haur.

Hasnur bersyukur haul Guru Zuhdi dapat terlaksana dengan penuh khidmat dan sederhana. Apalagi banyak di beberapa majelis juga menggelar haul Guru Zuhdi. Menurutnya, hal tersebut adalah wujud cinta masyarakat kepada Guru Zuhdi yang dikenal sebagai ulama penerus Guru Sekumpul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, Martapura.

Putra dari pasangan tokoh banua almarhum H Abdussamad Sulaiman dan almarhumah Hj Nurhayati ini mengungkapkan, dua hal petuah Guru Zuhdi yang selalu ia ingat dan amalkan yaitu ‘Kebersamaan dan Kekeluargaan’. Pesan Guru Zuhdi tersebut, ujar Hasnur, selalu diserukan saat almarhum memotivasi para jajaran manajemen dan Laskar Antasari PS Barito Putera.

“Sebagai Ketua Dewan Penasehat, beliau banyak mengajar nilai-nilai kepada kita semua. Salah satunya Kebersamaan dan Kekeluargaan, tuturnya.

Petuah Guru Zuhdi tentang ‘Kebersamaan dan Kekeluargaan’ itu, ujar Hasnur, terbukti terjadi saat pelaksanaan haul. Berbagai lapisan masyarakat, tokoh, dan ulama serta habaib berkumpul saling bersilaturahmi di tengah menghadiri haul.

“Walaupun tidak ada undangan secara resmi tapi kita datang untuk berziarah dan bersilaturahmi. Ada juga Guru As’ad, Guru Kipli di sini, tadi hadir Paman Birin di sini, pak Rosehan, dan para ulama, para habib semua. Ini bukti, ada dan tidak ada beliau secara fisik menyatukan kita semua, mengajarkan kita tentang kesatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Hasnur berharap nilai-nilai kebajikan yang diajarkan Guru Zuhdi semasa hidup dapat diamalkan masyarakat, secara khusus ia pribadi.

“Mudah-mudahan ini membuat bumi Kalimantan Selatan tambah damai. Kita tambah rakat, bahwasanya kita ini adalah satu. Mudah-mudahan kita bisa mengabdi untuk masyarakat banua tercinta. Aamiin allahumma aamiin,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Majta, Muhammad Nida Udin mengatakan pihaknya selaku penyelenggara haul Guru Zuhdi tidak menggelar acara secara umum. Namun, dia menerangkan Majta tidak dapat melarang orang yang datang untuk berziarah di momen pelaksanaan haul.

Seperti yang diajarkan Guru Zuhdi, sebutnya, tamu adalah raja. Sebab itu, setiap orang yang datang dilayani secara ekstra dengan disertai penerapan protokol kesehatan.

“Tamu adalah raja. Apalagi yang datang itu tamu Guru Zuhdiannor semaksimal mungkin, kami Majta layani. Rekan-rekan Majta, sudah dari awal diajarkan abah Haji Guru Zuhdi sewaktu beliau masih hidup agar untuk saling-tolong menolong,” tukasnya. (rizqon)

Editor : Akhmad

To Top