IG dan FB Pakai Nama Guru Zuhdi Minta Sumbangan, Guru Zuhdi : Saya tidak Punya Akun Medsos

IG dan FB catut nama Guru Zuhdi untuk minta sumbangan. (foto : Capture Grup FB Sekilas Info/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Warga net kembali dihebohkan dengan akun instagram (IG) dan Facebook (FB) yang mengatasnamakan Ahmad Zuhdiannor atau dikenal dengan Guru Zuhdi.
Sebab, akun tersebut dipakai minta sumbangan uang Rp650 ribu untuk kekurangan buka puasa dengan anak yatim, yakni biaya nasi dan air mineral.
Itu terungkap dari postingan Amil Saputra di Grup FB Sekilas Info, yang memuat percakapan pelaku dengan pengguna net yang lain.
Pelaku menulis “Handak beacara buka puasa lawan anak yatim piatu… sedangkan ini lagi kekurangan dana nasi sudah dipesan.” Lalu dijawab “Berapa kurangnya guru.” Kemudian pelaku membalas lagi “Sekitar Rp650 ribu.”
Lalu meminta ditransfer ke rekening orang lain, yang disebut sering membantu kegiatan majelis.
Tidak mau ada pihak dirugikan, Amil Saputra kemudian menyebut akun tersebut palsu, hanya mengatasnamakan Abah Haji Zuhdi.
“Ulun handak mehabarkn klw ada di Medsos (Ig&Fb). Yg meatas namakn Abah Haji Zuhdi. ITU LAIN SIDIN, Mohon di bantu kawanan, ” katanya dalam postingan di Grup FB Sekilas Info, Ahad (12/5) pada jam 19.43 WITA.
Sejak berita ini ditulis, postingan status tersebut kemudian puluhan kali dibagikan, dan sontak saja dibanjiri komentar warga net yang geram dan mengutuk aksi pelaku yang mencatut nama Guru Zuhdi.
Setelah akun tersebut beredar, jamaah pengajian KH Ahmad Zuhdiannor atau dikenal Guru Zuhdi akhirnya mendapatkan kepastian, kalau akun yang memakai nama ulama kharismatik Banua tersebut adalah palsu.
Guru Zuhdi menyatakan, kalau dirinya tidak pernah membuat apalagi memiliki akun di media sosial, seperti IG ataupun FB. “Jadi akun medsos itu bukan milik saya, hanya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan untuk keuntungan pribadi,” ujarnya, saat memberikan tausiah di hadapan jamaah usai sholat Tarawih berjamaah di Masjid Jami, Senin (13/5) malam.
Ia pun mengimbau, warga jangan sampai termakan omongan pengguna akun tersebut, apalagi sampai menyerahkan uang dan sebagainya. Mengingat, pengguna akun itu sudah meminta sumbangan dengan alasan untuk berbuka puasa dengan anak yatim.
“Saya tidak pernah meminta sumbangan, apalagi melalui medsos,” katanya.
Diharapkannya, pengguna akun tersebut tidak lagi meneruskan perbuatannya yang merugikan orang lain dan dirinya. (wahyu)

Editor : Farid