Gubernur Kalsel Minta Kepastian PLN, Pemadaman Bergilir Berakhir Awal Agustus

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin melontarkan ultimatum keras kepada PT PLN UID Kalselteng.

Ia menegaskan,akan menagih janji PLN yang sebelumnya menyatakan pemadaman listrik bergilir di Kalsel akan berakhir pada awal Agustus 2026.

“Kita akan tagih janji PLN. Kenapa pemadaman aliran listrik masih terus terjadi?” tegas Muhidin usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kalsel, Selasa (28/7/2026).

Muhidin mengungkapkan, dirinya telah menghubungi pihak PLN untuk meminta penjelasan terkait masih seringnya pemadaman listrik di sejumlah daerah. Dari penjelasan yang diterimanya, gangguan disebabkan kebocoran boiler pada salah satu pembangkit listrik di Kalimantan Timur.

Menurutnya, persoalan tersebut juga telah disampaikan dalam berbagai forum, termasuk saat pertemuan di Polda Kalimantan Selatan.

Di saat yang sama, kata Muhidin, pihak PLN juga sedang menggelar pertemuan di PLTU Asam-Asam guna membahas langkah penanganan gangguan sistem kelistrikan.

Baca Juga : PLN UPT Balikpapan dan YBM PLN Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Dhuafa pada Muharram 1448 H

Baca Juga : Rumah Gubernur Kalsel Ikut Padam, Muhidin Ajak Warga Kalsel Hemat Listrik 40 Persen

Meski demikian, Muhidin menegaskan masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar alasan.

“Kita tagih janji GM PLN, karena pemadaman aliran listrik masih berlangsung, bahkan makin parah,” ujarnya.

Muhidin mengingatkan, PLN sebelumnya berkomitmen pemadaman tidak lagi terjadi pada awal Agustus 2026 setelah proses perbaikan sejumlah pembangkit selesai dilakukan.

Apabila janji tersebut kembali tidak dipenuhi, Muhidin memastikan akan membawa persoalan itu ke tingkat pusat.

“Kalau masih terjadi lagi, GM PLN Kalselteng akan saya laporkan ke pusat. Kalau perlu, GM PLN diberhentikan saja,” tegasnya. (azka)

 

Editor : Akhmad