Foto Guru Sekumpul dan Al-Qur’an Tidak Ikut Terbakar

Rak berisikan Al-Qur'an dan bingkai foto gambar Guru Sekumpul tidak hancur terbakar meski kebakaran hebat melanda Alalak Selatan. (foto : nuha/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel ā€“ Ada fenomena aneh saat musibah kebakaran yang terjadi di Alalak Selatan pada Selasa (10/9/2019) subuh tadi. Meski mengakibatkan puluhan rumah rata dengan tanah, di balik itu ada beberapa keanehan serta keajaiban menyelimuti.

Seperti yang terjadi di rumah seorang korban kebakaran Hj Rabiatul Adawiyah, di dalam rumahnya terdapat bingkai foto ukuran besar gambar seorang ulama asal Kalimantan Selatan (Kalsel), KH Zaini bin Abdul Ghani atau yang akrab disapa Guru Sekumpul dan rak besar yang berisi kitab suci Al-Qur’an yang tidak ikut terbakar.

Ia mengatakan saat kebakaran berlangsung dirinnya tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumahnya.

“Mau menyelamatkan tetapi tidak diperbolehkan anak, soalnya kelihatannya api itu jauh. Ternyata angin cukup kencang hingga apinya juga sampai ke sini (ke rumahnya, red),” ujarnya.

Namun, kobaran api yang begitu besar tak sampai menghanguskan foto Guru Sekumpul dan rak yang berisikan Al-Quran di dalam rumahnya itu.

Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

Di lokasi yang sama, terlihat di kejauhan Ibu dan Anak sedang duduk beralaskan terpal juga beratapkan terpal dengan membangun gubuk seadanya.

Beberapa wartawan yang melihat terbawa mendekati gubuk tersebut, kemudian beberapa pertanyaan ikut tertumpah.

Nama ibu itu Liah, menceritakan sewaktu kebakaran tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga, hanya mampu membawa ijazah dan sepeda roda dua. Anak tersebut merupakan cucunya bernama Fahmi Nuri, ibunya Elita sedang bekerja.

“Ketika suara pukulan tiang listrik berbunyi api sudah sangat besar, kami tidak bisa menyelamatkan apapun,” kata Liah.

Sekedar diketahui, kebakaran di Alalak Selatan RT 04 dan 05 mengakibatkan 64 buah rumah hangus terbakar serta menyebabkan 222 jiwa dari 75 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, saat ini korban sangat memerlukan kepedulian masyarakat khususnya yang berada di Kota Banjarmasin. (nuha)

Editor : Farid