Era 5.0, Akan Mengubah Cara Hidup Termasuk Dunia Pendidikan

Kuliah Umum Mahasiswa FKIP Uniska, dalam tema Peran Pendidikan di Era 5.0 (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel- Perkembangan semakin maju dan sekarang memasuki era 5.0 teknologi semakin canggih jika tak diimbangi pasti akan tertinggal.

Dr. H. Arif Sriwiyana, M.Pd menyampaikan hal tersebit dihadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Keguruan Ilmu Pendidkan Uniska pada kuliah umum yang bertemakan ‘Peran pendidikan di era society 5.0’, di Aula Kopertis, Jalan Adyaksa, Rabu (11/9/2019).

Era society 5.0 atau era masyarakat 5.0 merupakan teknologi digital yang diaplikasikan dan berpusat pada kehidupan manusia itu menurut pemateri, Dr. H. Arif Sriwiyana, M.Pd dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalsel, transformasi digital telah mengubah berbagai kebiasaan dan cara hidup masyarakat termasuk pendidikan.

“Dunia pendidikan sudah saatnya mengikuti dengan kondisi zaman sekarang ini. Kalau tidak, akan tertinggal dan tidak bisa bersaing dengan kampus-kampus lainnya,” katannya disela acara yang diikuti kurang lebih 250 mahasiswa baru.

Lantas bagaimana cara menghadapinya terlebih dari sisi pendidikan. Arif menjawab caranya misalnya dengan pemberian tugas berbasis IT, jadi dalam proses ajar mengajar perlu diselipi dengan sentuhan teknologi.

“Mahasiswa harus mengikuti perkembangan jaman, misalnya pembelajaran tidak lagi dengan cara lama, namun dengan sentuhan teknologi. Dalam materi ini banyak disampaikan salah satu triknya seperti memberikan tugas dengan teknologi IT, ” katanya.

Sementara itu, Dekan FKIP Uniska, Okviyoandra Akhyar, mengungkapkan kuliah umum ini diikuti kebanyakan dari mahasiswa baru.

Adapun tuntutannya yakni agar mahasiswa bisa menyesuaikan dengan zaman sekarang. Dengan pemanfaatan teknologi sekarang ini mahasiswa jangan sampai gaptek.

Karena walau bagaimanapun dunia kerja saat ini sudah banyak menjalankan sistem IT.

“Mahasiswa yang gaptek tidak akan bisa berkembang di era sekarang ini,” katanya singkat.

Wakil Rektor l Uniska, DR Jarkawi, mengungkapkan ketidakinginannya Mahasiswa Uniska tidak mengikuti perkembangan teknologi atau gaptek. Kerena baginya, dengan mengikuti teknologi mahasiswa akan mudah berkembang dan ilmunya bisa diterima di masyarakat.(azka)

Editor : Amran