Disdik HST Komitmen Majukan Pendidikan di Desa 3T

Plt Kepala Dinas Pendidikan H Muhammad Anhar bersama Wakil Bupati HST H Mansyah Saberi memberikan keterangan media. (foto : dayat/klikkalsel.com)

BARABAI, Klikkalsel.com – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang kondisi georgrasfisnya memiliki rentetan Pegunungan Meratus hingga daerah rawa.

Wajar jika, banyak memiliki daerah atau desa terisolir yang tergolong 3T (Terdepan Terpencil dan Tertinggal) dan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan segala hal, salah satunya bidang pendidikan.

Diantara lokasi yang sulit dijangkau itu yakni, Desa Juhu, Desa Aing Bantai, Desa Batu Perahu, Desa Datar Ajab dan beberapa desa lainnya yang berada di Kecamatan Batang Alai Timur dan Hantakan.

Walaupun begitu, Plt Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar tetap berkomitmen memajukan pendidikan di daerah 3T.

Menurut dia, mulai tahun ini menyasar dan merancang pemprioritasan pendidikan daerah-daerah 3T di Kabupaten HST itu.

“Daerah-daerah pelosok itu istilahnya 3T. Kita mulai menyasar bagaimana kedisiplinan guru, bagaimana pembunuhan jumlah gurunya yang sesuai dengan murid pada daerah tersebut,” ungkapnya, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga : Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Ketenagakerjaan, Kejari HST Gelar Forum Koordinasi Pengawasan Bersama BPJS dan 11 SKPD

Baca Juga : Percepatan Vaksinasi Anak, Polres HST Fasilitasi Layanan Antar Jemput

Dengan begitu, orang lokal itu dapat melanjutkan pendidikan sampai dengan jenjang sarjana. Sehingga nantinya membangun kembali ke desanya.

“Seperti di daerah Batang Alai Timur itu banyak yang kita prioritaskan adalah orang-orang setempat yang memang berhasil dengan didikan sekolah dan jadi sarjana, kemudian balik lagi ke asalnya untuk membangun desa guna memotivasi rekan-rekan dan anak-anak setempat,” tambahnya.

Terkait infrastruktur, diakatakannya, pihaknya lagi menyusun rencana induk rehabilitasi sekolah dan pada tahun ini akan segera dirampungkan.

“kita sudah mensinkronkan kondisi real dengan data Dapodiknya. Sehingga nanti itu dapat diakomodir oleh pemerintah pusat melalui dana DAK,” bebernya.

Selanjutnya, kalau tidak dapat diakomodir juga, Pemerintah kabupaten secara bertahap akan membangun sendiri sesuai dengan urgensinya.

“Contohnya seperti di SDN Haruyan Dayak 4, tidak pakai dana pusat melainkan pakai dana kabupaten. Daripada menunggu dana pusat lama sekali, karena ini urgensi yang hancur imbas terkena banjir kita bangun tahun ini SDN Haruyan Dayak 4 itu dan kita selesaikan,” ungkapnya.

Wakil Bupati HST H Mansyah Saberi menambahkan, program utama pihaknya bukan mengunggulkan sumberdaya alam untuk digarap. Melainkan, sumber daya manusianya lah yang harus dibangun agar berkualitas.

“Yang penting itu, kita kedepan bukan sumber daya alam yang kita garap. Sumber daya manusia harus pintar semua itu program utama kami,” tukasnya. (dayat)

Editor : Akhmad