Dipastikan Negatif Corona, 8 Mahasiswa asal Kalsel Dipulangkan dari China

Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau. (foto: Kementerian Luar Negeri RI)

BANJARMASIN, klikkalsel.com – 238 Warga Negara Indonesia (WNI) asal China menjalani karantina di Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna Kepulauan Riau, selama 14 hari. Mereka dijadwalkan akan pulang ke daerah masing-masing pada Sabtu (15/2/2019), diantaranya ada 8 mahasiswa warga Kalsel yang turut dipulangkan.

Pemulangan dijadwalkan Sabtu pagi, dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Syamsudin Noor. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Sekdaprov Kalsel), Abdul Haris  mengatakan tak ada penyambutan khusus kedatangan mahasiswa tersebut.

Haris menyebutkan, mereka dipastikan sehat dan tidak terpapar virus Corona setelah menjalani observasi selama karantina. Menurutnya, begitu dinyatakan pemerintah pusat dikembalikan ke daerah asal, itu artinya Mereka dalam kondisi sehat.

“Memang benar mereka akan dipulangkan, tapi tidak ada perlakukan khusus. Justru aneh kalau diperlakukan khusus karena mereka sudah sehat,” tuturnya Haris, Jumat (14/2/2020).

Kepala Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, Heriansyah menambahkan mahasiswa asal Kalsel tersebut akan pulang secara mandiri. Setelah diantarkan pemerintah pusat sampai Bandara Halim.

Lanjut, Kata Heri, informasi yang diterima pihaknya, dari sembilan orang itu, ada 1 orang yang tak ke Kalsel. Namun, pulang ke Surabaya, Jawa Timur. Dia memastikan, semua mahasiswa yang pulang nanti akan membaur dengan penumpang lain. Lantaran sudah dinyatakan tak terpapar Corona atau dinyatakan sehat.

“Mereka juga dibekali surat keterangan sehat yang diberikan Kementerian Kesehatan, karena sudah sehat tidak ada perlakuan khusus lagi selayaknya masyarakat biasa mereka bisa membaur,” sebutnya.

Sekedar diketahui informasi dihimpun, delapan mahasiswa itu terbagi menjalani kuliah di Hubei University of Science and Technology dan di Hubei Polytechnic University.

Selama kuliah di Cina, mereka tinggal di kota Xianning dan Huangshi. Dua kota ini termasuk bagian dari Provinsi Hubei, sama dengan Kota Wuhan pusat sebaran virus corona. Xianning berjarak 97 kilometer dari Wuhan dan Huangshi berjarak 100 kilometer. (rizqon)

Editor : Akhmad