Banjarmasin

Dinas Perdagangan Kalsel Tak Berani Gelar Operasi Pasar

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kebutuhan bahan pokok sudah menjadi tradisi jelang Ramadhan ditambah kondisi tanggap darurat Covid-19.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel H Birhasani, mengatakan kebutuhan bahan pokok Kalsel sangat tergantung dari daerah Jawa Timur, Sulawesi, NTB dan NTT.
“Memang saat ini bahan pokok yang paling melonjak adalah gula,” katanya, Senin (23/3/2020)
Permasalahan naiknnya harga gula tersebut dialami di daerah lainnya. Mengingat, sejumlah pabrik-pabrik di wilayah Indonesia banyak yang tidak jalan akibat tidak ada bahan baku.
“Tebu yang merupakan bahan baku penen di Juni mendatang,” katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah mencoba mengekspor dari luar untuk stok gula dan kemungkinan datant pada April 2020.
Dikatakannya, saat ini ketersediaan gula hanya mampu bertahan beberapa mingu saja.
Namun warga jangan khawatir, sebab dalam beberapa minggu ke depannya akan masuk gula dari distributor.
“Untuk stok gula memang tinggal beberapa minggu ke depan namun seiring waktu akan ada stok yang masuk,” ujarnya.
Di tengah kondisi itu, ia menyatakan, operasi pasar belum ada kepastian sebab ada info dilarang mengumpulkan masyarakat akibat pedemi virus corona.
“Kami tidak berani melaksanakannya meskipun data dan lokasi kami sudah lengkap,” ucapnya
Sementara bahan pokok lainnya seperti minyak, cabe, bawang masih bisa teratasi dan memiliki stok yang aman.
“Bahkan untuk minyak goreng stoknya sangat banyak,” tutupnya. (azka)
Editor : Akhmad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top