Delapan SMPN Harus Menunda PTM karena Berada di Zona Oranye

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dari hasil rapat evaluasi yang dilakukan Pemko Banjarmasin terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang telah berjalan sepekan, pada Sabtu (17/7/2021) lalu, diputuskan bahwa PTM kembali akan dilanjutkan.

Berdasarkan hasil evaluasi bersama Tim Satgas Covid-19, pelaksanaan PTM sepekan yang lalu dianggap berjalan lancar, dan tidak terjadi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Namun dalam sepekan berjalannya PTM ditemukan beberapa kasus temuan baru yakni, adanya guru dan siswa yang terpapar Covid-19 dari kluster keluarga.

Dari data yang dihimpun, terdapat 3 siswa dan 1 guru SD di Banjarmasin yang terapapar Covid-19. Sedangkan untuk jenjang SMP, terdapat 1 siswa dan 1 guru yang terapapr Covid-19 selama pelaksanaan PTM.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, menyampaikan bahwa di Banjarmasin saat ini sudah ada sebanyak 23 zona oranye.

Sehingga sejumlah sekolah di kawasan zona oranye terpaksa dihentikan sementara pelaksanaan PTM.

Kelapa Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Banjarmasin, Sahnan, mengatakan bahwa sedikitnya tersapat delapan SMP Negeri yang masuk dalam zona oranye, dan terpaksa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kedelapan SMPN tersebut yakni, SMPN 5, SMPN 11, SMPN 19, SMPN 23, SMPN 24, SMPN 30, SMPN 33 dan SMPN 35 Banjarmasin.

“Ada delapan sekolah yang tempat di RT nya zona oranye. Mereka tidak bisa PTM. Itu juga termasuk siswa yang tepat berada di RT zona oranye harus ditunda PTM nya jadi belajar PJJ dulu,” ucap Sahnan.

Kebijakan yang sama menurut Sahnan, juga ditujukan terhadap SMPN 33 Banjarmasin yang sempat ditemukan salah seorang guru positif Covid-19.

Namun ternyata di SMPN 33 Banjarmasin tidak ada masalah, bahkan dari uji Swab guru yang bersangkutan Sabtu lalu, (17/07), ternyata hasilnya negatif.

“Baru 6 hari dinyatakan positif negatif, apakah kesalahan periksa atau gimana. Tapi tetap kita tunda sampai rabu nanti,” terangnya.

Sementara itu, untuk PTM di SD hingga sampai saat ini masih belum diketahui berapa jumlah sekolah yang di tunda, hal ini dikarenakan Kepala Bidang Bina SD, Nuryadi hingga sampai saat ini masih belum memberikan keterangan.

Namun diketahui, bahwa terdapat satu SD yang harus menunda PTM yakni SDN Pengambangan 8, dikarenakan adanya Guru dan Murid yang terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.(fachrul)

Editor : Amran