Cegah Tawuran Remaja, Satpol PP Diminta Gencar Patroli Rutin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Maraknya aksi tawuran yang melibatkan remaja di Banjarmasin banyak disayangkan dan disorot sejumlah pihak dan kalangan. Salah satunya, Anggota DPRD Banjarmasin Aliansyah.

Bahkan, ia menilai, meningkatnya aksi kekerasan jalanan, penggunaan senjata tajam, hingga munculnya kelompok atau geng remaja, berpotensi merusak citra Kota Seribu Sungai, sebagai daerah tujuan wisata dan pusat kegiatan ekonomi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baginya, kondisi keamanan yang kondusif, merupakan salah satu faktor utama, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebaliknya, jika Banjarmasin dipersepsikan sebagai kota yang rawan tindak kriminalitas dan tawuran, masyarakat dari luar daerah akan berpikir ulang untuk datang berkunjung.

“Kalau Banjarmasin aman, otomatis masyarakat dari luar daerah akan ramai datang ke kota ini. Mereka akan merasa nyaman berbelanja, berwisata, maupun menikmati suasana kota. Namun, apabila remaja-remaja kita justru sering tawuran, membawa senjata tajam, dan muncul geng-geng yang meresahkan, tentu hal itu akan membuat orang luar takut untuk datang ke Banjarmasin,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Dia berharap, aparat dan instansi terkait meningkatkan langkah-langkah preventif, guna menekan potensi tawuran remaja. “Salah satunya dengan memperbanyak patroli di kawasan yang selama ini, dianggap rawan terjadinya aksi kenakalan remaja,”  imbuhnya.

Politisi PKS ini secara khusus meminta, Satpol PP Banjarmasin lebih intensif melakukan patroli, terutama pada malam hari di titik-titik rawan yang sering menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja.

“Kehadiran petugas di lapangan tentu akan memberikan efek pencegahan dan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Aliansyah juga mendukung rencana Pemko Banjarmasin untuk menjalankan program pembinaan remaja melalui sistem barak, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan.

“Kalau memang ada rencana program pembinaan melalui barak, kami mendukung agar segera dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki perhatian dan keseriusan dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif,” ujarnya.

Meski demikian, peran keluarga tetap menjadi faktor paling penting, dalam mencegah anak-anak terlibat tawuran maupun tindakan kriminal lainnya. “Orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak, mengetahui lingkungan pergaulannya, serta memastikan keberadaan mereka saat berada di luar rumah,” tuturnya. (farid)

Editor : Amran