Baru PAN dan Gerindra Laksanakan Pendidikan Politik

Kabid Politik Kesbangpol Banjarmasin Khairil Hidayat. (foto : farid/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Sejak dana bantuan parpol dicairkan Pemko Banjarmasin melalui Badan Kesbangpol Banjarmasin, baru dua parpol yang melaksanakan kegiatan pendidikan politik.

Padahal dana bantuan parpol itu, dipakai untuk kegiatan pendidikan politik dan sekretariat.

“Dari 10 parpol hasil Pileg 2019 yang duduk di DPRD Banjarmasin dan menerima dana bantuan politik, baru ada dua parpol yang telah melakukan kegiatan pendidikan politik,” ujar Kabid Politik pada Badan Kesbangppol Banjarmasin, Khairil Hidayat, usai memberikan sambutan mewakili walikota Banjarmasin pada kegiatan Workshop Public speaking dan Motivasi Kepemimpinan DPD PAN Banjarmasin, di Grand Mentari Hotel Banjarmasin, Selasa (24/12/2019).

Dikatakannya, dua parpol yang melaksanakan pendidikan politik adalah Partai Gerindra dan PAN.

Pun demikian, ia menyebut sudah ada beberapa parpol yang sudah melakukan kegiatan serupa. Namun, pelaksanaannya hanya secara internal.

“Kita maklum, karena nilai bantuan parpol tidak semuanya berjumlah banyak,” katanya.

Menurut dia, saat ini Perda Banjarmasin tentang pemberian bantuan politik sudah tak sesuai sehingga diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) tentang bantuan politik. Karena payung hukum milik Banjarmasin itu tidak memuat bantuan parpol, yang salah satunya untuk kegiatan pendidikan politik.

Nah, kata dia, mengacu belied tersebut parpol penerima bantuan, diharuskan melaksanakan pendidikan politik serta sekretariat.

“Karena pendidikan politik lebih penting, jadi lebih besar 51 persen dibandingkan dari kegiatan sekretariat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk nilai bantuan masing-masing parpol bervariasi tergantung jumlah perolehan suara.

“Satu suara diharga Rp3.300 lebih sekian. Bantuan diberikan satu tahun sekali,” timpalnya.

Khairil enggan memastikan, parpol yang tak melaksanakan kegiatan pendidikan politik terancam sanksi tak dapat bantuan di tahun berikutnya. Sebab, pemeriksaan dan audit dana bantuan itu ada di BPK.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kalsel H Faisal Hariyadi memastikan, bantuan parpol sangat penting dipakai untuk kegiatan pendidikan politik.

“Selain sebagai silaturrahmi, kegiatan itu juga bisa dijadikan konsolidasi serta pembelajaran politik,” ujarnya usai mewakili ketua DPD PAN Kalsel membuka kegiatan workshop PAN Banjarmasin tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin ini berharap, kegiatan semacam ini terus dan rutin dilaksanakan. (farid)

Editor : Amran