BANJARMASIN, klikkalsel.com – Masuk sebagai zona merah, kasus positif Corona di Banjarmasin kian melonjak. Data Tim Gugus Tugas P3 Banjarmasin, Rabu (8/4/2020) jam 07.00 Wita, jumlah positif Covid-19 sudah menjadi 14 orang.
Kemudian sudah ada tiga pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh masih nol.
Untuk jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Banjarmasin menjadi 170. “154 kasus lama dan terbaru ada 16 orang,” ujar Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat ekpose penanganan Corona di ruang paripurna DPRD Banjarmasin, Rabu (8/4/2020).
Selain itu, di Banjarmasin juga terdapat 169 orang tanpa gejala (OTG). Bagi Ibnu, kategori ini yang berbahaya, karena kondisi badannya sehat dan tak menunjukan gejala tapi membawa virus Corona. “Ini yang dikhawatirkan berkeliaran, dan malah menjangkiti warga yang lain,” ungkapnya.
Ia menyebut di Banjarmasin penyebaran virus Corona terbagi empat kluster, yakni kluster pasien Ulin 1, Kepala Balai, Gowa dan Jawa Barat.
“Kluster kepala balai sudah dilakukan rapit test untuk para pegawainya dan hasilnya negatif, sedangkan sudah dilakukan karantina untuk yang pernah ada kontak dengan Ulin 1” katanya.
Khusus kluster Gowa dari data ada 200 warga Banjarmasin yang baru pulang dari Gowa. Namun, dari hasil tracking baru 125 orang yang lapor. “Kemudian dari 125, ada 79 yang menjalani rapid test, hasil 4 orang positif Corona,” tuturnya.
Sementara untuk kluster Jawa Barat tetap dalam pengawasan, karena ada temuan kasus di daerah lain usai mengikuti kegiatan keagamaan dari Bogor dan Depok.
Menurut Ibnu pembagian kluster tersebut untuk memudahkan penanganan Corona baik lewat tracking dan skrining, termasuk daerah tempat tinggalnya dilakukan disinfektan, warga setempat diminta menggunakan masker dan menjalankan PHBS. (farid)
Editor : Amran





