Areal Blank Spot Hambat Proses E-Coklit Pilkada Kalsel

Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa turun tangan membantu Pantarlih melakukan coklit warga.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sepekan lebih tahapan pencocokan dan penelitian atau Coklit Pilkada Serentak 2024, KPU Kalsel menerima laporan bahwa petugas mengalami hambatan di lapangan. Hambatan tersebut khususnya terjadi pada area blank spot untuk dilakukan E-Coklit.

Komisioner KPU Kalsel Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Arif Mukhyar menerangkan area susah sinyal jadi kesulitan tersendiri bagi Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih).

Area tersebut salah satunya di Desa Tanjung Kecamatan Bajuin, Tanah Laut. Hingga akhirnya Pantarlih hanya bisa melakukan coklit secara manual.

“Sedangkan E-Coklit harus menunggu bergeser ke luar areal blank spot,” ucapnya, Selasa (2/7/2024).

Sejauh ini, Arif mengatakan, pihaknya baru menerima laporan kendala terkait itu. Meski demikian, KPU Kalsel tetap menghimpun progres proses coklit setiap pekan. Rencananya, hari ini KPU Kalsel menggelar rapat terbatas bersama jajaran 13 kabupaten/kota

“Dalam rapat itu nanti kami menerima laporan secara rinci terkait progres dan kendala keseluruhan yang dihadapi Pantarlih,” pungkasnya.

Baca Juga : Ketua KPU Kalsel Turun Tangan Bantu Petugas Lakukan Coklit Pilkada ke Rumah Warga

Baca Juga : Panitia Peluncuran Pilkada Tak Izinkan Awak Media Lakukan Tugas Peliputan

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono mewanti-wanti KPU untuk memastikan hak setiap warga negara terpenuhi pada pesta demokrasi kali ini. Aries menekankan KPU untuk memastikan warga yang tidak memiliki hak suara pada Pilkada nanti tak dimasukan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Misalnya, warga yang masuk DPT Pemilu 14 Februari lalu, tetapi sudah meninggal dunia. Kemudian, warga sipil yang kini menjadi TNI-Polri. Demi memastikan hal tersebut, Bawaslu juga melakukan pengawasan langsung di lapangan.

“Sampai saat ini proses itu masih berjalan. Yang pasti, kami menekankan agar tata cara dan prosedur coklit itu dilakukan secara benar,” tegasnya.

Aries mengungkapkan, ada laporan sejumlah petugas terkait masalah akses menuju rumah warga yang akan harus dilakukan coklit. Itu seperti di Desa Tamiang, Kotabaru.

“Banyak medan-medan yang cukup ekstrem harus dilewati petugas untuk coklit. Tetapi hal tersebut tentu bukan menjadi alasan untuk memastikan setiap hak suara warga negara dalam Pilkada nanti terpenuhi,” pungkasnya. (rizqon)

Editor: Abadi