Banjarmasin

Ada Proses yang Tak Tergantikan dari Pembelajaran Tatap Muka

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dalam dunia pendidikan kegiatan belajar tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara daring (online). Namun ditengah Pandemi Covid-19, belajar daring memang perlu dilakukan.

Akademisi pendidikan Dr Kasypul Anwar mengatakan, profesi seorang guru sampai kapanpun sulit tergantikan terlebih dengan teknologi.

Pada dasarnya, seorang guru memberikan proses belajar mengajar secara tatap muka, siswa mendapatkan nilai-nilai yang tak bisa didapatkan melalui pembelajaran daring atau online.

“Disitu ada nilai yang tak tergantikan antara lain proses pendewasaan sosial, budaya, etika, dan moral, yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan,” katannya saat di sambangi di ruang Kerjannya Selasa (10/11/2020).

Dijelaskannya, ada tiga domain yang tak bisa terpisahkan, bahkan tiga domain tersebut menjadi acuan tenaga pendidik di Indonesia.

Pertama Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilakuperilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

Kedua Afective Domain (Ranah Afektif) berisi perilakuperilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

Ketiga Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilakuperilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

“Untuk poin pertama tidak jadi masalah jika melalui daring tapi untuk point ke 2 dan ke 3 lebih pendekatan emosional kepada anak didik artinnya saling berhadapan langsung,” ucapnnya.

Sementara, Dr Ali Rachman juga mengungkapkan di masa pandemi perubahan sosial yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat merebaknya penyebaran Covid-19, tidak mungkin jika sebuah pembelajaran ideal dicapai di masa pandemi seperti sekarang ini terlebih dengan menggunakan online.

Oleh karena itu, tenaga pendidik guru dan dosen harus cepat menyesuaikan keadaan dengan cara mengubah target capaian, dan kemudian metode pembelajarannya.

“Jangan sampai guru dan dosen membebani siswa dengan pembelajaran di saat siswa mengalami keterbatasan sosial dan ekonomi,” imbuhnya.

Meskipun berbagai kelemahan dalam proses pembelajaran ditengah Covid-19 ini ada sisi baiknnya dimana orang tua menjadi madrasah anak yaitu pengasuh, pendidik dan bertanggung jawab.(azka)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top