BATULICIN, klikkalsel.com – Dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah daerah mendukung pengembangan Bank Sampah Berseri di Desa Rejosari, Kecamatan Mantewe, dengan pembangunan rumah pilah sampah yang lebih memadai, Kamis (05/11/2026).
Fasilitas tersebut dibangun tahun ini untuk menunjang aktivitas bank sampah yang telah berjalan sejak 2022. Sebelumnya, Bank Sampah Berseri yang diinisiasi Pemerintah Desa Rejosari itu belum memiliki tempat penyimpanan dan pemilahan sampah yang memadai.
Kepala Desa Rejosari, Widodo, mengatakan selama beberapa tahun terakhir Desa Rejosari memanfaatkan lahan hibah dengan bangunan seadanya untuk menunjang pemilahan sampah tersebut.
“Bank sampah ini sudah jalan,” kata Widodo, “tapi memang secara bangunan belum cukup layak. Kalau soal pengurus dan teknis, kami sudah jalankan, termasuk mekanisme buku tabungan masyarakat.”
Bank sampah tersebut dikelola oleh masyarakat Desa Rejosari sendiri. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan secara gratis, termasuk penjemputan sampah di halaman rumah warga yang dilakukan satu kali dalam sepekan.
Baca Juga : Kolaborasi Pemkab Tanbu dan Bank Kalsel, Luncurkan Pembayaran Pajak Lewat QRIS
Baca Juga : Pemkab Tanbu Gelar Pelatihan Akses Permodalan bagi Usaha Mikro
Sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah sesuai kalsifikasinya, kemudian dihitung sesuai harga jenisnya guna ditukarkan menjadi tabungan uang maupun kebutuhan dapur. Sejumlah warga bahkan telah memiliki tabungan hingga Rp1 juta dari hasil menyetorkan sampah.
“Biasanya mereka ngambilnya mau dekat-dekat lebaran,” ujar Widodo, “kayak THR begitulah.”
Widodo mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya desa untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Ia berharap warga tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga memahami bahwa sebagian di antaranya masih dapat dimanfaatkan.
“Yang ingin kami bangun sebenarnya adalah kesadaran masyarakat. Kalau sampah sudah dipilah sejak dari rumah, pengelolaannya akan lebih mudah. Apalagi warga juga bisa merasakan manfaatnya secara langsung, baik untuk kebersihan lingkungan maupun tambahan kebutuhan rumah tangga,” kata Widodo.
Menurutnya, keberadaan rumah pilah yang lebih luas akan membantu pengurus dalam menjalankan kegiatan bank sampah. Dengan fasilitas tersebut, proses pemilahan dan penyimpanan sampah diharapkan dapat berlangsung lebih tertata.
Widodo juga berharap dukungan yang telah diberikan dapat mendorong keterlibatan masyarakat lebih luas. Sebab, keberhasilan bank sampah tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga pada kebiasaan warga dalam memilah dan menyetorkan sampah secara rutin.(adv/rini)







