Kasus ISPA Tembus 10 Ribu dalam Lima Pekan, Dinkes Siagakan 113 Rumah Oksigen

Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Banjarmasin, mengancam kesehatan masyarakat.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) menyiagakan 113 titik rumah oksigen untuk mengantisipasi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.

Kepala Dinkes Kalsel, dr Diauddin, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla juga telah dilakukan di rumah sakit dan puskesmas sejak Juli 2026.

“Rumah oksigen kita sudah ada 113 titik. Kalau rumah sakit dan puskesmas, sejak Juli sudah kita minta untuk siap siaga menghadapi dampak karhutla,” tuturnya, Senin (19/10/2026).

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan di tengah tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalsel. Diauddin menyebut, dalam lima pekan terakhir, jumlah kasus ISPA rata-rata mencapai sekitar 10 ribu kasus per pekan.

Baca Juga : Dampak Kabut Asap di Tabalong, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat

Baca Juga : Dikepung Asap, Kasus ISPA di Beberapa Daerah di Kalsel Melonjak

“ISPA minggu kemarin ada 10 ribuan. Tersebar di seluruh provinsi, dengan terbanyak di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Dalam lima minggu ini kita rata-rata 10 ribuan kasus,” jelasnya.

Tingginya kasus ISPA menjadi perhatian di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalsel. Paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan.

Dengan kesiapsiagaan rumah sakit, puskesmas dan keberadaan rumah oksigen, Dinkes Kalsel berupaya memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut dapat memperoleh penanganan.

Masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara berasap, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk. (rizqan)

Editor: Abadi