BANJARBARU, klikkalsel.com – Keselamatan di jalan raya tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Alpiya Rakhman, saat menghadiri Road Safety Week yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, Sabtu (12/9/2026).
Alpiya hadir mewakili Ketua DPRD Kalsel, Dr. H. Supian HK, dalam kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 tersebut.
Kegiatan berlangsung di SDC Ditlantas Polda Kalsel, Jalan A Yani Km 21, Landasan Ulin, Banjarbaru, mulai pukul 09.00 WITA dan dibuka langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan.
Menurut Alpiya, kegiatan Road Safety Week menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Road Safety Week ini. Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Alpiya.
Baca Juga : Police Goes to School, Satlantas Polresta Banjarmasin Tanamkan Etika Berlalu Lintas kepada Pelajar SMPN 2
Ia menilai, budaya tertib berlalu lintas harus terus dibangun, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
Karena itu, Alpiya menegaskan DPRD Kalsel mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.
“Atas nama Pimpinan DPRD Kalsel kami mendukung penuh program-program keselamatan berlalu lintas. Mari kita bersama-sama mewujudkan Kalsel yang tertib, aman, dan zero accident,” tegasnya.
Alpiya juga berharap sinergi antara DPRD, Polda Kalsel, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat semakin diperkuat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kesadaran masyarakat terus meningkat. Kalau semua tertib dan saling peduli di jalan, tentu risiko kecelakaan bisa kita tekan bersama,” katanya.
Ia berharap, pesan keselamatan yang digaungkan melalui Road Safety Week tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Kita ingin keselamatan menjadi budaya. Bukan karena takut ditilang, tetapi karena setiap orang sadar bahwa keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya adalah hal yang utama,” pungkas Alpiya.(azka)
Editor : Akhmad






