Dampak Intrusi Air Laut Makin Parah, Produksi Intake Sungai Bilu PAM Bandarmasih Dihentikan Total

Dirut PAM Bandarmasih, Zulbadi saat meninjau lokasi produksi air baku di intake Sungai Bilu

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Intrusi air laut ke Sungai Bilu semakin parah pada kemarau tahun ini. Kadar garam pada air baku di Intake Sungai Bilu pun masih bertahan di angka tinggi, bahkan terpantau masih berada di atas 1.000 ppm.

Kondisi tersebut membuat air baku dari Sungai Bilu tidak memungkinkan untuk diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) akhirnya mengambil langkah menghentikan produksi dari Intake Sungai Bilu secara total.

Penghentian produksi ini berdampak pada penurunan debit distribusi air ke sejumlah wilayah pelayanan. Kondisi ini juga berpotensi menyebabkan aliran air mengecil hingga terhenti di beberapa kawasan, bahkan dapat berdampak lebih luas terhadap pelayanan PAM Bandarmasih.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan tingginya kadar garam tersebut merupakan dampak serius dari intrusi air laut yang terjadi akibat musim kemarau panjang.

“Hari ini kadar garam di Intake Sungai Bilu terpantau sepanjang hari masih stabil tinggi, di atas 1.000 ppm. Dengan kondisi seperti ini, produksi dari Intake Sungai Bilu harus dihentikan total karena air baku tidak memungkinkan untuk diproses dan didistribusikan,” ujar Zulbadi.

Baca Juga : Kadar Garam Air Baku Tembus 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Stop Sementara Intake Sungai Bilu

Baca Juga : Dirut PAM Bandarmasih: Musim Kemarau Ketersediaan Air Baku Aman, Minta Pasokan Listrik Fasilitas Vital Diprioritaskan

Menurutnya, penghentian produksi menjadi langkah yang harus diambil untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.

“Kami memahami bahwa kondisi ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun, kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Zulbadi menyadari penghentian produksi dari salah satu sumber air baku tersebut akan berdampak langsung terhadap pelayanan kepada pelanggan.

Namun, pihaknya memastikan seluruh jajaran terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga pelayanan dan mempercepat pemulihan distribusi.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tim terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan pelayanan secepat mungkin,” katanya.

PAM Bandarmasih juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama kondisi darurat masih berlangsung.

Pelanggan diharapkan dapat menggunakan persediaan air secara bijak, mengingat penurunan debit produksi berpotensi mengganggu kontinuitas aliran di sejumlah wilayah.

“Kondisi kadar garam di Sungai Bilu akan terus dipantau secara intensif. Kami juga memastikan perkembangan kondisi sumber air baku dan pelayanan akan disampaikan melalui kanal informasi resmi kami,” pungkasnya.(fachul)

Editor: Amran