Puluhan Bocah Antusias Ikut Latihan Perdana, FPTI Banjarmasin Siapkan Generasi Baru Atlet Panjat Tebing

Ketua FPTI Kota Banjarmasin Ahmad Zazuli saat memberikan arahan kepada atlet usia muda FPTI kota Banjarmasin
Ketua FPTI Kota Banjarmasin Ahmad Zazuli saat memberikan arahan kepada atlet usia muda FPTI kota Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Semangat membangun prestasi olahraga sejak usia dini mulai ditunjukkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Banjarmasin. Puluhan anak memadati GOR Hasanudin HM, Selasa (21/7/2026) sore, untuk mengikuti latihan perdana panjat tebing yang digelar organisasi tersebut.

Didampingi orangtua, para peserta tampak berani mencoba dinding panjat sambil mendapatkan arahan langsung dari para pelatih. Antusiasme yang tinggi bahkan disebut melampaui ekspektasi pengurus FPTI.

Ketua FPTI Kota Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, program pembinaan usia dini ini menjadi langkah awal untuk membangun kembali prestasi panjat tebing di Kota Banjarmasin melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR untuk memajukan olahraga, khususnya panjat tebing, hari ini kami memantau langsung anak-anak yang berlatih,” ujarnya.

Menurut Zazuli, banyaknya peserta yang hadir menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing. Apalagi, para orang tua juga memberikan dukungan penuh dengan mendampingi anak-anak selama latihan berlangsung.

“Kami benar-benar tidak menyangka pesertanya sebanyak ini. Melihat semangat anak-anak yang datang bersama orang tua menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pembinaan,” katanya.

Baca Juga : Zazuli Terpilih Pimpin FPTI Banjarmasin, Fokus Tingkatkan Prestasi Atlet dan Fasilitas Panjat

Baca Juga : Wagub Buka Musorprov KONI Kalsel Tahun 2026

Ia menjelaskan, pembinaan sengaja dimulai sejak usia dini karena pada fase tersebut kemampuan dasar seperti koordinasi tubuh, keseimbangan, motorik, hingga keberanian lebih mudah dibentuk. Oleh sebab itu, materi latihan masih berfokus pada penguasaan teknik dasar, bukan mengejar kecepatan atau tingkat kesulitan lintasan.

Anak-anak dikenalkan cara menempatkan pijakan kaki dengan benar, teknik memegang handhold, menjaga keseimbangan tubuh, hingga membangun rasa percaya diri saat berada di dinding panjat. Menurutnya, fondasi tersebut sangat penting agar ketika memasuki usia kompetisi mereka memiliki teknik yang baik sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Seluruh sesi latihan juga menerapkan standar keselamatan yang ketat. Setiap peserta diwajibkan mengenakan perlengkapan keamanan seperti harness dan helm serta berlatih di bawah pengawasan pelatih bersertifikat.

Zazuli berharap program pembinaan ini menjadi titik awal lahirnya generasi baru atlet panjat tebing Banjarmasin yang mampu kembali berprestasi di tingkat Kalimantan Selatan hingga nasional.

“Ini adalah ikhtiar kami mencari bibit-bibit unggul. Sudah cukup lama Banjarmasin tidak melahirkan atlet panjat tebing yang mampu berbicara banyak di level prestasi. Mudah-mudahan melalui pembinaan sejak dini, cita-cita itu bisa terwujud. Sesuai semboyan kami, Maju Prestasinya, Sejahtera Atletnya,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi