BANJARMASIN, klikkalsel.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalsel mulai mengimplementasikan program Polantas KARIB sebagai arah baru pelayanan kepolisian lalu lintas yang lebih dekat dengan masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri, mengatakan program tersebut merupakan visi dan misi Kakorlantas Polri, Irjen Pol Wibowo, yang menitikberatkan pada penguatan pelayanan, kemitraan, dan kehadiran polisi lalu lintas di tengah masyarakat.
“Secara definisi, KARIB berarti hubungan yang erat atau bersahabat antara polisi dengan masyarakat. Namun, KARIB juga merupakan akronim yang menjadi pedoman bagi seluruh personel lalu lintas dalam menjalankan tugas,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, KARIB terdiri dari lima nilai utama, yakni Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Melalui konsep tersebut, polisi lalu lintas didorong untuk membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan lalu lintas.
Selain itu, personel juga dituntut aktif hadir memberikan pelayanan, cepat merespons setiap permasalahan, peka terhadap kondisi di lapangan, serta tetap menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.
Baca Juga : 81 Titik Karhutla Ancam Kalsel, BPBD Ungkap Wilayah Paling Rawan
Baca Juga : Jalan Martapura Lama Retak dan Amblas, PUPR Kalsel Kaji Penanganan Permanen
Kombes Pol Fahri mengungkapkan, implementasi Polantas KARIB di Kalsel telah diwujudkan melalui sejumlah program, salah satunya dengan meningkatkan kehadiran personel di lingkungan sekolah dan kampus selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) maupun orientasi mahasiswa baru.
“Kami hadir untuk membantu pengaturan lalu lintas, melakukan penjagaan, patroli, membantu penyeberangan pelajar, sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas,” katanya.
Selain memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat, Ditlantas Polda Kalsel juga terus mendorong modernisasi melalui transformasi sistem digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.
Menurutnya, kehadiran polisi lalu lintas yang lebih dekat dengan masyarakat diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Harapannya, melalui Polantas KARIB, polisi lalu lintas benar-benar hadir, dirasakan manfaatnya, dan menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (rizqan)
Editor: Abadi





