BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin kembali menggelar Kompetisi Inovasi Daerah (KOMVAS) 2026 sebagai wadah untuk melahirkan berbagai gagasan kreatif yang mampu menjawab persoalan perkotaan sekaligus meningkatkan daya saing Banjarmasin di tingkat provinsi hingga nasional.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengatakan KOMVAS merupakan agenda tahunan yang tidak hanya memberikan penghargaan kepada para inovator, tetapi juga menjadi pintu bagi inovasi daerah untuk memperoleh pengakuan dan insentif dari pemerintah pusat.
“Kompetisi KOMVAS ini adalah Kompetisi Inovasi 2026 yang memang kegiatan rutin tahunan. Tujuannya melakukan penilaian, pemberian penghargaan, sampai nanti insentif inovasi daerah dari pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan KOMVAS 2026 memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2018, hingga Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 114 Tahun 2024 tentang Inovasi Daerah Kota Banjarmasin.
Ia berharap semakin banyak inovasi yang lahir dan dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan Kota Banjarmasin, terlebih menjelang peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Harapan kami lebih banyak lagi inovasi yang bisa diimplementasikan untuk mengisi dan mendukung pemerintahan kota. Apalagi ini menjelang 500 tahun Kota Banjarmasin,” ungkapnya.
Suri menegaskan, inovasi yang dihasilkan melalui KOMVAS tidak berhenti pada tingkat kota. Inovasi terbaik akan mewakili Banjarmasin untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
“Karena memang inovasi ini nantinya naik ke provinsi kemudian naik ke nasional, bukan berhenti di Pemkot,” tuturnya.
Baca Juga :Ā Hadir di Banjarmasin, Kalla Aspal Siap Layani Kebutuhan Aspal Emulsi di Kalselteng
Baca Juga :Ā DPRD Banjarmasin Apresiasi PAD Lampaui Target Rp2 Triliun
Untuk menjaring ide-ide kreatif dari berbagai kalangan, KOMVAS 2026 dibagi ke dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah Kelompok Inovasi Umum, yang terbuka bagi Perangkat Daerah (PD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Aparatur Sipil Negara (ASN), akademisi, pendidik, hingga masyarakat umum.
Kategori kedua adalah Kelompok Inovasi Tematik yang mengangkat tema Banjarmasin Circular Economy: Mengubah Sisa Menjadi Sumber Daya. Kategori ini dikhususkan bagi masyarakat umum untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah.
Sementara kategori ketiga merupakan Kelompok Inovasi Khusus, yaitu penghargaan bagi perangkat daerah atau BUMD yang dinilai paling inovatif di Kota Banjarmasin.
Sebagai contoh keberhasilan inovasi daerah, Suri menyebut aplikasi Parak Acil Online milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin yang telah diterapkan dan berhasil meraih penghargaan di tingkat nasional.
“Inovasi itu sebenarnya mempermudah, bukan mempersulit. Inovasi menyederhanakan proses sehingga dampaknya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, KOMVAS 2026 terbuka bagi seluruh perangkat daerah, BUMD, akademisi, pendidik, hingga masyarakat. Bahkan setiap SKPD didorong memiliki sedikitnya satu inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik maupun kinerja pemerintahan.
“Ini diharapkan semakin banyak inovasi lahir dan menjadi solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan kota, sekaligus mengharumkan nama Banjarmasin di tingkat nasional,” bebernya.
Ia menyampaikan kepada masyarakat, ASN, akademisi, maupun instansi yang ingin mengikuti KOMVAS 2026, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui Sistem Analisis dan Pelaporan Inovasi Daerah (SAPIDa).
Peserta dapat mengakses laman https://sapida.banjarmasinkota.go.id untuk mengunduh pedoman, formulir pendaftaran, surat pernyataan, hingga sistematika proposal inovasi. Selanjutnya, peserta cukup mengisi formulir pendaftaran secara daring sebelum batas akhir pada 22 Juli 2026.
“Melalui kompetisi ini, kami berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari berbagai elemen masyarakat sehingga mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan kota sekaligus memperkuat posisi Banjarmasin sebagai daerah yang inovatif di tingkat nasional,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





