Habib Umar Ingatkan MPLS Harus Humanis

Anggot DPRD Kalsel Habib Umar Hasan Alie Bahassyim

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMA dan SMK pada 13–17 Juli 2026, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, menyampaikan pesan yang tak biasa. Ia mengimbau para siswa baru agar tidak berebut kursi pada hari pertama masuk sekolah.

Menurut Habib Umar, penentuan tempat duduk sebaiknya diserahkan kepada pihak sekolah dan wali kelas agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Misalnya ada siswa yang memiliki kebutuhan khusus, seperti mengalami gangguan penglihatan atau mata minus, sehingga membutuhkan posisi duduk di bagian depan agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik,” ujar Habib Umar, Selasa (7/7/2026).

Ia menilai, kebiasaan berebut bangku di hari pertama sekolah sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Dengan pengaturan dari sekolah, penempatan siswa dinilai lebih adil dan mendukung proses belajar.

Selain itu, Habib Umar menegaskan, pelaksanaan MPLS harus berlangsung secara edukatif, humanis, dan bebas dari praktik perpeloncoan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membentuk karakter, akhlak, dan kedisiplinan peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.

Ia juga mengingatkan, seluruh rangkaian MPLS harus bebas dari intimidasi, perundungan (bullying), maupun tindakan yang merendahkan martabat siswa.

Habib Umar mendorong sekolah mengisi materi MPLS dengan penguatan karakter, wawasan kebangsaan, literasi digital, pendidikan anti-narkoba, serta pembinaan akhlak dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan sosial, sekolah tidak hanya dituntut mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, adab, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Ia pun mengajak guru, kakak kelas, dan seluruh warga sekolah menjadi teladan bagi peserta didik baru agar proses adaptasi berjalan lancar serta menumbuhkan semangat belajar, persaudaraan, dan sikap saling menghargai.

“Siswa baru tidak perlu berebut kursi atau memilih tempat duduk sendiri yang dianggap ideal. Biarkan sekolah yang mengatur agar penempatannya lebih tepat dan adil, sehingga semua siswa bisa belajar dengan nyaman sesuai kebutuhannya,” tutup Habib Umar.(azka)

Editor : Akhmad