TANJUNG, klikkalsel.com – Bupati Tabalong H Noor Rifani menghadiri Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh (OTA) yang digelar di Rumah Jabatan Bupati, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Jumat (3/7/2026).
Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya menekan angka stunting di Tabalong dengan melibatkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) bersama sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tabalong.
Kepala Dinsos P3AP2KB Tabalong H. Syam’ani menyampaikan, penanganan stunting merupakan program nasional yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sementara angka stunting di Tabalong hingga saat ini masih tergolong tinggi.
Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah karena membutuhkan anggaran yang sangat besar, sehingga diperlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam penanganannya.
“Kita fokus untuk intervensi stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh ini adalah pada anak dengan status sangat pendek. Kemudian intervensi yang kita berikan nanti bentuknya pemberian makanan tambahan lokal, susu dengan protein tinggi dan vitamin,” ujarnya.
Syam’ani mengatakan, jumlah anak stunting di Kabupaten Tabalong saat ini mencapai 1.148 anak, terdiri dari 894 anak dengan status pendek dan 254 anak dengan status sangat pendek. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh (OTA), penanganan stunting difokuskan kepada anak-anak dengan status sangat pendek agar kondisi gizinya dapat segera ditingkatkan.
Baca Juga : Seluruh Aparatur Pemkab Tabalong Ikuti Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Antikorupsi
Baca Juga : Pemkab Tabalong Harmonisasi Dua Raperbup Bersama Kemenkum Kalsel
Bupati Tabalong H. Fani menyampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Tabalong masih tergolong tinggi sehingga perlu ditekan melalui kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus Tabalong yang harus dipersiapkan sejak dini agar tumbuh sehat dan mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tabalong turut berkontribusi dalam upaya menekan angka stunting, sehingga kehadirannya juga dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) benar-benar tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan, khususnya yang menjadi sasaran program penanganan stunting, sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil yang maksimal dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Tabalong.
“kami berharap dengan adanya Gerakan Orang Tua Asuh ini, penanganan stunting di Kabupaten Tabalong dapat berjalan lebih optimal melalui dukungan berbagai pihak” tuturnya.
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh (OTA), diharapkan kolaborasi pemerintah, perusahaan, tenaga kesehatan, dokter, dan masyarakat semakin kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting, sehingga angka stunting di Kabupaten Tabalong dapat terus menurun. (adv/renn)
Editor : Akhmad





