BANJARMASIN, klikkalsel.com – Maraknya kenakalan remaja di Banjarmasin menjadikan pemerintah kota setempat bergerak cepat mengambil tindakan guna melakukan pembinaan terhadap para remaja yang melakukan tindakan tersebut.
Salah satu langkah yang coba diambil oleh Pemko Banjarmasin yakni menerapkan cara yang sudah dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat yaitu menempatkan para anak maupun remaja bermasalah itu ke barak untuk di berikan pembinaan.
Ketika ditemui di Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengatakan bahwa, kemarin Pemko Banjarmasin sudah melakukan pertemuan dengan Forkopimda yang di wakili oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.
Salah satu hal yang di bahas yakni upaya pembinaan terkait masalah remaja bermasalah di Kota Banjarmasin yang saat ini kian marak terjadi.
menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi saat ini. Menurutnya, perilaku menyimpang yang melibatkan remaja sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.
“Kondsi Kota Banjarmasin saat ini sangat memprihatinkan, dimana anak muda kita yang kadang malam-malam tengah malam habis balap-balapan, ada bawa sajam dan sebagainya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang bergerak mengamankan para remaja yang terlibat dalam aksi tersebut. Menurutnya, penegakan hukum harus diiringi dengan langkah pembinaan agar para remaja tidak kembali terjerumus.
“Kemarin kita juga sudah sampaikan itu kepada pihak kepolisian, dan kita mengapresiasi gerak cepat dari kepolisian kita yang sudah mengamankan delapan orang remaja itu,” tuturnya.
Baca Juga : Remaja Bawa Sajam Viral, Pemko Banjarmasin Kaji Pembinaan ala Barak
Baca Juga : Polisi Ungkap Aksi Viral Konvoi Sajam di Banjarmasin, Delapan Remaja Diamankan
Yamin menilai, pendekatan pembinaan menjadi hal penting untuk membentuk kembali karakter dan kedisiplinan para remaja yang terlibat perilaku negatif.
Karena itu, Pemko Banjarmasin mulai membahas kemungkinan pelaksanaan pendidikan kedisiplinan di lingkungan militer seperti Rindam.
“Jadi saya fikir mereka harus diberikan pendidikan dan pembinaan. Ini akan kami bicarakan lagi dengan pihak TNI dan Polri,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep pembinaan tersebut bukan bertujuan menghukum, melainkan membentuk mental, disiplin, dan rasa tanggung jawab generasi muda sebagai penerus daerah.
“Bagaimana anak-anak yang melakukan tindakan kurang bagus seperti tawuran ini untuk diberikan sanksi pembinaan di Rindam, agar mereka diajarkan fungsi sebagai pemuda, bahwa mereka itu adalah generasi penerus harapan Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan anggaran. Yamin mengungkapkan bahwa wacana pembinaan ala barak sebenarnya sudah pernah dibahas sejak tahun 2025 lalu, namun belum masuk dalam penganggaran murni tahun 2026.
Karena itu, Pemko Banjarmasin akan kembali melakukan koordinasi lintas sektor guna mempersiapkan skema pembiayaan apabila program tersebut benar-benar direalisasikan.
“Karena mendidik anak-anak itu tentunya kita harus memberi makan, tempat tinggal yang layak dan juga materi pendidikannya,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





