BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pengembangan tanaman sorgum yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Selatan mulai menarik perhatian berbagai pihak dan berpotensi menjadi best practice di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan Metua DPW LDII Kalsel, Dedi Supriatna dalam kegiatan media gathering sekaligus buka puasa bersama awak media di Banjarmasin.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris DPW LDII Kalsel Budiono, Bendahara DPW LDII Kalsel Nurwangkit, serta jajaran pengurus lainnya.
Menurut Dedi, inovasi pengembangan sorgum di Kalimantan Selatan bahkan akan dipublikasikan dalam Musyawarah Nasional LDII yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 7–9 April mendatang sebagai salah satu keunggulan daerah.
Pengembangan tanaman sorgum di Kalimantan Selatan sendiri tidak lepas dari peran peneliti sekaligus dosen, Ir Anton Kuswoyo, yang berhasil meraih juara pertama riset tingkat Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Selatan (BRIDA).
Penelitian tersebut mengangkat potensi tanaman sorgum sebagai komoditas alternatif yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lahan.
Keberhasilan riset tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Tim dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia bahkan telah melakukan survei serta dokumentasi langsung ke Kabupaten Tanah Laut untuk melihat perkembangan budidaya sorgum di lapangan.
Hasilnya menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Tanaman sorgum terbukti mampu tumbuh dengan baik, bahkan pada lahan bekas tambang yang selama ini dianggap kurang produktif.
“Ini menjadi salah satu potensi yang sangat positif ke depan. Dari beberapa daerah yang akan dipresentasikan dalam Munas nanti, Kalimantan Selatan menonjol dengan pengembangan sorgum,” ujar Dedi Supriatna
Baca Juga :Â Perhutanan Sosial Jadi Fokus Dishut Kalsel, Dorong Pengelolaan Hutan oleh Masyarakat
Baca Juga :Â IKA Unair Kalsel Teken MoU dengan Bank Kalsel dan Amanah Group, Dirangkai Buka Puasa Bersama Anak Panti
Ia juga mengatakan bahwa setiap daerah memang memiliki potensi unggulan masing-masing, untuk Kalimantan Selatan, pengembangan sorgum dinilai menjadi salah satu sektor yang paling menonjol saat ini karena telah melalui proses riset, uji lapangan, hingga implementasi yang menunjukkan hasil positif.
“Selain berpotensi sebagai tanaman pangan alternatif, sorgum juga memiliki berbagai kemungkinan produk turunan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari tepung hingga beragam olahan pangan lainnya,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal serta mencoba mengonsumsi sorgum sebagai alternatif pangan masa depan.
Pengembangan sorgum ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor riset di daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pengembangan lahan tanaman sorgum.
“Kalau nanti produk atau bahan olahannya sudah tersedia, kami ingin memperkenalkan kepada teman-teman media. Seperti apa rasanya, bentuk makanannya seperti apa, sehingga masyarakat juga bisa mengenal sorgum lebih dekat,” tandasnya.(fachrul)
Editor: Amran





