Jumat, Januari 21, 2022

Waspada, Kecamatan Banjarmasin Barat dan Selatan Masuk Dalam Peta Potensi Tanah Longsor

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Per tanggal 11 Januari 2022, Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel mengeluarkan surat edaran (SE) prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah atau tanah longsor di Provinsi Kalsel.

SE tersebut dikeluarkan menindaklanjuti surat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor : B-509/GL.03/BGL/2021 untuk periode bulan Januari 2022.

Dalam SE Sekda Provinsi Kalsel bernomor 360/052/PK-BPBD/I/2022 tersebut rupanya Kota Banjarmasin tak luput menjadi perhatian. Pasalnya, dari total lima kecamatan yang ada di Banjarmasin, dua diantaranya masuk dalam potensi menengah tanah longsor. Yakni Kecamatan Banjarmasin Barat dan Selatan.

Baca juga: HST Kembali Dikepung Banjir, Warga Memilih Bertahan

Baca juga: Sungai Barabai Meluap, HST Kembali Dilanda Banjir

Potensi menengah sendiri adalah, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Berkaitan hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji mengatakan bahwa termasuknya dua Kecamatan di Banjarmasin ini yang masuk dalam peta zona potensi menenga longsor lantaran dua kawasam tersebut merupakan kawasan yang berada di Bantaran sungai.

“Dua wilayah di Banjarmasin itu, wilayah yang berada bantaran sungai masuk kategori menengah resiko pergerakan tanah. Dalam bahasa banjar resiko rumbih,” ujarnya, Rabu (12/1/2022).

Dengan adanya surat tersebut, ia meminta kepada masyarakat khususnya yang berada di kawasan bantaran sungai agar bisa lebih waspada dengan potensi tersebut.

Menurutnya, dengan curah hujan tinggi maka struktur tanah juga akan ikut labil. Sehingga sangat berpotensi terjadinya longsor.

“Sesuai kajian Badan Geologi yang dikombinasikan dengan curah hujan, maka dikhawatirkan dengan kondisi tanah yang labil bangunan-bangunan yang ada di pinggir sungai terancam ambruk,” jelasnya.

Namun dari kedua Kecamatan tersebut, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti daerah mana saja yang rawan terjadinya longsor.

Akan tetapi pihaknya pun akan menerjunkan personel kedua lokasi itu, untuk melakukan survey ke lapangan. Sekaligus memberikan imbauan kepada warga setempat.

“Yang jelas kalau melihat peta itu daerah Banjarmasin Selatan dan Barat yang berpotensi menengah. Intinya daerah bantaran sungai,” tandasnya.(fachrul)

Editor : Amran

Related Articles

Trending

Terbaru

TOPIK POPULER

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
28,880PengikutMengikuti
630PelangganBerlangganan