MARABAHAN, klikkalsel.com – Warga Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, bergotong royong memperbaiki Jalan Puntik Raya RT 04 RW 02 hingga akses menuju SDN Puntik Luar 1, yang rusak parah pasca banjir, Sabtu (7/2/2026).
Perbaikan jalan tersebut dilakukan warga karena kondisi jalan dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak yang setiap hari melintas untuk berangkat ke sekolah. Bahkan kerusakan jalan membuat akses utama warga terganggu dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Diketahui, perbaikan jalan dilakukan secara sukarela dengan dukungan sumbangan material dari salah satu warga yang bertindak sebagai donatur. Selain tenaga, warga juga menyumbangkan waktu dan peralatan seadanya demi memastikan akses jalan kembali bisa dilalui dengan aman.
Aksi gotong royong ini melibatkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader, RT dan RW, serta warga lingkungan setempat. Salah satu warga turut menyumbangkan material sebagai donatur untuk menunjang perbaikan darurat.
Baca Juga : Forpeban Suarakan Masalah Banjir ke DPRD Kalsel
Baca Juga : Pemkab Balangan Lakukan Pendampingan Psikososial Trauma Healing Pascabanjir di SDN Simpang Bumbuan
Kepala Desa Puntik Luar, Syarifullah mengatakan, perbaikan dilakukan sebagai langkah sementara sambil menunggu perhatian dari pemerintah daerah.
“Ini jalan kabupaten dan sangat vital. Anak-anak sekolah setiap hari melewati jalan ini. Karena pasca banjir rusak cukup parah, warga sepakat memperbaikinya secara gotong royong,” kata Syarifullah.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran desa membuat perbaikan belum bisa dilakukan. Oleh karena itu, pihak desa dan warga berharap Pemerintah Kabupaten Barito Kuala maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera turun tangan.
“Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah. Jalan ini aset kabupaten dan fungsinya sangat penting bagi aktivitas warga,” tegasnya.
Selain perbaikan jalan, warga Desa Puntik Luar juga berencana melanjutkan aksi bersih-bersih dan perbaikan mandiri di sejumlah titik lain yang sebelumnya terdampak banjir.
“Selama belum ada penanganan resmi, kami akan terus berupaya semampu kami,” pungkasnya.(airlangga)
Editor: Amran





