Wagub Kalsel Jalin Sinergi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Wujudkan Peningkatan Banua Naik Kelas

Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Ramai, Pertamina : Belum Ada Pengumuman Resmi

JAKARTA, klikkalsel.com – Upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif di Banua terus digencarkan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman dengan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Bukan tanpa alasan, kunjungan tersebut dalam rangka mendorong sinergi untuk pengembangan ekraf di daerah.

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Tenaga Ahli Gubernur, Khalikin Noor serta Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga : Delapan Jam Tim Kejaksaan Periksa Kantor KSOP Banjarmasin, Bawa Keluar Dua Box Putih

Baca Juga : Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Ramai, Pertamina : Belum Ada Pengumuman Resmi

Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, ada berbagai peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif yang telah dibahas, mulai dari penguatan pelaku UMKM kreatif, pengembangan subsektor unggulan, hingga strategi promosi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi potensi ekonomi kreatif di daerah,” ujarnya.

“Ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan memiliki potensi besar, mulai dari kriya, kuliner hingga seni pertunjukan. Kami berharap sinergi dengan Kementerian dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku kreatif lokal,” sambungnya.

Menurutnya, penting kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Okelah karena itu, diharapkan dari pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan strategis antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi di Banua,” pungkasnya.(restu)

Editor: Amran