Uji Kualitas Makanan Jemaah Haji 2026, Pemprov Kalsel Pastikan Cita Rasa Lokal dan Nutrisi Terjaga

Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin mencicipi secara langsung sajian makanan untuk calon jemaah haji.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memastikan kualitas konsumsi bagi calon jemaah haji melalui uji kualitas makanan (meal test) yang digelar di Aula Embarkasi Haji Banjarmasin, Banjarbaru, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan pelantikan Petugas Haji Daerah dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekdaprov M Syarifuddin, turut meninjau sekaligus mencicipi menu yang akan disajikan kepada jemaah.

Syarifuddin menegaskan, uji kualitas makanan dilakukan untuk memastikan menu yang disiapkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sesuai dengan cita rasa masyarakat Banjar.

“Menu yang disajikan benar-benar khas daerah, ada nasi kuning dan nasi uduk. Bahkan tersedia juga menu jeroan dan daging yang dimasak empuk agar dapat dinikmati semua kelompok umur, terutama lansia,” ucapnya.

Menurutnya, penyajian makanan dengan cita rasa lokal menjadi upaya memberikan kenyamanan bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji, sekaligus mengurangi kerinduan terhadap masakan kampung halaman saat berada di Tanah Suci.

Baca Juga : Pemprov Kalsel Tekankan Petugas Haji dan PPIH Embarkasi Banjarmasin Fokus pada Pelayanan Jemaah

Baca Juga : Konflik Timur Tengah, Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan Demi Keselamatan

Selain itu, tekstur makanan juga diperhatikan agar mudah dikonsumsi, khususnya oleh jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan.

Berdasarkan data kesehatan jemaah haji Kalimantan Selatan tahun 2026, sebanyak 59 persen jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti), yang terdiri dari risti ringan 31 persen, risti sedang 19 persen, dan risti berat 9 persen. Sementara itu, 77 persen jemaah tergolong istithaah dengan pendampingan obat.

Dari sisi penyakit, jemaah didominasi oleh gangguan metabolisme lipoprotein atau lipidemia sebanyak 3.009 kasus dan hipertensi 2.403 kasus, disusul diabetes.

Adapun dari aspek demografi, jemaah didominasi perempuan sebesar 57 persen dan laki-laki 43 persen, dengan kelompok usia terbanyak 51–60 tahun sebesar 30 persen serta lansia di atas 60 tahun sebanyak 27 persen.

Syarifuddin menambahkan, uji kualitas makanan ini menjadi langkah penting untuk memastikan asupan nutrisi jemaah tetap terjaga selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Tekstur makanan yang empuk dan mudah dikunyah diharapkan dapat membantu jemaah, khususnya lansia, untuk tetap menjaga asupan gizi sehingga kondisi fisik tetap prima selama menjalankan ibadah haji,” tandasnya. (rizqan)Editor: Abadi