BANJARMASIN, klikkalsel – Pemko dan DPRD Banjarmasin sepakati APBD 2023 saat rapat paripurna pengesahan APBD 2023, di gedung DPRD Banjarmasin, Selasa (22/11/2022)
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, didampingi Wakil Ketua Matnor Ali dan Tugiatno, serta dihadiri Walikota Banjarmasin H.Ibnu Sina didampingi Sekdakot Banjarmasin Ikhsan Budiman.
Pada APBD 2023 Banjarmasin, rinciannya Rp 2,5 triliun untuk belanja daerah sedangkan pendapatan dipatok sebesar Rp 2,3 triliun. Dengan defisit sekitar Rp 150 miliar, yang akan ditutupi dengan Silpa 2022.
Sementara untuk Pendapat Asli Daerah (PAD) untuk APBD 2023 ditargetkan sebesar Rp 700 miliar atau naik dari target APBD 2022, yang hanya dipatok sekitar Rp 500 miliar.
Walikota Ibnu Sina mengatakan, peningkatan target PAD tersebut dalam rangka menggali pendapatan dan efesiensi anggaran, sehingga semaksimal mungkin potensi pendapatan ditingkatkan di tahun depan.
Baca Juga : BP-Perda DPRD Kalsel Terima 22 Usulan Raperda di 2023
Baca Juga : Pembuatan Film Jendela Seribu Sungai Gunakan APBD Rp6 Miliar, Ibnu Sina: Pembuatan, Janganlah Abal-abal
Dengan peningkatan ini, dia berharap dewan bersama pemerintah tetap terus mengawal termasuk juga meminta kepada pelaku usaha transparan dalam membantu memaksimalkan potensi PAD.
“Kita akan menambah lagi titik pajak yang kita pantau online dan berharap berharap cepat pulih dari pandemi Covid-19, sehingga membantu dalam peningkatan ekonomi,” katanya.
Ia mengatakan, potensi pajak kini semakin banyak dan bervariasi, sehingga pemko terus menggali potensi – potensi PAD.
“Komitmen kami agar tidak terjadi kebocoran termasuk objek -objek pajak,” katanya.
Sementara Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya menekankan, agar APBD 2023 dipakai untuk pembangunan infrastruktur yang sudah disepakati, tepat sasaran dan sesuai pos anggaran, agar jalannya pemerintah untuk kesejahteraan rakyat berlangsung efektif.
“Ingat juga komitmen bersama saat pembahasan anggaran. Jadi kerjakan proyek yang sudah dibahas dan disepakati sesuai Rencana Kerja Anggaran (RKA),” sebutnya.
Hary juga optimis, target PAD di 2023 bisa tercapai, karena sudah mendengar analisa Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Banjarmasin.
“Kita juga akan mengevaluasi jika pada APBD Perubahan atau semester kedua, PAD belum mencapai 50 persen. Dan jika sudah tercapai akan terus kita genjot,” tandasnya. (farid)
Editor : Amran