Rumah Mess ABK di Banjarmasin Barat Hangus Terbakar

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kebakaran melanda sebuah rumah mess Anak Buah Kapal (ABK) yang dihuni warga Toraja di Jalan Jafri Zam-Zam, Komplek DPR Gang 6 RT 38, Kecamatan Banjarmasin Barat, Senin (30/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.50 Wita. Bangunan tersebut dilaporkan ludes dilalap api.

Rumah itu diketahui milik seorang pria bernama Sus (45), yang sehari-hari bekerja sebagai penjual makanan di kawasan sekitar. Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga setelah api terlihat membesar dari dalam rumah, sehingga memicu kepanikan dan teriakan minta tolong.

Relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang siaga segera berdatangan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Berkat kesigapan mereka, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya dan syukurnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Salah seorang warga, M Rizi (24), mengaku terkejut saat mengetahui adanya kebakaran sesaat setelah dirinya tiba di rumah.

“Saya baru sampai di rumah, tiba-tiba ada warga teriak minta tolong karena ada api. Saya langsung ambil peralatan untuk bantu memadamkan,” ujarnya.

Baca Juga : Polisi Selidiki Kebakaran Pos Jaga di Antasan Besar, Ada Dugaan Sengaja Dibakar

Baca Juga : Dewan Desak Penanganan Cepat Kebakaran Lahan Tambang Satui

Ia juga mengungkapkan sempat mendengar suara ledakan dari dalam bangunan yang terbakar.

“Ada dua kali suara ledakan dari dalam rumah. Kemungkinan dari sepeda motor atau tabung gas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RT 38, Mukhlis, mengatakan rumah tersebut memang dalam kondisi kosong beberapa hari terakhir. Biasanya, rumah itu dihuni oleh para ABK asal Toraja yang bekerja di kapal.

“Beberapa hari ini kosong. Biasanya ada penghuninya, mereka rata-rata warga Toraja yang bekerja di kapal,” jelasnya.

Mukhlis juga menyebut api diduga berasal dari bagian tengah rumah dan dengan cepat membesar hingga ke bagian atas bangunan.

“Api muncul dari tengah rumah, lalu cepat membesar ke atas. Penyebab pastinya belum diketahui,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi