RSUD Sultan Suriansyah Resmikan Radista Sebagai Kado Harjad Banjarmasin ke 495

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Hari jadi (Harjad) Kota Banjarmasin, bertepatan dengan usia ke 2 tahun diresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin. Pada kesempatan itu pula, Pemko Banjarmasin turut meresmikan Rumah Sakit Ramah Disabilitas Netra (Radistra).

Rumah Sakit Ramah Disabilitas yang dimaksud yakni, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, menambah beberapa fasilitas bagi penyandang disabilitas seperti Guiding Block di sepanjang jalur masuk pelayanan Poli di RSUD Sultan Suriansyah.

Selain itu, RSUD Sultan Suriansyah juga menambahkan Huruf Braille di samping kanan depan pintu masuk lift dan samping kana pintuk keluar lift di rumah sakit tersebut agar memudahkan bagi para penyandang disabilitas untuk mengakses.

Radistra merupakan sebuah layanan bagi bagi warga penyandang tunanetra yang ingin berobat di RSUD Sultan Suriansyah. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang berikan oleh sejumlah penyandang disabilitas netra terkait keberadaan guiding block.

Seperti yang disampaikan Rian, salah seorang penyandang disabilitas netra mengaku, masih banyak yang harus dimaksimalkan lagi. Meski menurutnya bersama satu rekannya sudah pernah mencoba fasilitas tersebut sebelum diresmikan.

“Saat awal pembangunan sudah pernah kita coba dan sudah kita berikan masukan juga. Tapi secara umum sudah lumayan bagus,” ujarnya, Sabtu (25/9/2021)

Ia juga memberikan masukan, agar guiding block diperlebar lagi. Mengingat yang ada sekarang dianggap masih terlalu sempit. Ia juga meminta agar fasilitas yang tersedia mulai dari halaman rumah sakit itu, tidak ditutupi oleh parkir kendaraan.

“Saat mencoba di awal-awal masih ada ban mobil di atas guiding block. Lalu saat tanjakan guiding block juga terlalu sempit. Tapi informasinya itu akan dimaksimalkan lagi secara bertahap,” ucapnya.

Selain itu meskipun sudah memiliki fasilitas guiding block, ia mengharapkan perhatian khusus dari pegawai rumah sakit terhadap merekan penyandang disabilitas.

“Walau sudah ada guiding block ini, tetap harus ada perhatian khusus dari pegawai untuk membantu kami (tunanetra),” harapnya.

Berkenaan dangen banyaknya keluhan terkait guiding block tersebut, lantaran Radistra ini baru saja diresmikan Direktur RSUD Sultan Suriansyah, Muhammad Syaukani berjanji, akan melengkapi sarana guiding block yang sudah ada. Termasuk menambahkan tulisan huruf braille di loket-loket pendaftaran dan layanan poli.

“Tentu harus dilengkapi lagi. Karena yang ada saat ini masih sarana dasar,” janjinya.

Terkait guiding block yang dianggap warga penyandang disabilitas masih terlalu sempit, terutama saat tanjakan, Ia mengaku akan menjadi masukan jajarannya.

“Terimakasih sarannya, nanti kami akan memperbaiki. Kita memang tidak menguasai mana yang standar. Walaupun sebenarnya sudah kita undang perwakilan tunanetra saat perencanaan awal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan guiding block di RSUD Sultan Suriansyah ini menghabiskan biaya sekitar Rp 198 juta, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

“Kita mengajukan proposal, dan mendapat sokongan dana dari Pemerintah Pusat. Mungkin satu-satunya rumah sakit ramah disabilitas netra di Kalsel,” tandasnya.(fachrul)

Editor : Amran