Saat ditanya klikkalsel.com terkait bagaimana peminat pemilih saat PSU diselenggarakan, ia mengungkapkan, jika berkaca dari PSU sebelumnya pada tahun 2018 terlihat antusiasme masyarakat tidak sebesar pada saat pelaksanaan Pilkada, sebab sebagian masyarakat sudah mulai jenuh.
“Itu pada saat pemilihan legislatif dan partai politik,” jelasnya, Sabtu (20/3/2021).
Namun dalam kontek pemilihan kepala daerah seperti saat ini, Dr Ani Cahyadi Maseri menilai justru masyarakat sangat berantusias.
Semua itu dikarenakan nantinya penyelenggara pemilu dan tim pemenangan masing-masing pasangan calon akan melakukan sosialisasi yang lebih masif.
“Bahkan di PSU nanti hasil suara bisa jadi berubah Namun kita akan sulit memprediksinya, karena semua fokus masyarakat atau pandangan orang hanya kedua calon tersebut,” jelasnya.
“Sehingga, saya rasa hasil yang diperoleh dari PSU tersebut murni dari hati nurani pemilih,” tambahan.
Selain itu, jumlah suara saat pemilihan lalu juga ikut bertambah dikarenakan para pemilih akan berbondong bondong menggunakan suaranya di PSU mendatang dan presentasinya akan sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Pemilih yang tidak memilih sebelumnya memiliki kesempatan untuk memilih, jadi saya rasa ada peningkatan pemilih dari 10 sampai 20 persen,” ungkapnya.
Kendati demikian, Ani Cahyadi berharap agar kiranya masyarakat Kalsel betul-betul bisa menilai bahwa pemimpin atau siapapun yang dipilih itu diputuskan oleh masyarakat.
“Oleh karena itu, disinilah masyarakat benar-benar bisa memilih pemimpin yang memang pantas untuk memimpin Kalsel dan pilihlah sesuai dengan hati nurani,” harapnya.





