BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, mulai angkat bicara terkait molornya pembangunan Puskesmas Mantuil yang telah melebihi masa tenggat waktu kontrak kerja pada 21 Desember 2022 lalu.
Karena terjadinya keterlambatan tersebut, Dinkes Banjarmasin pun memberikan adendum selama 50 hari.
Disampaikan Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Banjarmasin, Emma Ariesnawati bahwa keterlambatan tersebut karena strategi pelaksana (kontraktor) yang tidak optimal.
“Akses menuju lokasi pembangunan, tak bisa dilalui truk besar. Jadi, distribusi material banyak dilakukan secara manual,” ujarnya, Senin (2/1/2023).
Selain itu menurutnya, pengecoran beton pun dilakukan secara manual, dengan menggunakan molen semen biasa.
“Kami di Dinkes, sudah sering melakukan pengawasan. Proyek berjalan saja. Tapi memang ada beberapa kendala itu,” tuturnya.
Alasan lain yang menjadi pengerjaan tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan yakni, para pekerja tidak bisa lembur malam hari.
Pasalnya di kawasan tersebut terdapat pasar malam yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Bahkan banyak beredar isu miring membuat Kepala Dinkes Banjarmasin menepis hal tersebut.
Dikatakan Muhammad Ramadhan, isu tersebut merupakan isu yang tidak benar, apabila kontraktor tersebut terbelit masalah.
Baca Juga : Penabrak Ojol di Depan Taman Budaya Banjarmasin Mabuk dan Tak Punya SIM
Baca Juga : Berkas Dukungan Pemilih 13 Bakal Calon DPD RI Dapil Kalsel Mulai Diverifikasi
Menurutnya juga pihak Dinkes Banjarmasin tidak pernah melakukan pergantian penyedia jasa alias kontraktor.
“Kalau di luar itu kan memang seperti itu, makanya kami kumpulkan. Supaya jelas dan terang benderang,” tekannya.
Ramadhan pun mentargetkan pembangunan puskesmas Mantuil itu akan selesai di bulan Januari ini.
Ia juga mengatakan bahwa saat ini pembangunan Puskesmas yang memakan anggaran sebesar Rp 4,3 miliar tersebut, pengerjaan bangunan, berjalan 80 persen.
Lalu, meski pengerjaan bangunan Puskesmas itu ditargetkan rampung di awal-awal tahun, bukan berarti bisa langsung difungsikan alias beroperasi.
“Yang rampung, hanya bangunannya saja. Sedangkan peralatan, tampaknya mesti diadakan lagi melalui tender alias lelang,” ungkapnya.
“Jadi untuk operasional, kemungkinan bakal membutuhkan waktu lagi,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran





