Religi  

Polsek Bantim Gelar Peringatan Maulid Nabi Bersama Para Tahanan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1444 Hijriah/2022. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan anggota kepolisian, namun juga diikuti oleh para tahanan.

Hadir dalam acara tersebut Ustad Syahid Mahmud bertindak sebagai pemberi tausiah. Ia menekankan peringatan Maulid Nabi Muhammad jangan hanya di pandang sebagai seremoni semata.

Namun lebih dari itu, peringatan maulid sebaiknya dijadikan sebagai refleksi diri untuk menjadi pengikut nabi yang sesungguhnya, meneladani perjalanan hidupnya dan menjalankan setiap ajarannya.

“Jangan sampai kita mengaku sebagai pengikut nabi, namun sikap kita bertolak belakang dengan apa yang beliau ajarkan,” sebutnya.

Baca Juga : Polsek Satui Terus Berbagi Nasi Bungkus Gratis Kepada Warga

Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Polsek Banjarmasin Timur Kunjungi Koramil di Momen Hut TNI ke-77

Untuk itu ia mengajak semua untuk menjadi pribadi yang meneladani sifat nabi sebagai bekal menjalani kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol Pujie Firmansyah ditemui usai kegiatan mengatakan maksud menggelar peringatan maulid bersama para tahanan ialah untuk bersama-sama bergembira menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad.

Menurutnya semua orang berhak untuk bergembira di momen peringatan kelahiran nabi ini.

“Walau dalam kesempitan mereka juga berhak bersama-sama kita untuk bergembira memperingati kelahiran nabi,” ucapnya.

Ia pun berharap dengan peringatan nabi, para tahanan dan seluruh anggota mendapatkan safa’at dari nabi serta ridho dari Allah. Sehingga menjadi manusia-manusia yang lebih baik ke depannya.

“Ini merupakan momen kita untuk memperbaiki akhlak dan meneladani Rasulullah,” sambungnya.

Ia pun menyebut pengajian bersama tahanan ini bukan kegiatan pertama, namun rutin di gelar setiap satu bulan sekali dengan mendatangkan penceramah dari luar.

Sehingga ujarnya para tahanan memiliki kesadaran untuk menyesali dan tidak mengulangi perbuatannya saat nanti sudah menjadi manusia yang bebas seutuhnya. (David)

Editor: Abadi