Polresta Banjarmasin Bekali Mahasiswa UIN Antasari Cara Tepat Menolong Korban Kecelakaan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Polresta Banjarmasin melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas. Kali ini, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dibekali pengetahuan mengenai pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan lalu lintas.

Penyuluhan yang berlangsung Sabtu (24/10/2026) tersebut dipimpin Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin, IPDA Donny, bersama personel Unit Gakkum.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menemukan kecelakaan di jalan raya.

IPDA Donny menekankan pentingnya pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama, mengingat tindakan awal yang tepat dapat membantu menyelamatkan nyawa korban sebelum petugas medis tiba.

“Ketika menemukan kecelakaan lalu lintas, masyarakat harus memahami bagaimana memberikan pertolongan awal yang tepat. Jangan sampai niat membantu justru membahayakan diri sendiri maupun memperburuk kondisi korban,” ujarnya.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan situasi di sekitar lokasi kejadian sebelum memberikan bantuan kepada korban.

Baca Juga : Polresta Banjarmasin Ringkus Empat Tersangka “Pemain” BBM Bersubsidi

Baca Juga : Patroli Pasar, Polresta Banjarmasin Amankan Dua Pria, Sita 143 Butir Obat dan Sajam

Menurut materi yang disampaikan, keselamatan penolong menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar tidak muncul risiko tambahan saat proses pertolongan berlangsung.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kepedulian sekaligus pengetahuan yang benar dalam menghadapi situasi darurat di jalan raya. Dengan begitu, mereka bisa mengambil langkah yang tepat saat menjumpai korban kecelakaan,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Banjarmasin berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga mampu berperan aktif dalam membangun kepedulian terhadap keselamatan sesama.

Edukasi ini sekaligus menjadi langkah preventif kepolisian untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti dalam kegiatan ini saja, tetapi juga dapat diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat sehingga kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi